Terhubung Dengan Kami

Dunia

Hujan Buatan Untuk Atasi Kabut Asap di Malaysia

ilham kurnia

Dipublikasi

pada

Kabut Asap di Malaysia, Foto : Kompas/ BBC

MALAYSIA berencana untuk menaburkan awan buatan untuk menghasilkan hujan karena kualitas udara di banyak daerah di negara itu telah mencapai tingkat yang tidak sehat akibat kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Kabut asap yang pekat beberapa waktu terakhir memaksa otoritas negara bagian Serawak meliburkan seluruh sekolah di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil setelah Indeks Polutan Udara (API) di Malaysia dilaporkan melebihi angka 200 akibat karhutla yang diduga berasal dari upaya pembukaan lahan.

Seorang pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia, Gary Theseira, mengatakan negara itu sedang bersiap-siap melakukan penyemaian awan untuk mendorong hujan yang tidak kunjung datang selama musim kemarau.

“Bahan kimia akan dimuat dan pesawat akan lepas landas dan melakukan penyemaian awan,” katanya dilansir dari Strait Times, Selasa (10/9/2019)

Departemen meteorologi negara itu memperkirakan kondisi panas masih akan berlangsung, dan musim hujan diperkirakan baru akan tiba pada akhir September atau awal Oktober.

Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia mengatakan akan mengajukan keluhan kepada Indonesia karena kabut asap yang menyerbu masuk wilayahnya, dan menyerukan tindakan cepat yang harus diambil untuk memadamkan api.

Selain Malaysia, Singapura juga mengalami kondisi serupa pada hari ini. Udara di sana bercampur aroma dedaunan terbakar, meskipun indeks polutan tetap pada tingkat moderat tapi sejumlah warga mengeluhkan iritasi mata dan tenggorokan. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Singapura, Glen Chandra, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sejak Minggu (8/9).

“Tahun ini kabut asap yang terparah menurut saya. Sejak pagi saya sudah harus menggunakan masker hidung biar enggak sesak nafas,” ujar Glen di laman Beritagar.

Indonesia membantah

Tudingan karhutla Indonesia sebagai penyebab kabut asap tersebut ditepis oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo memastikan bantahan itu berdasarkan pantauan dan analisa data satelit.

“Tidak seperti yang diberitakan oleh media asing sebelumnya. Berdasarkan pantauan dan analisa data satelit, tidak ada sebaran asap yang terdeteksi di Sumatera yg melintas ke Semenanjung Malaysia,” ujar Mulyono dalam keterangan resmi dikutip Selasa (10/9).

BMKG mencatat sedikitnya 2.510 titik panas yang terpantau menyebar di seluruh wilayah Asia Tenggara. Seluruh titik panas itu terpantau oleh citra Satelit Terra Aqua MODIS, SNPP, NOAA20 dan Satelit Himawari-8 selama kurun 4-7 September 2019.

Pada citra satelit peringatan kebakaran hutan dan lahan, yang diolah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), hingga pukul 11.00 WIB hari ini, terpantau ada 813 titik panas yang tersebar di Pulau Kalimantan.

https://www.google.com/maps/d/u/0/viewer?mid=1-XzuDX3k6827pE2BYqcvtuaffexu95Dq&ll=-3.2190722981090882%2C119.57025900000008&z=5

Sebaran titik panas terbanyak terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah dengan jumlah mencapai 400 titik. Titik panas juga terdeteksi di wilayah perbatasan Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Menurut LAPAN, titik panas merupakan area yang memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan sekitarnya yang dapat dideteksi satelit.

Plh Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan pada akhir pekan kemarin kabut asap secara fluktuatif menyeberang ke wilayah Semenanjung Malaysia. Kondisi tersebut yang diduga menjadi pemicu transboundary haze pollution atau polusi lintas batas.

“Sejauh ini kondisinya masih aman. Pantauan hari ini, tidak ada yang melintasi batas,” ujar Agus seperti dilansir dari laman Beritagar.

Menurutnya, BNPB dan pemerintah daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia.

Untuk enam provinsi yang masuk prioritas penanganan, BNPB menerjunkan 9.072 personel. Mereka akan berpatroli, mengadakan sosialisasi, dan melakukan pemadaman darat. Ada juga pengerahan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli. Khusus di Provinsi Riau, dikerahkan pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Sumber : Straith Times / Beritagar

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Histori5 jam lalu

Sejarah Patung Merlion di Singapura

ADA yang belum tahu tentang patung Merlion yang merupakan ikon utama negara Singapura? Patung Merlion adalah patung berkepala Singa namun...

Inspirasi1 hari lalu

Lebih Fresh Setelah Facial Spa!

KURANG lebih 1 jam menjalani treatment, hasilnya bisa langsung dirasakan sendiri. Wajah jadi lebih fresh dan bersih. Dan, yang paling...

Jalan-Jalan Plesir1 hari lalu

CR Kupi, Kota Sabang, Suatu Siang

KOTA SABANG, Provinsi Aceh, suatu siang, di hari Selasa, 28 Agustus 2019. Di sebuah kedai kopi di jalan di samping...

Histori2 hari lalu

Riwayat Hidup Sultan Mahmud Riayatsyah

KERAJAAN Riau Lingga johor Pahang sejak Yang Dipertuan Besar Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah telah memantapkan kedudukan pusat kerajaan di Ulu...

NGOBROL EVERYWHERE2 hari lalu

NGOBROL EVERYWHERE – “BERTEMU HARI” (Coming Soon)

OMONGANNYA lepas. Hari juga orang yang santai. Ia gemar nongkrong di warung-warung kopi walau sudah dua kali berstatus Senator dari...

NGOBROL EVERYWHERE6 hari lalu

NGOBROL EVERYWHERE – HIKAYAT NAGOYA (SEJARAH BISNIS & WISATANYA)

SEBAGAI kota pulau urban, banyak cerita unik tentang Batam. Pulau yang ditinggali oleh mayoritas pendatang ini, sekarang memang sudah menjelma...

Pop & Roll6 hari lalu

Tiga Karakter Wanita di Lagu Hits 90-an dalam Film MELANKOLIA

FILM Generasi 90an: Melankolia bakal diproduksi Visinema Pictures bekerjasama dengan Toni Mulani Films (TMF). Film itu diangkat dari buku berjudul...

Ide7 hari lalu

Membuat Anak Gemar Menyikat Gigi

PUNYA anak usia di bawah tiga tahun (batita), jadi masa penuh perjuangan buat para ibu. Salah satunya untuk urusan menggosok...

Ide1 minggu lalu

Biar Nggak Kehabisan Ongkos Saat Traveling

BERLIBUR di destinasi impian tentunya merupakan sebuah pengalaman yang kamu cita – citakan. Perencanaannya bisa jadi berbulan – bulan. Mulai...

Histori1 minggu lalu

Sejarah Dan Silsilah Keluarga BJ Habibie

WAFATNYA Presiden ketiga RI, Prof. Ing BJ. Habibie menjadi duka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia. Salah satu putera terbaik bangsa...