Terhubung Dengan Kami

Khas

Dua Alasan KPAI Persoalkan Audisi PB Djarum

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Audisi PB Djarum : Okezone

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mempersoalkan audisi PB Djarum, Audisi Umum Beasiswa PB Djarum, yang dianggap mengeksploitasi anak-anak.

Kritik yang disampaikan KPAI berujung pada keputusan Djarum Foundation menghentikan audisi tersebut mulai 2020.

Respons yang muncul juga beragam. Ada yang mendukung KPAI, ada pula yang kontra.

Apa alasan yang mendasari KPAI memberikan catatan atas penyelenggaraan audisi PB Djarum?

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty, melalui keterangan tertulis, Senin (9/9/2019), mengataan, ada dua alasan yang menjadi dasar KPAI mengkritik audisi atlet muda bulu tangkis itu.

Pertama, unsur eksploitasi secara ekonomi yang terjadi terhadap anak-anak yang menjadi pesertanya.

KPAI menghendaki tubuh dari anak-anak tidak dijadikan sebagai sarana promosi gratis bagi produk yang menguntungkan suatu entitas usaha.

Hal ini sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sitti menekankan, anak-anak harus dipastikan terbebas dari eksploitasi ekonomi dan mendapatkan perlindungan dari hal-hal tersebut.

Alasan kedua, adanya unsur denormalisasi produk rokok yang ditemukan KPAI dalam program beasiswa tersebut.

“Di mana anak dikenalkan bahwa rokok merupakan produk normal dengan menjadikan mereka ‘sahabat yang tidak berbahaya’. Hal ini memungkinkan anak bercengkerama dengan riang gembira dengan zat yang semestinya mereka jauhi,” kata Sitti seperti dilansir dari Kompas.com, Senin pagi.

Sitti menyebutkan, jika kedua unsur itu sudah tidak ditemukan, maka kegiatan audisi bisa digelar kembali.

Mengapa baru sekarang?

Ketika ditanya mengapa KPAI baru mempersoalkan hal ini sekarang, sementara audisi sudah berlangsung sejak 2006?

Menjawab hal ini, Sitti mengatakan, peraturan hukum menyangkut hal ini baru keluar pada 2014.

“PP 109 (tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan) baru ada di tahun 2012, UU Nomor 35 tentang Perlindungan Anak juga baru ada di 2014,” ujar Sitti.

Selain itu, lanjut dia, KPAI baru memiliki hasil riset yang menunjukkan adanya korelasi positif antara iklan rokok dengan tingkat penggunaannya di masyarakat.

“Pembuktian Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 tentang keterpaparan anak pada rokok adalah 7,2 persen. Terdapat korelasi akibat paparan iklan, dibuktikan dengan hasil Riskesda Tahun 2018 menjadi 9,2 persen padahal targetnya adalah 5,4 persen,” jelas dia.

Kaitannya dengan Djarum Foundation, Sitti menjelaskan, KPAI telah memanggil mereka untuk pertama kalinya pada Oktober 2018.

Akan tetapi, tidak ada titik temu yang disepakati.

“KPAI memanggil Djarum pertama kali Oktober tahun 2018, setelah ada pembuktian riset ini. Dan menyampaikan arahan-arahan untuk dilakukan perbaikan setelah itu. Namun, Djarum menolak, makanya keluar rekomendasi tersebut,” papar Sitti.

Ia meminta agar tak salah memahami maksud KPAI memberikan catatan atas penyelenggaraan audisi PB Djarum dan berkepala dingin merespons polemik ini.

“Artinya jika audisi dalam bentuk besar-besaran dan ekspose penuh media namun melanggar undang-undang, bisa ditinggalkan. Dan akan diganti dengan proses seleksi dengan skala yang lebih kecil, namun tidak melanggar undang-undang, pembinaan tetap berjalan,” kata Sitti.

Sementara itu, secara terpisah, Ketua KPAI Susanto mengatakan, pihaknya tidak berniat meminta penghentian audisi bulu tangkis untuk anak-anak yang diinisiasi PB Djarum.

“KPAI tidak terbesit niat untuk menghentikan audisi,” ujar Susanto dalam keterangan tertulisnya, seperti diberitakan Kompas.com, Senin pagi.

Ia mengatakan, KPAI justru mendukung adanya audisi dan pengembangan bakat serta minat anak di bidang bulu tangkis dan berharap audisi semacam ini terus berlanjut.

Akan tetapi, KPAI meminta, dalam penyelenggaraan audisi tidak boleh menggunakan nama merek, logo, dan gambar produk tembakau yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012. 

Sumber : Kompas

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Histori5 jam lalu

Sejarah Patung Merlion di Singapura

ADA yang belum tahu tentang patung Merlion yang merupakan ikon utama negara Singapura? Patung Merlion adalah patung berkepala Singa namun...

Inspirasi1 hari lalu

Lebih Fresh Setelah Facial Spa!

KURANG lebih 1 jam menjalani treatment, hasilnya bisa langsung dirasakan sendiri. Wajah jadi lebih fresh dan bersih. Dan, yang paling...

Jalan-Jalan Plesir1 hari lalu

CR Kupi, Kota Sabang, Suatu Siang

KOTA SABANG, Provinsi Aceh, suatu siang, di hari Selasa, 28 Agustus 2019. Di sebuah kedai kopi di jalan di samping...

Histori2 hari lalu

Riwayat Hidup Sultan Mahmud Riayatsyah

KERAJAAN Riau Lingga johor Pahang sejak Yang Dipertuan Besar Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah telah memantapkan kedudukan pusat kerajaan di Ulu...

NGOBROL EVERYWHERE2 hari lalu

NGOBROL EVERYWHERE – “BERTEMU HARI” (Coming Soon)

OMONGANNYA lepas. Hari juga orang yang santai. Ia gemar nongkrong di warung-warung kopi walau sudah dua kali berstatus Senator dari...

NGOBROL EVERYWHERE6 hari lalu

NGOBROL EVERYWHERE – HIKAYAT NAGOYA (SEJARAH BISNIS & WISATANYA)

SEBAGAI kota pulau urban, banyak cerita unik tentang Batam. Pulau yang ditinggali oleh mayoritas pendatang ini, sekarang memang sudah menjelma...

Pop & Roll6 hari lalu

Tiga Karakter Wanita di Lagu Hits 90-an dalam Film MELANKOLIA

FILM Generasi 90an: Melankolia bakal diproduksi Visinema Pictures bekerjasama dengan Toni Mulani Films (TMF). Film itu diangkat dari buku berjudul...

Ide7 hari lalu

Membuat Anak Gemar Menyikat Gigi

PUNYA anak usia di bawah tiga tahun (batita), jadi masa penuh perjuangan buat para ibu. Salah satunya untuk urusan menggosok...

Ide1 minggu lalu

Biar Nggak Kehabisan Ongkos Saat Traveling

BERLIBUR di destinasi impian tentunya merupakan sebuah pengalaman yang kamu cita – citakan. Perencanaannya bisa jadi berbulan – bulan. Mulai...

Histori1 minggu lalu

Sejarah Dan Silsilah Keluarga BJ Habibie

WAFATNYA Presiden ketiga RI, Prof. Ing BJ. Habibie menjadi duka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia. Salah satu putera terbaik bangsa...