Connect with us

Wiki gowest.id

10 Mobil Paling Langka di Dunia

TIAP orang mungkin memiliki mobil favoritnya masing-masing. Ada yang suka dengan mobil sport, ada yang suka mobil klasik dan ada juga yang suka dengan mobil keluarga.

Masing-masing produsen mobil memiliki pertimbangan sendiri mengenai seberapa banyak mobil yang harus mereka jual. Mereka pasti tidak mau sembarangan memproduksi mobil apabila peminatnya sedikit.

Tapi ada juga sejumlah pabrikan yang sengaja memproduksi mobil dalam jumlah terbatas meski tahu bahwa peminatnya banyak.

Hal ini tentunya membuat kesan langka pada mobil tersebut. Tentunya orang yang memilikinya akan merasa bangga bisa mengendarai mobil langka. Berikut ini  10 mobil terlangka yang ada di dunia seperti kami lansir dari laman tahupedia.com. Beberapa memang ada yang terlihat kuno. Tapi tetap saja masih termasuk mobil langka.

10. 1970 Dodge Coronet R/T Convertible

dodge

Bagi kamu yang suka dengan mobil yang bergaya seperti American Muscle, Dodge Coronet tahun 1970 ini benar-benar menggambarkan sosok mobil yang sangat American Muslce.

Klasik memang, tapi kesan gagah jelas nampak dari penampilan mobil tersebut. Apalagi jika kalian ingin terlihat seperti Dominic Toretto di film Fast and Furious.

Dodge Coronet diproduksi sebanyak 2 kali pada tahun 1967 dan 1970. Kalian tertarik membelinya? Wohooo, tunggu dulu. Baik itu Dodge Coronet tahun 1967 ataupun 1970, keduanya ternyata termasuk dalam mobil yang langka. Diketahui hanya ada 2 buah mobil Dodge Coronet tahun 1967 dan 2 mobil Dodge Coronet tahun 1970 yang diproduksi. Jadi bila ditotal, hanya ada 4 mobil Dodge Coronet di dunia.

9. Packard Panther

packard

Dibuat pada tahun 1954, desain mobil Packard Panther tergolong keren dan mewah pada kala itu. Packard Panther merupakan mobil 2 penumpang dengan lampu belakang clipper, bodi yang terbuat dari bahan fiberglass, dan bagian atap mobil yang bisa dilepas. Jika kalian hidup di tahun 1954, pasti kalian tertarik dengan mobil ini.

Packard Panther tergolong mobil langka karena hanya ada 4 mobil yang dibuat. Namun sekarang ini hanya terdapat 2 mobil yang masih bisa dikemudikan. Salah satu Packard Panther sempat masuk pasar lelang pada tahun 2006. Adalah seorang pembeli misterius yang berhasil membawa pulang Packard Panther setelah membayar sebesar 360.000 USD.

8. 1969 ZL1 Camaro

camaro

Banyak orang yang menganggap bahwa ZL1 Camaro adalah mobil tipe Camaro terbaik yang pernah dibuat. Mobil yang gagah layaknya American Muslce ini sangatlah populer di kalangan para kolektor dan juga pembalap. Mobil klasik ini adalah generasi pertama dari mobil Camaro, dibuat pada tahun 1969.

Jika kalian ingin tahu, ZL1 Camaro adalah model terakhir dari generasi pertama jenis Camaro. Kelangkaannya membuat sejumlah kolektor rela melakukan apa saja untuk menjadikan mobil ini pajangan di garasi. Diperkirakan harga mobil ZL1 Camaro ini bisa mencapai harga 1 juta USD, bahkan ada yang mengatakan bisa lebih dari itu.

7. 1954 Oldsmobile F-88

oldsmobile

Mobil lainnya yang dijual dalam jumlah terbatas yakni Oldsmobile F-88. Cantik dan juga elegan, begitulah 2 kata yang bisa menggambarkan seperti apa mobil ini. Mobil yang diminati oleh kolektor ini didukung dengan meisn bertenagakan 250 tenaga kuda V8. Bisa dibayangkan betapa kerennya bila ada yang mengendarai mobil cepat ini.

Jika kalian ingin memiliki mobil ini, nampaknya kalian benar-benar berusaha keras. Menurut kabar, Oldsmobile F-88 hanya terdapat sebanyak 4 buah. Salah satunya berhasil terjual di acara lelang dengan harga 3,5 juta USD. Tidak hanya langka, harga mobil ini juga sangatlah mahal.

6. 1931 Duesenberg Model J Murphy Bodied Coupe

duesenberg

Bukan cuma sulit untuk dicari, Dusenberg Model J Murphy Body Coupe ini juga harganya diperkirakan sangat mahal. Tapi harga mahal tidak sebanding dengan pamor yang akan kalian dapat apabila di bagasi kalian ada mobil ini kan? Tapi mungkin ada beberapa hal yang perlu kalian ketahui tentang mobil ini.

Dirancang oleh industrialis Amerika bernama Frank Hershey, Dusenberg Model J dibuat di atas rangka truk. Dusenberg Model J dibuat tepat sebelum perusahaan Duesenberg bangkrut di tahun 1937. Kala itu, perusahaan Duesenberg memproduksi sebanyak kurang dari 500 mobil, namun mobil terakhir yang dilihat merupakan milik aktor Clark Gable dan James Cagney.

5. 1938 Phantom Corsair

phantom

Tahun 1938 adalah eranya mobil Phantom Corsair. Di tahun itu, tidak ada satupun mobil yang bisa menyaingi penampilan dari Phantom Corsair. Diluncurkan pada tahun 1938, sekilas dilihat Phantom Corsair memiliki kesan yang menyeramkan. Kesan menyeramkan tersebut yang membuat banyak orang membandingkannya dengan Batmobile.

Bentuknya yang futurustik bisa membuat siapapun yang melihatnya menjadi tergiur untuk menyimpannya sebagai koleksi. Sayang hanya ada 1 buah mobil Phantom Corsair yang diproduksi. Mobil langka ini tidak pernah masuk acara lelang manapun. Kalaupun sampai masuk lelang, diperkirakan harganya bisa mencapai nilai 10 juta USD.

4. 1961 Ferrari 250GT Spyder

ferrarri

Nama Ferrari kini telah dikenal dunia sebagai produsen mobil sport ternama asal Italia. Di tahun 1961, pabrikan mobil yang memiliki lambang kuda jingkrak ini sempat mengeluarkan salah satu produknya bernama Ferrari 250 GT Spyder. Di tahun 1961, Ferarri 250 GT Spyder merupakan mobil ikonik yang pernah dikendarai oleh aktor Hollywood, James Coburn.

Dihargai seharga 10,9 juta USD, Ferarri 250GT Spyder memiliki bentuk yang mirip dengan mobil Jaguar yang digunakan dalam film James Bond. Sempat menjadi mobil termahal, Ferarri 250 GT Spyder diproduksi dalam jumlah terbatas. Ferarri hanya memproduksi sebanyak 36 buah 250 GT Spyder. Membuatnya menjadi mobil langka yang cukup sulit untuk didapat.

3. 1921 Helica de Leyat

helica

angan tertawa melihat desain mobil ini yang aneh. Mobil tua ini dibuat pada tahun 1921 oleh seorang pembuat mobil ternama asal Perancis bernama Marcel Leyat. Dinamakan sesuai dengan nama pembuatnya yakni Helica de Leyat, Helica merupakan mobil tua yang orisinil dan juga unik. Saking uniknya, di Perancis, Helica dijuluki pesawat tanpa sayap.

Ada 3 alasan kenapa mobil Helica dijuluki sebagai pesawat tanpa sayap. Pertama adalah bagian depan mobil yang mirip seperti pesawat. Kedua adalah posisi penumpang yang berada di belakang supir. Ketiga adalah stir mobil yang mengontrol ban belakang. Padahal normalnya stir mobil akan mengendalikan ban depan. Hanya ada 30 mobil Helica yang ada di dunia.

2. 1931 Bugatti Royale Kellner Coupe

bugatti

Di daftar mobil terlangka dunia berikutnya adalah Bugatti Royale Kellner Coupe. Dibuat pada tahun 1931. dibalik kap mesin Bugatti Royale Kellner Coupe terdapat 12,7 liter mesin pesawat. Jadi bisa dibilang bahwa mobil ini digerakkan dengan menggunakan mesin pesawat terbang. Pertanyaan yang muncul adalah seberapa langka mobil satu ini?

Bugatti Royale Kellner Coupe dianggap mobil langka karena diperkirakan hanya ada 6 buah mobil yang pernah dibuat. Pada lelang tahun 1987, Bugatti Royale Kellner Coupe berhasil terjual dengan harga 9,7 juta USD. Harga tersebut ternyata masih dibawah harga perkiraan yang bisa mencapai 19 juta USD.

1. Rolls Royce 15 HP

roll-royce

Mobil langka ini merupakan model pertama dari model mobil yang diproduksi oleh Charles Rolls dan Henry Royce. Mobil yang hanya memiliki 15 tenaga kuda ini dibuat di Manchester, Inggris pada tahun 1904. Karena merupakan desain pertama dari mobil Rolls Royece, kalian bisa mengatakan bahwa ini adalah kakek moyang dari Rolls Royce.

Ketika itu, Charles Rolls dan Henry Royce hanya membuat 6 mobil. Dan kini hanya tinggal 1 model Rolls Royce yang diketahui keberadaannya. Sisanya? Tidak ada yang tahu. Dibekali dengan 3 silinder, Rolls Royce pertama ini bisa berlari dengan kecepatan mencapai 111 km per jam. Sulit menebak berapa harga dari Rolls Royce generasi pertama ini. Namun diyakini oleh banyak orang bahwa harganya bisa mencapai 35 juta USD. ***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Wiki gowest.id

Cikal Bakal Bright PLN Batam ; UPT Kelistrikan OB & Mesin – Mesin ex Pertamina

PADA masa kepemimpinan BJ Habibie sebagai Ketua Otorita Batam, seluruh fasilitas ketenagalistrikan eks Pertamina, sudah dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kelistrikan Otorita Batam.

Selain mengoperasikan mesin-mesin pembangkit ex Pertamina untuk menerangi Batam, UPT Kelistrikan OB juga meneruskan pembangunan pembangkit di Sekupang dan Batu Ampar.

Di Sekupang, dibangun dua unit pembangkit tenaga listrik berkapasitas masing-masing 4 x 3 MVA dan 4 x 4,5 MW. Sementara di Batu Ampar, kapaditas pembangkit ditingkatkan menjadi 4 x 7,5 MW.

Pada masa tersebut, orientasi pelayanan kelistrikkan di Batam mulai mengalami perubahan. Sebagai daerah yang mulai tumbuh sebagai wilayah industri, listrik menjadi sarana vital. Berbagai sarana kelistrikan mulai ditambah. Selain untuk kepentingan pasokan sarana dan prasarana milik Otorita sendiri, penyambungan listrik juga diprioritaskan untuk industri dan masyarakat yang mendiami pulau Batam. Terutama warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangkit listrik milik UPT Kelistrikan OB.

Warga yang tinggal di wilayah Sekupang, Sei Harapan, Tanjung Pinggir, Batu Ampar serta Bengkong mulai terlayani aliran listrik. Sementara wilayah Nongsa dan sekitarnya serta Batam Centre, belum mendapat pasokan listrik karena penduduknya masih sedikit. Infrastruktur jaringan listrik milik UPT Kelistrikan OB juga belum mencapai wilayah tersebut.

Tahun 1982, UPT Kelistrikan OB membangun PLTD di Sekupang dengan kapasitas 4 x 3,5 MW. Pembangkit ini melengkapi pembangkit yang sudah ada sebelumnya yang merupakan ex Pertamina.

Tahun 1984, UPT Kelistrikan OB meningkatkan mesin pembangkit tenaga listriknya dengan membangun pembangkit 6 x 1,80 kVA. Kemudian tahun 1988, kembali dibangun pembangkit listrik di Sekupang dengan kapasitas 5 x 1,20 MW yang merupakan relokasi mesin bekas milik Krakatau Steel. Pada saat bersamaan, pembangkit ditambah sebanyak tiga unit dengan kapasitas 7,68 MW.

Proses pemasangan mesin di salah satu PLTD di Batam pada era 1980-an : © Dokumentasi Otorita Batam

Pada tahun 1989, Menteri Pertambangan dan Energi RI melimpahkan wewenang kepada Ketua Otorita Batam untuk memberikan izin usaha ketenagalistrikan di Batam berdasarkan keputusan Menteri Pertambangan Nomor 342 K/40/M.PE/1989. Wewenang diberikan dalam rangka memperlancar pemberian izin usaha ketenagalistrikan kepada badan-badan usaha dan koperasi yang menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik. Baik untuk kepentingan umum maupun untuk sendiri di lingkungan kerja daerah industri pulau Batam.

Sampai tahun 1992, prasarana listrik yang sudah tersedia dan beroperasi di Batam, khususnya wilayah Sekupang dan Batu Ampar mencapai 45,5 MW.

Seiring perkembangan Batam sebagai daerah industri, permintaan terhadap energi listrik terus meningkat. Ketua OB saat itu, BJ Habibie kemudian mengajukan permohonan kepada Menteri Keuangan RI JB Sumarlin, agar sistem kelistrikan di pulau Batam dilaksanakan oleh BUMN. Sesuai persetujuan Menteri Keuangan atas usulan BJ Habibie tersebut, pada tanggal 5 Desember 1992, PT. PLN (Persero) wilayah khusus Batam dibentuk sebagai unit PT PLN (Persero) yang diberi kewenangan dan tanggungjawab mengelola sistem kelistrikan di Batam.

Momen ini kemudian jadi catatan peralihan pengelolaan sistem kelistrikan di pulau Batam dari UPT Kelistrikan OB ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Mulai 1 Januari 1993, masalah ketenagalistrikan di Batam, resmi diserahkan kepada PT PLN (Persero) dengan harapan perusahaan tersebut dapat melayani semua permintaan listrik untuk mendukung pengembangan industri di pulau Batam.

Penyerahan aset oleh Ororita Batam kepada PT. PLN (Persero) dilakukan dua tahap.

Tahap pertama pada 29 Desember 1992 dengan jumlah aset sebesar Rp. 20.597.000.858,-. Termasuk di dalamnya 16 pegawai unit kelistrikan OB non PNS dan 62 orang tenaga perbantuan PNS Departemen Pertambangan dan Energi.

Pada tahap dua, penyerahan dilakukan pada 13 Februari 1995 dengan jumlah aset sebesar Rp. 86.032.970.308,-

Dalam perkembangannya kemudian, PT. PLN (Persero) wilayah khusus Batam berubah menjadi perusahaan sendiri di bawah PT. PLN (Persero). Awalnya bernama PT. Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam untuk membedakan dengan induknya PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Logo yang digunakan oleh PT. PLN Batam, juga berbeda dengan induknya PT. PLN (Persero). Belakangan, untuk semakin mempertegas perbedaan dengan perusahaan induk, PT. PLN Batam mengubah lagi namanya menjadi BRIGHT PLN Batam.

Pengelolaan kelistrikan oleh Bright PLN Batam juga berbeda dengan perusahaan induk. Termasuk soal pentarifan dari harga listrik yang dijual kepada konsumennya.

(dha)

 

Continue Reading

Wiki gowest.id

Masa Lalu Singkep, Kejayaan Timah

DABO Singkep sebagai ibukota kecamatan Singkep, pernah dikenal sebagai “kota timah” selain Pangkal Pinang di pulau Bangka dan Tanjung Pandan di pulau Belitung. 

Kehadiran perusahaan penambangan timah sejak 1812 hingga 1992 (direct atau indirect) telah meninggalkan infrastruktur yang sekarang menjadi aset Pemda setempat dan departemen teknis. Seperti bandara, pelabuhan laut, jalan raya, prasarana listrik, air minum, telekomunikasi, rumah sakit, bangunan bank, perkantoran perusahaan timah, unit-unit bangunan perumahan karyawan, dan sebagainya.

Bandara Dabo dapat didarati pesawat jenis Fokker-27, sedangkan pelabuhan laut telah mengalami renovasi dari anggaran APBN , dengan harapan dapat disinggahi oleh kapal-kapal ukuran menengah dari Jakarta, Bangka menuju Batam atau Tanjung Pinang. 

Sementara fasilitas komunikasi dengan kode area 0776 sudah menyediakan kontak Saluran Langsung Jarak Jauh (SLJJ) di sana sejak dulu.

Dibanding 2 ibukota kecamatan lainnya di kabupaten Lingga saat ini, populasi kota Dabo Singkep relatif lebih besar. Walau pernah mengalami penurunan jumlah penduduk akibat “putus hubungan” dengan PT. Timah, namun sejak tahun 1996 jumlah penduduk kota ini terus bertambah. Hal ini mendukung aktivitas perkonomian (economic activity) kecamatan Singkep secara keseluruhan.

Namun begitu, harus diakui, sejak ditinggalkan oleh PT. Timah, aktivitas komersial di kota Dabosingkep menurun drastis. Tidak seperti Tanjung Balai Karimun atau Tanjung Pinang yang memiliki keuntungan karena kedekatan wilayah dengan Singapore, aktivitas perdagangan dan komersial lainnya di kota ini sangat terbatas.

Kini jalur-jalur perdagangan dalam skala terbatas masih dilakukan antara lain dengan Tanjung Pinang dan Jambi. Selain itu kota ini sangat kurang dalam ragam aktivitas ekonomi (lack of economic diversification).

Kejayaan Tambang Masa Lalu

Dalam pelajaran ilmu bumi dulu, Dabo-Singkep, Kepulauan Riau, dikenal di seantero Indonesia sebagai salah satu tambang timah terbesar selain Bangka di Sumatera Selatan. Penambangan telah dimulai sejak 1812 ketika Pemerintah Hindia Belanda masih menguasai Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, PT Timah mengambil alih pengelolaan tambang tersebut. Mereka membangun infrastruktur hingga terbentuk kota baru.

Ketika PT Timah berhenti beroperasi pada 1992, menurut Camat Dabo Abu Hazim, perekonomian di kawasan itu pun ikut merosot. Warga kehilangan sumber mata pencarian.

Foto Salah satu fasilitas di komplek perusahaan timah di Singkep pada masa lalu : tangkapan layar youtube

”Dulu kendaraan ramai melintasi jalan-jalan di Dabo, tetapi sekarang sepi,” ungkap seorang warga. Pelabuhan udara di Dabo yang dulu ramai dengan para petinggi PT Timah dan warga kini lengang.

”Kemampuan warga terbatas, potensi lain tidak ada,” tutur warga lain bernama Ashari, dulu guru di SD milik PT Timah.

Bangunan infrastruktur yang tersisa dipakai untuk puskesmas, perumahan, instalasi air minum, serta jaringan jalan.

Bangunan yang terbengkalai antara lain bangunan pengolahan bijih timah—dekat Pasar Dabo. Bangunan itu keropos dan atap sengnya banyak berlubang.

Warga bernama Abu Hazim mengatakan, ”Sejak PT Timah ditutup, persoalan dasar di Dabo yaitu tidak ada lapangan pekerjaan, dan peninggalan PT Timah yang belum terurus.”

Pulau Singkep mrmang dikenal sebagai Pulau Penghasil Timah dengan reputasi penambangan selama hampir dua abad (1812-1992).

Singkep pernah mengalami masa kejayaan baik di bidang perekonomian dan kesejahteraan dikarenakan adanya pertambangan timah (PT. Timah,atau UPTS ) yang cukup besar yang menopang segala kemajuan di Singkep.

Namun sekitar tahun 1990-an Singkep mengalami masa kemunduran karena tutupnya PT.Timah dan sekian tahun lamanya Singkep berada pada masa-masa transisi yang dipenuhi berbagai masalah. Baik ekonomi, kesejahteraan, krisis kejiwaan karena halusinasi masa-masa kemewahan maupun dampak-dampak negatif yang terus jadi momok yang menakutkan bagi masyarakat Singkep.

Seperti misalnya penyakit-penyakit malaria yang menyerang karena lobang-lobang (kolong) bekas galian PT.Timah maupun banyaknya permasalah yang datang silih berganti.

Pada saat ini, pulau ini dipenuhi dengan danau-danau bekas galian timah tanpa upaya rehabilitasi secara signifikan. Kondisi ini semakin diperparah dengan hadirnya Perusahaan Penambangan Pasir Tailing Timah sejak 1993.

Sejarah Penambangan Timah di Singkep

PENAMBANGAN tinah di daerah ini telah dimulai sejak 1812. Di Indonesia sendiri, hanya ada tiga pulau penghasil timah yaitu Bangka, Belitung dan Singkep.

Setelah Indonesia merdeka, PT Timah mengambil alih pengelolaan tambang tersebut. Mereka membangun infrastruktur hingga terbentuk kota baru.

Sejarah timah di Pulau Singkep, merupakan rentetan perjalanan sejarah yang sangat panjang.

Sekitar dua abad lalu, masa Sultan Riau-Lingga yaitu Sultan Abdul Rahman Syah ( 1812 – 1832) yang menetap di Lingga, timah di Pulau Singkep sudah didulang secara tradisional.

Ketikaitu, keadaan di Lingga, sebagai pusat Kerajaan Riau – Lingga bertambah ramai karena telah ada tambang timah di Pulau Singkep yang menghasilkan bijih timah.
Pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II (1857-1883), yang merupakan Sultan Riau-Lingga pertama yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, kebijakan kerajaan adalah memfokuskan program kerjanya untuk meningkatkan penghasilan rakyat .

Selain menggalakkan sagu, Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II juga menggalakkan penambangan bijih timah di Pulau Singkep (Daud Kadir, 2008 : 188).

Namundemikian, seiring dengan berkembangnya Lingga sebagai pusat Kesultanan Riau-Lingga dan membaiknya perekonomian kerajaan, Belanda semakin berusaha untuk mengetatkan kendali terhadap perekonomian Kesultanan Riau-Lingga.

Maka pada tanggal 1 Desember 1857 dilaksanakan perjanjian antara sultan dengan Belanda tentang diizinkannya pengusaha Belanda untuk membuka tambang timah (Daud Kadir, 2008:171). Perjanjian tersebut antara lain berbunyi :
………

Fasal yang kesepuluh 

Maka berdjandjilah Paduka Sri Sultan dan mentri2nja hendaq ia melebihkan kebadjikan ra’jatnya dan memegang pemerintahan dengan adil dan memeliharakan perusahaan tanah dan segala perusahaan orang dan hal perniagaan dan pelajaran kapal dan perahu didalam keradjaan dan tiada dia hendaq membuat barang suatu aturan yang boleh memberi kesukaran pada segala perkara itu.

Fasal yang kesebelas

Maka berdjandjilah Paduka Sri Sultan dan mentri2nja tiada dia hendaq melepaskan haqnja akan menggali didalam tanah serta beroleh hasil daripada penggaliannya itu kepada orang jang bukan anaq buminya djika tiada dengan mupaqat dan sebitjara dengan wakil Paduka Sri Jang Dipertuan Besar Gubernur Djenderal di Riau supaja penggalian itu diaturkan dengan ditjahari seboleh2nja untung Paduka Sri Sultan dan mentri2nja dan dengan tiada diambil oleh gubernemen sebahagian daripada untung itu hanjalah dengan menilik kepada pergunaan tanah Hindia Nederland jang sedjati serta dengan serta keputusan Baginda Sri Maharadja Nederland jang terputurs pada 24 hari bulan Oktober tahun 1850 ……..
(Arsip Nasional Republik Indonesia, 1970: 96-97)

Penjelasan dari Fasal di atas adalah :

Bahwa inilah titah kita Sri Paduka Baginda Magaradja Willem Ketiga yang bersemajam dengan segala kebesaran dan kemuliaan diatas tachta keradjaan negeri Nederland dan segala rantau ta’luqnja”. Adapun kita telah melakukan aturan jang tersebut dibawah ini

Fasal jang pertama

Adapun diberi idzin akan buka tambang didalam daerah tanah Hindia Nederland kepada sekalian orang Welanda kepada sekalian orang Walanda jang dudu’ dinegeri Nederland atau ditanah Hindia Nederland jang empunja perolehan tjukup akan pekerdjaan itu jaitu atas timbangan gubernemen beserta dengan aturan jang tersebut dibawah ini ja’ni

Fasal jang kedua

Segala perdjandjian hal idzin buka tambang itu akan dibitjarakan dan ditetap dengan Sri Paduka Jang Dipertuan Besar Gubernur Djendral dari tanah Hindia Nederland maka segala permintaan akan membuka tambang itulah akan diatur terus kepada Sri Paduka Jang Dipertuan Besar itu atau kepada Tuan Menister jang melakukan hal pemerintahan segala negri jang ta’luq kepada Nederland
Fasal jang ketiga.

Apabila orang minta’ idzin buka tambang jang belum diperiksa kekajaan tanahnja maka Sri Paduka Jang Dipertuan Besar Gubernur Djenderal akan suruh periksa kekajaan itu beserta dengan haq anaq negeri atas tanah tambang itu supaja tahu berapa patut akan gantinja dan disuruh periksa djuga besarnja modal jang tjukup akan melakukan pembukaan tambang itu dengan patut maka jang hendaq buka tambang itu boleh djuga menjuruh suruhan atas belandjanja sendiri ikut pemeriksaan itu bersama2 jang disuruh oleh gubernemen.

Fasal jang keempat

Pekerdjaan buka tambang itu akan dibantu dan dilindungi oleh Gubernemen dengan segala upaja jang dipikir harus dan dibitjarakan dengan jang beroleh idzin akan pekerdjaan itu. Adapaun segala belandja baharu jang dikeluarkan sebab perbantuan atau lindungan itu akan dibajar oleh jang beroleh idjin itu dan mereka itu akan diberi tanggungan pembajaran itu maka sekali2 gubernemen tiada akan memberi pandjaran.

Fasal jang keenam

Adapun djika jang diberi idzin buka tambang tiada boleh dapat orang2 negeri merdeka akan bekerdja tambang itu dengan perdjandjian jang patut maka gubernemen akan beri idzin kepadanja akan djemput orang bekerdja merdeka daripada negri lain dengan aturan supaja tiada berubah ketetapan di dalam negeri.

Fasal jang ketudjuh

Adapun pekerdjaan buka tambang itu akan melaku dengan seharusnja kepada waktu jang ditentukan didalam surat Perdjanjian..sjahdan apabila pada waktu itu pekerdjaan itu belum berlaku maka segala perdjanjian djadi sia2 tetapi jang diberi idzin buka tambang itu akan ganti djuga segala belandja gubernemen akan pemeriksaan tanah tambang dan idzinnja2.

Fasal jang kedelapan

Apabila diberi idzin buka tambang kepada sehimpunan orang sekutu maka jang djawatan pekerdjaan itu hanjalah orang Welanda yang dudu’ dinegeri Nederland atau ditanah Hindia Nederland dan sebagai lagi jang diberi idzin buka tambang baik seorang sendiri baik sehimpunan orang sekutu ta’ dapat tiada ia angkat seorang djadi wakil muthlaqnja ditanah Hindia Nederland.

Fasal jang kesembilan

Adapun jang telah beroleh idzin buka tambang tiada boleh serahkan haqnja itu baik semata2 baik sebagianja kepada orang lain hanjalah dengan idzin gubernemen Hindia Nederland dan sekali2 haq itu tiada boleh pindah kepada barang siapa hanjalah orang Welanda terberi kepada 24 hari hari bulan Oqtober tahun 1850 bertanda oleh Sri Paduka Maharadja Willew bertanda oleh Tuan Minister jang melakukan hal pemerintahan segala negri jang ta’luq kepada negri Nederland
(Arsip Nasional Republik Indonesia, 1970: 96-97)

Foto Tambang timah Singkep di masa lalu : © sportourism.id

Dalam perkembangannya, perusahaan Belanda Pulau Singkep Tin Maatschaappij (SITEM) pada tahun 1934 menggarapnya secara besar-besaran.

Tahun 1959, penambangan timah pun diambil alih pemerintah sampai akhirnya pulau itu ditinggalkan di awal tahun 90-an. Sejarah panjang ini, membuat penuturan warga Pulau Singkep sudah menyatu dengan timah.

Biji timah membuat mereka hidup penuh kelimpah mewahan. Kota Dabo menjadi salah satu kota paling maju di Riau, bahkan lebih maju dari Tanjung Pinang, ibukota kabupatennya saat itu.

Belum lagi kehidupan warga yang dapat menikmati langsung rezeki timah sebagai karyawan.

Menginjak tahun 1985, merupakan tahun dimulai merosotnya kejayaan timah. Ketika itu terjadi peristiwa yang disebut tin crash atau malapetaka timah, yang ditandai dengan ambruknya harga timah di pasaran dunia. Harga timah anjlok dari 16.000 Dolar AS menjadi 8.000 Dolar AS per metrik ton.

Kemerosotan harga itu, membuat usaha penambangan, khususnya di Pulau Singkep menjadi lesu. Eksplorasi berkurang, laba menurun, dan mulailah dampak atas karyawan terasa. Pemutusan hubungan kerja dan lainnya. Seiring itu pula, penambangan timah di Pulau Singkep dan semua akitifitasnya dipindahkan ke Karimun dan Kundur.

Perubahan drastis langsung menerpa mereka yang menggantungkan hidupnya pada PT Timah. Berangsur-angsur, 2.400 karyawannya diberhentikan dan diberi ”uang tolak” alias pesangon.

Sebagian yang diberhentikan, meninggalkan Pulau Singkep. Sedangkan pegawai yang tidak diberhentikan mutasi ke lokasi tambang lain di Bangka, Tanjung Batu dan Tanjungbalai, Karimun.
Pulau Singkep, dan khususnya Kota Dabo mulai terjerembab.

Warganya mulai hengkang, terutama kalangan usahawan, banyak yang pindah ke Tanjungpinang atau Batam. Anak-anak mudanya berhamburan merantau, mencari pekerjaan.

Akibatnya, Dabo Singkep jadi sepi.

(*)

 

Continue Reading

Wiki gowest.id

Dokumentasi Video Proses Evakuasi Jasad Para Pahlawan Revolusi

PERISTIWA G30S/PKI menjadi catatan hitam sejarah bangsa kita.  Selain masyarakat sipil, 7 orang jenderal TNI menjadi korban. Dibunuh dan jasadnya dimasukkan ke sebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya, Jakarta.

Sebuah video dokumentasi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menjelaskan proses evakuasi para korban di sumur tua Lubang Buaya. Video ini menjadi arsip sejarah tentang catatan hitam peristiwa tersebut.

(dha)

 

Continue Reading

Trending