Connect with us

Gaptek? Gak Lah!

Aturan Internasional untuk Power Bank di Pesawat

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Ilustrasi catu daya mandiri (power bank)

MENTERI Perhubungan, Budi Sumadi, menjelaskan, ketentuan tentang catu daya pengisi mandiri atau power bank merupakan ketentuan internasional.

Aturan itu ada dalam peraturan organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan telah dituangkan dalam surat edaran oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub

“Itu peraturan internasional, kita menuruti aturan ICAO, tidak menambah, tidak mengurangi,” katanya seperti dikutip dari Antara, usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR/MPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa.

Dia meminta masyarakat untuk memahami peraturan itu demi keselamatan penerbangan dan ia akan mencarikan solusi, seperti memasang fasilitas bebas mengisi daya perangkat elektronik.

“Bukankah kita ingin setara dengan negara-negara yang memiliki tingkat keselamatan secara baik. Indonesia sudah mencapai suatu lompatan tingkat keselamatan dari 100 sekian menjadi 55. Kita mengikuti aturan internasional dan mengharapkan warga atau penumpang memahami, kami minta maaf termasuk saya, juga terinterupsi, kita carikan agar pemilik ponsel tetap nyaman,” katanya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menerbitkan surat edaran keselamatan terkait ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan pada pesawat udara.

Surat edaran ini ditujukan pada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di atau dari wilayah Indonesia.

Peraturan itu muncul sebagai upaya nyata perlindungan keselamatan dalam penerbangan di Indonesia.

Mengingat baru-baru ini terjadi ledakan kebakaran catu daya mandiri akibat meledaknya power bank di tas jinjing yang diletakkan di rak atas dalam kabin pada penerbangan di China oleh maskapai penerbangan China.

Hal itu menjadi pengingat ke seluruh dunia terhadap potensi ancaman keselamatan penerbangan dengan adanya perkembangan teknologi dan kebiasaan sosial penumpang pesawat membawa catu daya mandiri kemana-mana.

Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, dikeluarkannya SE Nomor 015/2018 yang ditetapkan pada 09 Maret 2018 ini berkaitan potensi risiko bahaya meledak/kebakaran pada catu daya mandiri atau baterai lithium cadangan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi dalam penerbangan di China, yang menjadi alarm seluruh dunia terhadap potensi ancaman keselamatan penerbangan, perihal dampak perkembangan teknologi dan kebiasaan sosial orang membawa catu daya mandiri ke mana-mana.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Surat edaran ini untuk mencegah agar hal tersebut tidak terjadi di Indonesia. Mengingat sudah ada kejadian dan kajian terkait bahayanya membawa power bank dan baterai lithium cadangan dengan ukuran daya tertentu pada penerbangan,” katanya.

Dengan demikian, katanya, pihaknya mengawasi dari awal terutama terkait besaran daya dari peralatan-peralatan tersebut.

“Hanya peralatan dengan daya yang besar yang kami tangkal, yang kecil silakan saja dengan perlakuan tertentu sesuai aturan, hal ini juga mulai diatur di berbagai negara maju dalam hal penerbangan, yang selalu responsif demi menjaga keselamatan penerbangan” ujarnya.

Menurut Santoso, pencegahan ini sangat perlu karena terkait dengan keselamatan penerbangan yang tidak bisa ditawar.

Dengan adanya surat edaran itu, petugas regulator dan operator di lapangan mempunyai pegangan terhadap penanganan barang-barang tersebut baik di bandara maupun di saat penerbangan.

Dia berharap surat edaran ini dapat dilaksanakan dengan baik, berkesinambungan dan penuh tanggung jawab.

Petugas di lapangan harus dilatih dan diinformasikan terkait surat edaran ini dengan baik, termasuk diantaranya juga dengan memberi informasi yang jelas kepada para penumpang dan melakukan pemeriksaan tetap dengan simpatik.

Di sisi lain, dia juga mengimbau para penumpang untuk mengikuti dan mematuhi ketentuan dalam aturan tersebut serta bekerjasama dengan petugas terkait segala sesuatu pengaturan dalam surat edaran itu demi keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Karena keselamatan dan keamanan penerbangan adalah tanggung jawab bersama semua pihak, baik regulator, operator, maupun penumpang,” katanya.

Surat Edaran itu, maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan.

Maskapai juga harus memastikan catu daya mandiri atau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat udara harus memenuhi beberapa ketentuan, di antaranya bahwa “power bank” atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain.

“Maskapai harus melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank pada saat penerbangan,” katanya.

Powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat.

Peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (Watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh. Sedangkan peralatan yang mempunyai daya per jam (Watt-hour) lebih dari 100 Wh (Wh < 100) tapi tidak lebih dari 160 Wh dan harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang.

Untuk peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 160 Wh atau besarnya daya per jam (watt-hour) tidak dapat diidentifikasi, maka peralatan tersebut dilarang dibawa ke pesawat udara.

Untuk peralatan powerbank atau baterai lithium cadangan yang tidak mencantumkan keterangan jumlah Wh maka perhitungan jumlah Wh dapat diperoleh dengan beberapa cara seperti yang tercantum di surat edaran itu.

Apabila jumlah tegangan/ voltase (V) dan jumlah arus/ kapasitas (Ah) diketahui maka perhitungan daya per jam (Wh) dapat dikalkulasikan dengan rumus E= V x I.

E= daya per jam, satuannya adalah Watt-hour (Wh), V= tegangan, satuannya adalah Volt (V) dan I= arus, satuannya adalah Ampere (Ah).

Apabila hanya diketahui miliampere (mAh) maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1.000. Contohnya jika jumlah voltase 5 V dan jumlah kapasitas 6.000 mAh, maka jumlah daya per jam adalah 6.000 mAh : 1.000 = 6 Ah. Sedangkan daya per jamnya adalah 5 V x 6 Ah = 30 Wh sehingga masih boleh dibawa dalam penerbangan.

Untuk semua penyelenggara bandar udara diinstruksikan untuk menginfomasikan kepada setiap penumpang dan personel pesawat udara terkait ketentuan membawa catu daya mandiri atau baterai lithium cadangan pada pesawat udara sebagaimana tercantum dalam ketentuan di atas.

Penyelenggara bandara harus memastikan penumpang dan personel pesawat udara tidak membawa catu daya mandiri atau baterai lithium cadangan dalam bagasi tercatat serta harus memastikan daya per jam catu daya mandiri atau baterai lithium cadangan yang ditemukan saat pemeriksaan keamanan di titik pemeriksaan leamanan sesuai dengan ketentuan-ketentuan di atas.

Selain itu penyelenggara bandara juga harus segera menindaklanjuti surat edaran ini dengan membuat prosedur operasi standard, sedangkan kepada kantor otoritas bandar udara di seluruh Indonesia diinstruksikan untuk melaksanakan pengawasan atas pelaksanaan surat edaran ini.

 

Sumber : Antara

 

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Inspirasi5 jam lalu

Membuat Kebun Hidroponik di Lahan Yang Terbatas

KAMU ingin memiliki kebun sayur atau tanaman lainnya, tetapi tinggal di perkotaan dengan  lahan terbatas? Kebun hidroponik bisa menjadi solusinya....

Film Film Film23 jam lalu

Menebar Inspirasi Dalam Keluarga Cemara

HOROR, drama-komedi, drama-tragedi, action, sejarah, superhero. Sejak beberapa tahun belakangan tema-tema film itu berseliweran di berbagai bioskop tanah air. Terhitung langka film...

Gaptek? Gak Lah!24 jam lalu

Ada Kebocoran 6,8 Juta Photo Pengguna Facebook

PRIVASI pengguna jejaring sosial Facebook lagi-lagi dilanggar. Jumat (14/12/2018) waktu Amerika Serikat (AS), Facebook mengakui adanya kebocoran foto pribadi milik...

Hidup Sehat4 hari lalu

Yang Membedakan Suara Kentut Orang Berbeda-Beda

KAMU mungkin pernah sesekali menahan kentut saat sedang dikelilingi banyak orang. Bukan cuma takut tiba-tiba muncul bau busuk, tapi juga...

Jalan-Jalan Plesir6 hari lalu

Di Kesejukan Hutan dan Air Terjun Pongkar

APA yang tersirat dalam benak anda saat berpikir mau melakukan wisata ke wilayah Kabupaten Karimun di Provinsi Kepulauan Riau? Kami...

Jalan-Jalan Plesir6 hari lalu

Sensasi Keindahan Kepri Dari Angkasa

KEPULAUAN Riau yang secara Geografis hampir 90 % wilayahnya dikuasai oleh lautan, memiliki keindahan tersendiri. Terutama alamnya. Keindahan alam Kepulauan...

Hidup Sehat1 minggu lalu

Makanan Yang Bisa Tangkal Proses Pikun

SALAH satu masalah penuaan paling umum terjadi adalah penurunan daya ingat atau pikun. Hasil penelitian terbaru menemukan cara pencegahannya yang...

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Robot Pembuat Ayam Goreng

TOKO retail Lawson di Jepang punya cara unik agar penyajian ayam gorengnya jauh lebih mudah dan cepat. Mereka memanfaatkan robot Karaage-kun, robot pembuat...

Pop & Roll1 minggu lalu

Pernikahan Mewah Nick Jonas dan Priyanka Chopra di Delhi

PRIYANKA Chopra, aktris ternama film India serta serial televisi AS, dan Nick Jonas dari Jonas Brothers merayakan pernikahan mereka pada...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Punya Pengasuh Instagram? Kenapa Tidak

PARA turis kini bisa benar-benar menikmati liburan jauh dari gawai tanpa perlu sibuk memikirkan nasib akun media sosial telantar. Urusan...