Connect with us

Ini Batam

Gara-gara Kriteria, Kawasan Kumuh di Batam Melonjak

nien bagaskara

Dipublikasi

pada

Ilustrasi permukiman di Batam

JUMLAH kawasan kumuh yang ada di Batam mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan adanya perubahan kriteria ketentuan kawasan kumuh oleh pusat.

“Bertambanya cukup banyak, karena perubahan tersebut,” kata Kepala Disperakimtan Batam, Herman Rozi, Sabtu (10/2).

Ia menyebutkan kriteria yang dimaksud adalah ketersediaan hidran atau alat pemadam kebakaran di permukiman warga yang tinggal di rumah swadaya atau yang lebih dikenal dengan kavling.

“Ini yang masih sangat kurang kita. Kalau yang lain seperti jalan permukiman, drainase, hingga ketersediaan air bersih sudah lebih baik,” sebutnya.

Ia menyebutkan sebelumnya ada 517 hektar kawasan kumuh yang tersebar di 10 titik yang ada di Batam yakni, Tanjungpiayu (Seidaun, Kampungbagan, dan Tanjungpiayu laut), Mangsang (Mangsapermai, Bukitwiduri), Nuansa Jaya-Bukit Berbunga, Seibeduk, KSB Seilekop, KSB Seipelunggut, KSB Kabil, Tibankampung, Bengkongpalapa, Bengkongsadai, (Sadai, Bengkongdalam), dan Tanjungsengkuang.

“Ini sudah berkurang, karena adanya program PIK hingga KOTAKU dari pemerintah. Kalau tidak salah sekarang 100 hektar namun bertambah karena tidak adanya hidran,” bebernya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Batam Azman mengatakan pengadaan hidran tergantung dari anggaran yang ada. Saat ini baru ada 56 hidran yang disebar di permukiman warga.

“Itu selalu kami usulkan, namun tergantung anggaran,” sebutnya.

Ia menambahkan 56 hidran tersebut memang tersebar di kavling seperti i Bumi Perkemahan, dapur 12 dan tempat lainnya. Namun untuk jumahnya memang masih jauh dari yang diharapkan.

“Selain punya Pemko juga ada punya BP Batam. Mereka sudah ada 200 hidran,” imbuhnya.

Azman mengungkapkan tahun ini tidak ada pengadaan untuk hidran ini. Pihaknya akan mencoba mengusulkan di anggaran selanjutnya. “Ya, intinya kami tetap berusaha memenuhi ketersediaan hidran,” tutupnya. (yui/bpos/GoWest)

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar
Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Gaptek? No!23 jam lalu

Google Maps VS. Waze, Mana yang Unggul?

DUA aplikasi berikut ini menjadi andalan banyak orang saat bepergian. Ada yang memilih Google Maps. Ada juga yang lebih sreg...

Pop & Roll24 jam lalu

Kenali Perilaku Copet

COPET ialah kejahatan jalanan yang bisa saja terjadi pada diri kita. Tak cukup kita menyadarai kita telah kecopetan lalu teriak,...

Pop & Roll1 hari lalu

Cara Tak Benar Keringkan Celdam di Pesawat

SUNGGUH, jangan Anda tiru perilaku ini. Sebuah video viral di medsos. Seorang penumpang mengeringkan celana dalam memanfaatkan saluran angin yang...

Pop & Roll2 hari lalu

Rambo yang Dikabarkan Telah “Pergi’

BINTANG film Rambo, Sylvester Stallone kembali dikabarkan meninggal. Apakah benar? Pada akun Instagramnya, @officialstallone, Senin (19/2/2018) kemarin, pemeran John Rambo...

Gaptek? No!2 hari lalu

Panduan Registrasi Simcard Jelang Deadline

BATAS pendaftaran SIM card terus mendekati akhir. Meski angka nomor seluler prabayar yang melakukan registrasi terus meningkat, ada baiknya melihat...

Otto Keren!3 hari lalu

Ujicoba Mobil Terbang yang Gagal Total

REALISASI mobil terbang akan mendekati kenyataan. Banyak perusahaan melihat ke dalam mesin terbang yang bisa merevolusi cara barang dan manusia diangkut....

Pop & Roll3 hari lalu

Jadi Pembantu Rafi Ahmad Hingga Menunggang Spiderman

MENYUNTING foto merupakan salah satu hobi yang marak dilakukan anak muda. Aplikasi sejuta umat seperti Photoshop adalah yang sering digunakan....

Inspiring Story3 hari lalu

Bad or Good? (Jahat atau Baik)

DALAM hidup sering kali kita disuguhi drama kenyataan yang membuat kita mengambil sikap penilaian terhadap hal itu. Ini jahat. Itu...

Pop & Roll4 hari lalu

Road to The Chainsmokers, Panitia makin Pede

RATUSAN penonton yang didominasi anak muda terlihat antusias menikmati lagu di bawah sorot lampu gemerlap pada konser Road to The...

Otto Keren!5 hari lalu

Motor Keren, Hunter Scooter

KEREN. Luke Sommen bersama dengan timnya dari Australia mengembangkan sebuah modifikasi sekuter selama dua tahun. Dari tangan kreatif mereka lahirlah...