Connect with us

Batam Only!

Cetar Akhir Tahun Bersama Bright PLN Batam

nien bagaskara

Published

pada

Ilustrasi : istimewa

PROGRAM “Cetar” (Cepat Terang Akhir Tahun) kembali berlanjut untuk masyarakat Batam di bulan Desember ini.

Program “Cetar” ini adalah program untuk memudahkan masyarakat dalam menikmati listrik bright PLN Batam. Dalam program “Cetar”, pelanggan dibebaskan dari Biaya Penyambungan (BP) dan Uang Jaminan Langganan (UJL) dengan syarat ketentuan berlaku.

“Ini merupakan program kejutan kami untuk masyarakat Batam, mengingat masih banyak animo masyarakat untuk melakukan pasang baru namun terkendala biaya dan masalah administrasi lainnya,seperti PLN Fair kemarin pendaftaran untuk pasang baru ternyata melebihi target perusahaan,” ujar Bukti Panggabean Manajer of Public Relation bright PLN Batam.

Program yang rencananya akan dilaksanakan 2 (dua) hari mulai tanggal 6 Desember hingga 7 Desember 2017 akan membidik golongan rumah tangga (R1/2200 VA).

“Ini adalah program “Cetar” kedua bright PLN Batam setelah akhir November digelar perdana dengan total pendaftar 2.174 calon pelanggan di 4 (empat) area pelayanan bright PLN Batam “Jelas Bukti.

Masih seperti “Cetar” November lalu , bright PLN Batam membuka pendaftaran di 4 (empat) area retail Pelayanan yaitu Batam Centre/Imperium, Nagoya, Batuaji, dan Tiban.

Program “Cetar” bright PLN Batam memberikan beberapa kemudahan bagi pelanggan. Pertama pelanggan tidak dipungut biaya penyambungan. Kedua pelanggan tidak harus menunggu lama untuk menikmati listrik.

“Bagi calon pelanggan yang ingin mendaftar diharapkan membawa syarat-syarat diantaranya foto copy KTP, foto copy bukti kepemilikan rumah dan foto dengan jaringan terdekat atau tiang terdekat, agar calon pelanggan tidak bolak balik mengingat program hanya dilaksanakan beberapa hari saja, “ tambah Bukti.

Dengan mengikuti program “Cetar” tersebut, calon pelanggan nantinya akan dikenakan tarif multiguna selama 3 (tiga) tahun menjadi pelanggan bright PLN Batam, setelah itu akan dikembalikan menjadi pelanggan regular tarif Rumah Tangga.

“Inilah yang dapat kami berikan untuk masyarakat Batam, salah satu program bright PLN Batam yang dapat dinikmati masyarakat Batam secara langsung . Selain program-program sosial kemasyarakatan lainnya melalui CSR dan program pelayanan seperti Granada (Gratis Naik Daya). Pada intinya keuntungan yang bright PLN Batam dapat selama ini akan kembali ke masyarakat Batam dan membangun Batam khususnya”, tutup Bukti.

(vie/*)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Batam Only!

Sosialisasi Percepatan Realisasi Investasi di Batam

iqbal fadillah

Published

on

BP Batam menggelar percepatan realisasi investasi di pulau Batam. Melalui sosialisasi yang digelar, mereka ingin melakukan percepatan perizinan berusaha serta meningkatkan koordinasi dan  sinkronisasi perizinan satu pintu.

 

 

 

Continue Reading

Batam Only!

Dana Pusat Rp 934 Miliar Untuk Batam

Mike Wibisono

Published

on

Ilustrasi

BATAM bakal menerima dana dari pusat pada 2018 sebesar Rp 934,697 miliar. Terdiri dari dana bagi hasil (DBH) pajak Rp 147,0 miliar, DBH sumber daya alam Rp 14,3 miliar, dana alokasi umum Rp 599,0 miliar, dana alokasi khusus (DAK) fisik Rp 80,4 miliar, dan DAK non fisik Rp 93,7 miliar. DIPA total ini turun dibandingkan yang diterima Kota Batam tahun 2017 sebesar Rp 963,792 miliar.

Penyerahan DIPA dilaksanakan di Gedung Daerah Kepri di Kota Tanjungpinang, Senin (11/12) kemarin.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kepri Heru Pudyo Nugroho mengatakan penyerahan DIPA ini sebagai tindaklanhut penyerahan DIPA induk kementerian lembaga.

“Penyerahan DIPA di Provinsi Kepri dilaksanakan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Dan paling awal dari seluruh daerah provinsi di Indonesia. Kami apresiasi langkah Gubernur yang mempercepat proses penyerahan ini,” kata Heru.

Ia berharap dengan penyerahan DIPA lebih awal, proses pelaksanaan anggaran dapat dikerjakan lebih cepat juga.

Tahun ini Kepri menerima 333 DIPA satuan kerja kementerian lembaga dan pemerintah daerah. Nilainya Rp 6,91 triliun, naik 1,2 persen dibanding 2017 Rp 6,13 triliun.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan ada catatan khusus Presiden RI, Joko Widodo saat penyerahan DIPA ke provinsi beberapa waktu lalu. Presiden berpesan jangan sampai kegiatan inti lebih kecil dari pendukungnya.

Saat itu, kata Nurdin, Presiden mencontohkan kegiatan pemulangan TKI misal dianggarkan Rp 3 miliar. Biaya pemulangan TKI yang terpakai hanya Rp 500 juta, selebihnya untuk rapat, studi banding, dan sebagainya.

“Tapi itu hanya contoh. Bukan berarti pemulangan TKI seperti itu. Saya rasa ini juga hal yang bagus, menjadi catatan kita semua,” kata Nurdin.

Dan kepada seluruh instansi penerima DIPA, ia berharap agar segera melaksanakan kegiatan terkait. Sehingga diharapkan dapat selesai lebih awal.

Menjawab catatan Gubernur tersebut, Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan Pemerintah Kota Batam sudah lebih dulu menjalankannya. Pertama tentang proses kegiatan yang dimulai lebih awal, sudah dilaksanakan Pemko Batam.

“Saya sudah jalan duluan. Berkas sudah saya siapkan. Batam sudah jalan itu,” kata Rudi.

Begitu juga pesan tentang anggaran kegiatan inti yang harus lebih besar dari kegiatan pendukung. Menurut Rudi Pemko Batam juga sudah menerapkannya.

“Honor kegiatan sudah dihilangkan. Seremonial pada kegiatan juga sudah saya kurangi,” ujarnya.

Ia akui DIPA tahun ini berkurang sedikit dari tahun berjalan. Selain itu target mendapatkan dana insentif pun belum bisa terwujud meski APBD 2018 tepat waktu ditetapkan. Karena penetapan APBD tahun berjalan tidak tepat waktu.

“Tahun lalu kita tidak tepat waktu. Kalau tidak salah itu harus tiga kali baru dapat,” kata Rudi.

 

Sumber : Media Center Batam

 

Continue Reading
Advertisement

Kami di Facebook

Trending