Connect with us

Uang

DAU Dan DAK Daerah Bisa Dipotong Bila Tunggak Pembayaran Iuran Kesehatan

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Ilustrasi uang : istimewa

KEMENTERIAN keuangan bakal memberlakukan kebijakan penundaan hingga pemotongan Dana Alokasi umum (DAU) dan Dana Alokadi Khusus (DAK) daerah yang menunggak pembayaran iuran kesehatan.

Pertimbangan itu berdasarkan Undang-Undang mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Penyaluran transfer ke Daerah dan Dana Desa dapat dilakukan penundaan dan/atau pemotongan dalam hal daerah menunggak membayar iuran yang diwajibkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada 4 Desember 2017, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 183/PMK.07/2017 tentang Tata Cara Penyelesaian Tunggakan Iuran Jaminan Kesehatan Pemerintah Daerah Melalui Pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan/atau Dana Bagi Hasil (DBH).

Disebutkan dalam PMK ini, pemotongan DAU dan/atau DBH dilakukan terhadap Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupatan/Kota) yang mempunyai Tunggakan, yang telah melampaui  jangka waktu 1 (satu) tahun, yang sudah dilakukan upaya penagihan secara optimal oleh BPJS Kesehatan.

“Pemotongan DAU dan/atau DBH diperhitungkan sebagai penyelesaian Tunggakan,” bunyi Pasal 2 ayat (3) PMK ini.

Sebelum dilakukan pemotongan dimaksud, menurut PMK ini, BPJS Kesehatan akan melakukan rekonsiliasi dengan Pemerintah Daerah untuk menentukan besaran Tunggakan berdasarkan  bukti-bukti yang dimiliki oleh masing-masing pihak.

Dalam hal Pemerintah Daerah tidak bersedia melakukan rekonsiliasi, dan/atau tidak menyepakati sebagian atau seluruh jumlah Tunggakan, maka BPJS Kesehatan dapat meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit atas besaran Tunggakan Pemerintah Daerah.

Selanjutnya, berdasarkan hasil audit sebagaimana dimaksud, Direktur Utama BPJS Kesehatan atau pejabat yang ditunjuk, menetapkan besaran Tunggakan masing-masing Pemerintah Daerah. Selain itu, berdasarkan penetapan besaran Tunggakan sebagaimana dimaksud , Direktur Utama BPJS Kesehatan atau pejabat yang ditunjuk menyampaikan surat permintaan  pemotongan DAU dan/atau DBH sebagai penyelesaian Tunggakan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.

Berdasarkan surat permintaan sebagaimana dimaksud, menurut PMK ini, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan melakukan perhitungan besaran dan tahapan pemotongan DAU/atau DBH, yang dilakukan dengan mempertimbangkan besarnya permintaan pemotongan, besarnya penyaluran, sanksi pemotongan dan/atau penundaan lainnya, serta Kapasitas Fiskal Daerah yang bersangkutan.

Selanjutnya, hasil perhitungan sebagaimana dimaksud ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan atas nama Menteri Keuangan.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud, Kuasa Pengguna Anggaran Bendahara Umum Negara Transfer Dana Perimbangan melaksanakan pemotongan DAU dan/ atau DBH, dilaksanakan pada saat proses penerbitan Surat Permintaan Pembayaran dan Surat Perintah Membayar penyaluran DAU dan/atau DBH,” bunyi Pasal 7 ayat (1,2) PMK ini.

Dana hasil pemotongan DAU dan/atau DBH untuk penyelesaian Tunggakan, menurut PMK ini,  dicatat dengan menggunakan kode akun Penerimaan Nonanggaran, yang  merupakan komponen.

Penerimaan Dana Perhitungan Pihak Ketiga sebagai bagian dari iuran Pemerintah Daerah.

“Peraturan Menteri  ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, “ bunyi Pasal 10 PMK Nomor: 183/PMK.07/2017, yang diundangkan oleh Dirjen Perundang-undangan Kementerian  Hukum dan HAM, Widodo Ekatjahjana pada 4 Desember 2017 itu

 

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Inspirasi2 minggu lalu

Online Shop, Cara Bertahan di Era Digital

USAHA Online shop merupakan alternatif pilihan yang ada bagi pelaku usaha konvensional agar tetap dapat bertahan di era digital seperti...

Pop & Roll2 minggu lalu

“Beautiful Girls” di Piala Dunia 2018

MAGNET perhelatan piala dunia menarik banyak orang untuk menyimaknya. Bukan hanya melalui layar kaca televisi atau perangkat telepon pintar! Tapi...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Menghasilkan Uang dari Waktu Luang

KAMU punya waktu luang? Selain bisa dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak, nggak ada salahnya jika mencoba peluang-peluang bisnis berikut ini. Waktu...

Bincang3 minggu lalu

Angka Perceraian di Batam Melonjak

ANGKA Perceraian di Kota Batam kembali menunjukkan angka yang fantastis. Pelemahan ekonomi yang saat ini sedang dialami di Kota Batam...

Otto Keren!3 minggu lalu

Sensasi Berkendara di Mobil Listrik BMW

MOBIL listrik hadir menjanjikan pengalaman berkendara yang baru dan berbeda dibanding kendaraan konvensional (berbahan bakar bensin atau Diesel) seperti yang...

Pop & Roll3 minggu lalu

5 Emoji yang Sering Disalah Arti

SAAT ini warganet pasti sudah tidak asing lagi dengan aplikasi perpesanan WhatApp. Setiap hari, aplikasi ini digunakan oleh banyak orang...

Hidup Sehat3 minggu lalu

Seruput Kopi untuk Turunkan Resiko Penyakit Jantung

SEBUAH penelitian menyebut resiko penyakit jantung bisa turun bila minum kopi tanpa pemanis atau gula. Baru-baru ini sebuah penelitian mengaitkan...

Pilihan gowest.id3 minggu lalu

Mengapa Anak ada yang Cadel?

APAKAH di keluarga kamu ada yang sulit mengucapkan huruf R? Di Indonesia hal ini biasa disebut cadel. Sebenarnya apa penyebabnya?...

Pop & Roll3 minggu lalu

Cewek Pilih Sneaker atau High Heels?

SEPATU model high heels atau sepatu hak tinggi sering diidentikkan dengan para cewek. Alasannya, karena alas kaki tersebut sering dipakai para...

Pop & Roll4 minggu lalu

Gaya Rambut Para Bintang di Piala Dunia

AJANG Piala Dunia sudah berlangsung beberapa hari ini. Akan terus berlangsung hingga berakhir pada 15 Juli 2018 mendatang. Seperti lazimnya,...