Connect with us

Ini Batam

15 Asosiasi Pengusaha Tolak KEK di Batam

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Ilustrasi

SEBANYAK 15 Asosiasi Pengusaha di Kepulauan Riau, menandatangani pernyataan untuk menolak perubahan kekhususan Batam dari status Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dalam pernyataan yang tertuang dalam surat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri NO: 39/KU/Kadin-Kepri/IV/2018 dengan perihal usulan dan tanggapan KEK Batam yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Ketua Kadin Kepri, Akhmad Makruf Maulana menjelaskan dari 15 Asosiasi Pengusaha tersebut sebagian besar merupakan Asosiasi Pengusaha yang ada di Batam.

“Ke 15 Asosiasi yang menolak tersebut diantaranya Kadin Kepri, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, REI Batam, PHRI Batam, Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (Forppi), INSA Batam, DPD Akklindo Kepri, Dekopinda Batam, BSOA, Gapeksindo, Asprindo, DPD Asita Kepri, Aexipindo, Organda Batam, dan HIPPI,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (08/05/2018) lalu.

Menurutnya dasar dari Asosiasi Pengusaha tersebut adalah kepastian hukum dalan pembentukan KEK. Dimana saat ini sesuai dengan PP No 46 tahun 2007 yang diperkuat dengan UU No 44 tahun 2007. Batam sidah ditetapkan menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang diberi Kekhususan dan berlaku selama 70 tahun.

“Untuk FTZ aja sampai saat ini masih belum masuk ke masa expired, masa langsung mau diganti lagi. Ini yang kami tanyakan, bagaimana kepastian hukumnya. Jangan ganti Presiden gantu juga peraturannya. Ini perlu diingat Negara itu sudah memberikan prioritas kepada Batam dan baru berlangsung 15 tahun, lagipula setiap investor yang kami ajak ke Batam itu taunya FTZ bukan KEK,” lanjutnya.

Akhmad menegaskan dalam hal ini, pihak Kadin Kepri bukan dalan posisi dukung – mendukung. Melainkan meminta agar Negara konsisten dalam memberikan kekhususan kepada Batam.

Sementara itu Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim juga menuturkan hal serupa dimana kepastian hukum menjadi alasan utama. Para Asosiasi Pengusaha menolak status KEK Batam. Ia sendiri menganggap adanya perubahan ini, merupakan langkah mundur karena akan menimbulkan kebingungan tidak hanya bagi pengusaha tetapi juga bagi masyarakat.

“Inti dari surat tersebut adalah masukkan kepada Presiden jangan salah mengambil keputusan, kita kan pelaku usaha kita tahu dan sudah prediksi pasti akan menimbulkan kekacauan ekonomi. Terutama dengan pengusaha kecil menengah, produk – produk mereka akan mengalami stagnasi. Dimana harga akan mengalami kenaikan dan produk mereka tidak akan bersaing lagi di pasaran,” tuturnya.

Selain itu masalah lain yang akan terjadi adalah pada saat perubahan kelembagaan, dimana menurutnya saat ini Dewan Kawasan yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution terlihat terseok – seok dalam menjalankan peraturan.

“Seharusnya bukan merubah menjadi KEK, melainkan memperkuat FTZ dengan insentif lain yang didapat dari KEK. Karena Batam sangat complicated tidak seperti daerah lain, jika dirubah menjadi KEK secara psikologis ini tidak baik bagi investor. Sebentar – sebentar berubah lagi aturannya, hanya menimbulkan kebingungan dan keraguan bagi investor,” ucapnya.

Osman juga menambahkan sebelum KEK, Batam sudah mencoba beberapa kebijakan mulai dari Bonded Area, Bonded Ware House Area, FTZ, Enclove, dan saat ini akan dicoba dengan kekhususan baru yakni KEK. Hal ini hanya akan menimbulkan kontraproduktif, dan hanya menimbulkan gejolak baru di saat FTZ sedang mengalami peningkatan.

“Masyarakat juga akan dibebani dengan PPN-PPNBN, dengan demikian akan meningkatkan harga yang bersifat konsumatif. Di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang lemah saat ini, dan meningkatnya jumlah pengangguran,” kata Osman.

Status pembagian zona untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), juga dianggap hanya akan menimbulkan tumpang – tindih. Osman menegaskan apabila status KEK akan diterapkan maka harusnya ditetapkan secara menyeluruh. Status lahan dan adanya beberapa kawasan industri yang berada di kawasan pemukiman, akan kembali menimbulkan kebingungan dan keresahan bagi masyarakat.

“Gimana ceritanya nanti untuk industri kecil menengah yang berada di luar kawasan yang sudah ditunjuk untuk KEK, kita tidak hanya berbicara tentang industri besar tapi juga industri jasa dan logistik yang semuanya ada di luar kawasan,” tegasnya.

(*/GoWest.ID)

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar

DPRD Batam Mengucapkan : Marhaban Ya RAMADHAN 1439 Hijriah

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!1 hari lalu

Cara Hilangkan Status Online di WhatsApp

WHATSAPP punya fitur Last Seen. Dengan fitur itu, kamu bisa mengetahui kapan pengguna lain melihat Whatsapp. Mulai dari keterangan menit...

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

5 Fitur Baru WhatsApp yang Perlu Kamu Tahu

DENGAN 1,5 miliar pengguna, membuat WhatsApp terus berupaya memberi pengalaman terbaru dalam berkomunikasi. Salah satunya dengan menghadirkan fitur terbaru untuk...

Pop & Roll1 minggu lalu

Aa’ Gatot Terserang Stroke

SIDANG kepemilikan senjata api dan satwa dilindungi dengan terdakwa Gatot Brajamusti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan harus ditunda. Gatot sebagai terdakwa urung hadir...

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Ujicoba Mode Incognito di Youtube

“MODE Penyamaran” (Incognito Mode) di peramban adalah fitur yang terkenal ada pada ponsel dan komputer. Kini, YouTube sedang menguji fitur...

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Portal Remaja Bikinan Facebook

FACEBOOK meluncurkan Portal Remaja yang disebut-sebut sebagai sumber informasi bagi remaja yang menyediakan berbagai layanan, termasuk Edukasi. Dalam layanan Edukasi,...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

NASA akan Terbangkan Helikopter di Mars

BADAN antariksa Amerika Serikat NASA mengatakan akan mengirim sebuah helikopter kecil ke Mars sebagai bagian dari misi tahun 2020 untuk...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Smartwatch Pixel Besutan Google Meluncur Tahun Ini

SETELAH secara resmi mengungkapkan Android P dalam gelaran pengembang Google I/O awal pekan ini, Google siap untuk menggelar acara lain...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Emoji Untuk Fitur Polling di Instagram

INSTAGRAM menambahkan cara baru untuk melakukan polling. Sebelumnya, polling dilakukan dalam bentuk biner, kini opsi baru memungkinkan follower untuk menilai sesuatu...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Keyko, Ratu Prostitusi Online Yang Akhirnya Dibekuk

KEPOLISIAN Daerah Jawa Timur menangkap Yunita alias Keyko, perempuan yang berpredikat sebagai “ratu prostitusi online”. Perempuan berusia 40 tahun itu...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Bakat Menggambar Bocah Alif yang Viral

SEORANG siswa SD kelas 6 bernama Alif asal Pelabuhan Klang, Malaysia, mendadak terkenal setelah gurunya, Haiqal Iskandar, mengunggah beberapa foto berisi gambar-gambar...