Connect with us

Batam Only!

200 Satgas Kebersihan Disiagakan Saat Lebaran

DINAS Lingkungan Hidup menerjunkan sekitar 200 satuan tugas kebersihan untuk penanganan sampah di Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Minggu (25/6). Petugas kebersihan yang bekerja di hari libur ini adalah mereka yang tidak merayakan Idul Fitri.

“Minggu sebenarnya libur tapi karena Idul Fitri jadi yang tidak lebaran kerja. Dari enam satgas ada 200-an yang non muslim. Mereka dipecah ke sembilan kecamatan,” kata Kepala DLH, Dendi N Purnomo, Kamis (22/6).

Menurutnya, target kerja petugas di Hari Raya ini adalah lokasi atau titik shalat Idul Fitri. Kemudian juga sampah jalan, tempat keramaian, dan lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau pasar yang tertunda pengangkutannya.

Dan 20 di antaranya difokuskan untuk pembersihan sampah di lokasi Shalat Ied serta Open House Walikota-Wakil Walikota Batam di Dataran Engku Putri Batam Centre.

“Jadi untuk hari Minggu itu, tidak masuk ke perumahan. Dan Senin, seluruh petugas kebersihan sudah bekerja seperti semula, ke posisi tugas masing-masing. Pengangkutan on schedule (terjadwal) dijalankan kembali,” ujarnya.

Selain satgas kebersihan, DLH juga membuat daftar piket untuk pejabat pengawas. Jadi meskipun Pegawai Negeri Sipil libur, pejabat pengawas ini tetap bekerja sesuai jadwalnya. Dan seluruh pengawas bekerja seperti biasa, termasuk di dalamnya pengawas kebersihan jalan, pengawas pengangkutan sampah, dan pengawas TPS.

“Rata-rata sampah kita 900-1000 ton per hari di hari biasa. Setelah Hari Raya ini biasanya melonjak sampai 1.200 ton,” kata dia. (*)

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Batam Only!

Rudi dan Lukita Satu Podium di Sumpah Pemuda

PERINGATAN hari Sumpah Pemuda dengan tema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu, digelar di dataran Engku Putri Batam senin (30/10) awal pekan ini.

Ada yang menarik dari peringatan ini. Kepala BP Batam yang baru, Lukita Dinarsyah Tuwo, ikut hadir dalam kegiatan.

Bahkan Walikota Batam, Muhammad Rudi mengundang Lukita naik ke atas podium Inspektur Upacara sebelum barisan dibubarkan. Lukita diberi kesempatan menyampaikan sepatah dua patah kata kepada peserta upacara.

Kehadiran pimpinan instansi yang dulu bernama Otorita Batam di acara Pemerintah Kota Batam ini sejalan dengan misi pertama yang direncanakan Lukita di awal kepemimpinan. Yakni menyelesaikan dualisme dan membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Batam.

“Apresiasi kami diundang ke atas podium dan diumumkan ke publik. Acara seperti ini penting. Tapi tidak hanya jadi simbol sekedar simbol, harus direalisasikan,” kata Lukita usai upacara.

Mantan Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian ini mengatakan kebersamaan dan persatuan sangat diperlukan dalam upaya membangun Batam. Dan itu senada dengan semangat yang ingin diangkat pemerintah di peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini.

“Seperti sambutan Menteri yang dibacakan Pak Wali, zaman dulu yang tinggalnya berjauhan saja bisa bersatu. Apalagi ini di satu kota, sama-sama punya amanah untuk memajukan Kota Batam, harus bisa bersama-sama untuk masyarakat,” ujarnya.

Semangat kebersamaan ini demi memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan masyarakat diminta kerjasamanya untuk menjaga keamanan sehingga setiap orang bisa tinggal di Batam dengan aman dan nyaman.

Upacara Hari Sumpah Pemuda di Batam tahun ini juga spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya. Karena pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam mengenakan pakaian daerah asal masing-masing. Ada yang memakai baju melayu lengkap dengan tanjaknya, baju bodo dari Sulawesi, baju adat Aceh, Batak, Minang, Jawa, Lombok, hingga Bugis.

(vie/*)

 

Continue Reading

Batam Only!

“Dendi yang Kokoh Tergelincir Suap”

PRIA yang tak banyak bicara di depan publik itu, tiba-tiba tersandung masalah. Tim Saber pungli Polda Kepri mendatangi kediamannya di Komplek Pengairan, Sei Harapan, Batam, senin (23/10) sore kemarin. Ada laporan tentang transaksi uang yang  diduga suap di kediamannya.

Belakangan diketahui, uang tersebut diduga uang suap terkait proses pengurusan perizinan dan penanganan limbah B3.

Dendi Purnomo, pria yang ditangkap itu, sehari-harinya menjabat sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemko Batam. Ia ditahan dalam Operasi Tangkap Tangan tim Saber Pungli Polda Kepri, senin (23/10) kemarin.

Dendi ditangkap di rumahnya, Kompleks Pengairan, Sei Harapan, Sekupang, bersama seorang pengusaha, senin (23/10) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti uang puluhan juta rupiah.

Satu informasi di Polda Kepri menyebutkan, barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 25 juta. Uang tersebut merupakan setoran awal dari pengusaha yang hendak mengurus izin di DLH Kota Batam.

“Benar, itu DP (down payment/uang muka, red) di OTT,” kata sumber tersebut.

Sumber lain menyebutkan, uang Rp 25 juta tersebut merupakan uang suap terkait penanganan limbah berbahaya dan beracun (B3) di sebuah perusahaan yang bergerak di sektor shipping cargo di kawasan Batuampar.

Setelah menangkap Dendi di rumahnya, polisi juga menggeledah kantor Dendi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam di Sekupang. Ada beberapa dokumen yang diambil polisi.

Uang Suap?

Uang yang diterima Dendi dari pengusaha yang belakangan diketahui bernama Amirudin, Direktur PT Telaga Biru Semesta, diduga untuk memperlancar kegiatan tank cleaning perusahaan tersebut.

Foto barang bukti hasil OTT Dendi Purnomo : © batamnews

“Uang itu untuk membicarakan pengurusan dokumen terkait kegiatan tank cleaning, agar rencana berita acara pemeriksaan ditandatangani oleh Dendi Purnomo, dan pengawasan tank cleaning tidak dilakukan. Kemudian diadakan pertemuan di rumah Dendi Purnomo,” ujar Irjen Pol Sam Budigusdian kepada sejumlah wartawan di ruang Rupatama Mapolda Kepri, Nongsa, Selasa (24/10/2017).

Kapolda Kepri menambahkan, Amirudin merupakan pemenang tender proyek pengerjaan tank cleaning. Nilai proyek mencapai Rp 4 miliar.

Menurut Kapolda, saat ini masih dilidik kemana aliran uang tersebut akan dikirim.

“Apakah ke atasannya?” ujar Sam.

Sam mengatakan, dalam OTT tersebut, selain mengamankan uang tersebut, polisi juga mengamankan satu baju batik, satu handphone merek Samsung S8 warna hitam milik Dendi Purnomo, serta satu handphone merek Samsung Note 5 warna hitam, dua amplop berisi uang Rp 5 juta.

Total uang yang disita senilai Rp 35 juta. Rp 25 juta dari tangan Dendi, sedangkan Rp 10 juta dari tangan Amirudin.

Kapolda menambahkan, Dendi Purnomo dijerat pasal penyuapan atau gratifikasi pasal 5 dan pasal 12 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terjerat dan Karier Tamat?

Selasa (24/10), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Dendi Purnomo akhirnya dimunculkan dalam konferensi pers polisi di Mapolda Kepri.

Salah satu pejabat Pemko Batam itu muncul dengan baju tahanan berwarna orange dan mengenakan sebo. Di sebelahnya ada seorang lainnya dengan penampilan sama. Dia adalah pengusaha yang diduga menyuap sang kepala dinas tersebut.

Foto Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batam, Dendi Purnomo mengenakan baju tahanan, bersebo dan terborgol saat dimunculkan pada konferensi pers di Mapolda Kepri, selasa (24/10) : © batamnews

Tangan Dendi terborgol. Tidak ada kata-kata yang terlontar dari mulutnya.

Sampai sebelum tertangkap dalam OTT, Dendi Purnomo diketahui merupakan pejabat terlama yang menduduki posisinya di urusan Lingkungan Hidup pemerintah kota Batam. Sebelum lembaga yang dipimpinnya beralih menjadi dinas, Pria ini juga memimpin instansi Lingkungan Hidup di pemko Batam saat berstatus sebagai sebuah Badan selama bertahun-tahun.

Dendi Purnomo awalnya merupakan karyawan di Otorita Batam sebelum memutuskan hijrah ke Pemerintah Kota Batam. Ia juga menangani soal lingkungan hidup, Amdal dan limbah di institusi sebelumnya. Begitu hijrah, ia langsung menduduki posisi sebagai kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Batam. Setahun terakhir, badan yang dipimpinnya berubah menjadi sebuah dinas. Dendi juga tetap kokoh memimpin Dinas tersebut dengan perluasan wewenang melingkupi masalah persampahan.

“Menurut aturan, bila terbukti bersalah, dia bisa dipecat”, ujar seorang rekannya yang juga mantan pejabat di lingkungan pemerintah kota Batam.

Lantas, jika begitu, tamatkah karier Dendi?

(dha/abi/zhr)

Continue Reading

Batam Only!

Alokasi 25 Titik Lahan Dibatalkan

USAI pergantian pimpinan, BP Batam telah melakukan pemanggilan terhadap pemilik 198 lahan tidur seluas 1.735,15 hektare.

“Dari `98 titik dibagi lagi menjadi titik belum terevaluasi dan sudah terevaluasi,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono dikutip Batam Pos, Sabtu (21/10) kemarin.

Ada 126 lokasi yang dapat dievaluasi terdiri dari 25 titik telah dibatalkan seluas 257,16 hektar. Kemudian 20 titik seluas 102,05 hektar telah dilakukan pemanggilan lewat media massa. 47 titik 329,77 hektar sedang dalam proses pembangunan dan pengurusan dokumen perizinan dan 34 titik masuk dalam status evaluasi ditingkatkan alias menaikkan status pemanggilannya dari Surat Peringatan (SP) pertama ke SP kedua dan seterusnya.

Sedangkan sisanya ada 72 lokasi dengan luas 939,31 hektar yang belum dapat dievaluasi. Ada bermacam-macam alasannya. Alasan pertama adalah karena 44 titik seluas 688,88 hektar ternyata belum memiliki status Hak Pengelolaan Lahan (HPL), namum terlanjur dialokasikan.

Kemudian 24 titik seluas 248,80 hektar masih dalam sengketa atau tumpang tindih dengan lahan lainnya. Dua titik seluas 1,27 hektar ternyata merupakan aset pemerintah yang perlu diverifikasi ulang dan dua titik lagi seluas 0,36 hektar masih belum prioritas.

“Tindakan yang dilakukan masih tetap sama dengan pemanggilan melalui media massa karena banyak juga perusahaan yang tidak hadir karena belum dapat informasi pemanggilan,” katanya lagi.

Pekerjaan pimpinan baru BP Batam akan sangat panjang. Karena total luas lahan tidur di Batam mencapai 7.561 hektar dari 2.663 lokasi dan saat ini baru 1.735 hektar yang dipanggil atau baru 20 persen.

(*)

 

Continue Reading

Trending