Connect with us

Film Film Film

COCO Masih di Atas, THE LAST JEDI Siap Menyodok!

Zilfia Sarah

Published

pada

Foto : cnet.com

SEPANJANG pekan kemarin, Tidak ada film baru yang mendobrak 10 besar box office di Amerika Serikat. Mungkin karena pekan depan ada Star Wars Episode VIII: The Last Jedi yang hampir pasti bakal mendominasi box office.

Bisa jadi para produser takut untuk merilis film pada pekan lalu atau pekan ini yang pada akhirnya harus bersiap ditelan Star Wars, pekan depan.

Seperti jalan di tempat, urutan enam film teratas pada akhir pekan lalu sama persis dengan pekan sebelumnya. Dari enam film itu, Justice League yang duduk di posisi kedua bisa dikatakan paling merana.

Sebab, penurunan film superhero tersebut menurun jauh –nyaris 60 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Padahal empat film lain hanya menurun pada kisaran 40 persen.

Justice League memperoleh US$16,6 juta sehingga total perolehannya mencapai US$197,3 juta. Kelihatannya angka itu cukup besar, tapi perlu diingat bahwa ongkos produksinya sangat masif –dikabarkan mencapai US$300 juta.

Seperti pekan lalu, Warner Bros selaku distributor Justice League masih tertolong dengan pendapatan film garapan Zack Snyder itu dari pasar luar negeri. Kini total perolehan film kelima DC Extended Universe itu sudah mencapai US$567,4 juta dari seluruh dunia.

Dengan angka US$84 juta, Tiongkok adalah penyumbang kedua terbesar setelah Amerika Serikat (AS). Sementara Indonesia menyumbang US$9,1 juta.

Coco masih berada di puncak klasemen dengan perolehan US$26,1 juta, unggul sekitar US$10 juta dari Justice League. Kini total pendapatannya di AS sudah melebihi US$100 juta. Dari seluruh dunia, total jenderal sudah US $280 juta.

Meski demikian angka tersebut belum mampu mengangkat Coco dari urutan buncit daftar 19 film garapan Pixar. Namun perjalanan Coco masih panjang sebab baru memasuki pekan kedua di AS.

Setidaknya, film mengenai bocah yang tersesat dalam sebuah daerah penuh warna bernama Land of the Dead itu kemungkinan bakal bisa mengejar The Good Dinosaur (2015) yang ada di urutan 18 karena “hanya” memperoleh US$332 juta.

Berada di posisi ketiga adalah Wonder yang memperoleh US$12,5 juta sehingga total pendapatannya dari pasar AS mencapai US$88. Namun film yang dibintangi Julia Roberts dan Jacob Tremblay ini lemah di luar negeri karena hanya mengantongi US$12,2 juta.

Ini hal yang wajar lantaran masih banyak negara yang belum dijamah Wonder, termasuk Indonesia. Wonder merupakan sebuah film yang kemungkinan mengincar Oscar –karena diluncurkan akhir tahun– pada Februari 2018.

Film garapan sutradara Stephen Chbosky ini diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh R. J. Palacio. Kisahnya humanis, mengenai penindasan yang terjadi pada seorang anak dengan kelainan di wajahnya.

Inilah 10 film terlaris di Amerika Serikat pada periode 17-19 November 2017, dilansir dari Box Office Mojo.

1. Coco – US$26,1 juta (total US$108 juta – pekan 2)

2. Justice League – US$16,6 juta (US$197,3 juta – pekan 3)

3. Wonder – US$12,5 juta (US$88 juta – pekan 3)

4. Thor: Ragnarok – US$9,7 juta (US$291,4 juta – pekan 5)

5. Daddy’s Home 2 – US$7,5 juta (US$82,8 juta – pekan 4)

6. Murder On The Orient Express – US$6,7 juta (US$84,8 juta – pekan 4)

7. Lady Bird – US$4,54 juta (US$17,1 juta – pekan 5)

8. Three Billboards Outside Ebbing, Missouri – US$4,53 juta (US$13,7 juta, pekan 4)

9. The Star – US$4 juta (US$27,3 juta – pekan 3)

10. A Bad Moms Christmas – US$3,5 juta (US$64,8 juta – pekan 5)

 

Sumber : Box Office Mojo / Beritagar

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Film Film Film

Raisa dan Isyana Sarasvati Ramaikan “Ayat Ayat Cinta 2”

nien bagaskara

Published

on

NAMA Raisa, Rossa dan Isyana Sarasvati juga dilibatkan dalam film Ayat-Ayat Cinta 2 (AAC 2) selain Fedi Nuril serta Dewi Sandra dan Tatjana Saphira.

Ketiganya dipercaya sebagai pengisi soundtrack film tersebut.

“Tiga diva ini rencananya Rossa, Raisa sudah siap lagunya, juga Isyana Sarasvati. Nanti Kamis press conference,” kata Manoj Punjabi, produser flm Ayat Ayat Cinta 2 di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).

Dipilihnya Raisa, Rossa, dan Isyana Sarasvati, kata Manoj, lantaran mereka memiliki kredibilitas tinggi dalam dunia musik. Sebelumnya, Manoj juga menyebut nama Krisdayanti.

Saya lihat lagu ini, empat-empatnya ini bakal jadi hits. Nanti pokoknya tunggu saja. Pasti masuk ke filmnya akan kami jahit. Nanti tunggu satu persatu pokoknya,” jelas Manoj.

CEO MD Place itu juga memastkan para pengisi AAC 2 bukan sekadar pemanis.

“Mereka (Raisa, Isyana Sarasvati, Rossa dan Krisdayanti) nyanyinya bukan sekadar tempelan ya. Pertimbangan khusus, pemilihannya siapa yang terbaik, mereka bisa all out. Diva-diva ini semua oke. Jadi itu semangat antusias Ayat Ayat Cinta tinggi,” tandas Manoj.

Ayat Ayat Cinta 2 sendiri bakal tayang perdana di bioskop pada 21 Desember 2017 mendatang.

(*/yur)

 

 

Continue Reading

Film Film Film

“Murder on The Orient Express” dalam Film

Mike Wibisono

Published

on

PENGGEMAR kisah misteri masa lalu, pasti mengenal pengarang Agatha Christie dan salah satu karya fenomenalnya berjudul Murder on the Orient Express.

Kisah yang ditulis di tahun 1934 tersebut disebut-sebut sebagai kisah misteri terbaik di dunia.

Nah, kabar baiknya, Anda kini bisa menyaksikan interpretasi dari kisah tersebut sebagai film di layar lebar.

Murder on the Orient Express bercerita tentang misteri pembunuhan di kereta Orient Express. Di kisah ini Christie kembali menampilkan detektif terkenalnya, Hercule Poirot untuk membongkar pembunuhan tersebut.

Yang membuat kisah ini begitu menonjol dibandingkan kisah Christie yang lain adalah pelaku pembunuhan dan metode pembunuhan yang begitu unik.

Sebagai salah satu kisah Christie yang begitu terkenal, ini bukan kali pertama kisah tersebut diadaptasi menjadi film. Sebelumnya Murder on the Orient Express pernah diadaptasi menjadi serial televisi dengan David Suchet sebagai Hercule Poirot.

Ide mengadaptasi film ini di zaman modern dikemukakan oleh 20th Century Fox di tahun 2013. Tak lama berselang, Fox menunjuk aktor dan sutradara Kenneth Branagh sebagai sutradaranya.

Beberapa waktu kemudian beredar kabar bahwa Branagh juga akan memerankan tokoh Hercule Poirot. Kalau dilihat dari rekam jejaknya, Branagh memang aktor berbakat yang berkali-kali mendapat nominasi Oscar.

Foto : Tangkapan layar Youtube

Namun, kalau dibandingkan dengan tokoh Hercule Poirot yang berkebangsaan Belgia dan bertubuh kecil, rasanya kurang pas.

Setelah beberapa tahun hanya menjadi wacana, film ini kembali ramai diperbincangkan saat muncul di Festival Film Cannes 2017. Murder on the Orient Express terbukti menjadi film yang bertabur banyak bintang, sebut saja Penelope Cruz, Judi Dench, Johnny Depp, Daisy Ridley, dan Leslie Odom Jr.

Foto : imgur

Dilihat dari jajaran aktrisnya, tampaknya pihak produser ingin membuat film ini kaya ‘warna’, dengan mempekerjakan aktor dan aktris kulit berwarna. Jika ditilik dari kisah asli karangan Christie, kisah ini hanya menghadirkan tokoh kulit putih yang berasal dari Swedia, Italia, dan Inggris.

Sementara untuk latar belakangnya sendiri, film ini masih mempertahankan latar Inggris di abad ke-20. Jadi bisa dipastikan Anda akan melihat busana-busana klasik di tahun tersebut.

Meskipun berlatar belakang klasik, ada satu hal yang agak menganggu saat menyaksikan trailer terbaru dari film ini. Apalagi kalau bukan soundtrack yang dinyanyikan oleh group rock, Imagine Dragons.

Sepertinya musik rock kurang sesuai menjadi lagu OST dari sebuah film yang berlatar belakang abad ke-20, ya.

(*)

 

Continue Reading
Advertisement

Kami di Facebook

Trending