Terhubung Dengan Kami

Khas

Jerat Aplikasi Berbahaya Pengguna Android

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Ilustrasi : © androidcentral

DALAM laporan keamanan Android tahun 2018, terungkap malware yang diinstal dari Google Play tumbuh 100 persen tahun lalu.

Indonesia adalah pasar Android ke-4 terbesar di dunia dan negara yang paling banyak menginstalnya dari Google Play Store.

Secara keseluruhan, lanskap aplikasi berbahaya (PHA) di Indonesia serupa dengan India, kemungkinan karena original equipment manufacturer (OEM) Android dan distributor yang menargetkan kedua negara ini serupa.

Artinya, PHA Android Indonesia berbahaya bagi pengguna. Apalagi, banyak PHA sudah diinstal pada perangkat yang dijual dan digunakan di Indonesia tanpa sepengetahuan pengguna.

Dari sepuluh PHA teratas di Indonesia pada tahun 2018, empat Trojan yang sudah diinstal sebelumnya menyamar sebagai aplikasi pengaturan sistem, aplikasi manajer font, atau aplikasi pencarian cepat.

Dua lainnya adalah aplikasi utilitas yang disusupi Trojan (aplikasi senter dan aplikasi kamera) yang vektor distribusinya tidak diketahui.

Agar pengguna Android tetap aman saat menggunakan gawainya, ada dua langkahyang bisa dilakukan untuk menghindari malware dan PHA lain.

Salah satu faktor risiko terbesar adalah mengunduh aplikasi di luar Google Play Store. “Perangkat yang hanya menginstal aplikasi dari Google Play 8 kali lebih kecil kemungkinannya terkena PHA,” begitu Google menjelaskan.

Ilustrasi : ist.

Sebaliknya, 0,68 persen perangkat yang menginstal aplikasi dari luar toko resmi Android lebih berisiko terdampak PHA pada 2018. Jadi, pengguna perlu menghapus aplikasi dari APK, atau berhenti menggunakan toko aplikasi pihak ketiga.

Langkah kedua, yang juga lebih mahal adalah menggunakan versi Android yang lebih baru. Pasalnya, ponsel keluaran lama dengan versi Android lama sebenarnya punya risiko keamanan. Ini masih jadi PR besar untuk Google.

Contohnya Android 8 yang punya tingkat PHA 0,19 persen. Sementara Android 9 hanya 0,18 persen.

Jika dibandingkan dengan Android lama beda tingkat PHA-nya sangat jauh. Lollipop 0,65 persen, dan Marshmallow 0,55 persen.

Demi keamanan, pengguna bisa memperbarui versi Android pada gawai. Jika tak memungkinkan, opsi lain adalah membeli gawai paling gres.

Pada tahun 2018, 0,04 persen dari semua unduhan dari Google Play adalah PHA, naik dibandingkan 2017, jumlahnya 0,02 persen.

Google mengelompokkan PHA ke dalam beberapa kategori. Click fraud yang juga disebut “adware” menyumbang 55 persen dari semua PHA yang diinstal lewat Play Store. Kedua terbanyak, Trojan sebesar 16 persen.

Sebelumnya, Google memperlakukan aplikasi click fraud hanya sebagai pelanggaran kebijakan Play Store. Google mengklaim, jika mereka menghapus statistik click fraud, jumlah PHA yang diinstal dari Playstore turun 31 persen dari tahun sebelumnya.

Bukan hanya itu, 28 persen malware di luar Play Store bersifat backdoor. Sementara 25 persen adalah Trojan, 22 persen adalah unduhan yang berbahaya, dan hanya 13 persen yang termasuk aplikasi click fraud.

Ilustrasi : ist.

Tentang penginstalan PHA dari luar Play Store, Google mengklaim sistem anti-malware Google Play Android telah mencegah 1,6 miliar upaya instalasi PHA tahun lalu. Mereka juga menghentikan 73 persen pemasangan PHA dari luar Playstore, artinya ada perbaikan sebesar 20 persen dibanding tahun lalu.

Google sudah mempersenjatai Google Play Protect dengan kecerdasan buatan pada 2017. Fitur ini bisa memindai lebih dari 50 miliar aplikasi setiap hari.

Google mengaitkan dominasi Trojan di luar Playstore dengan keluarga malware “Chamois”, yang sering dipasang pada perangkat Android populer dari produsen peralatan orisinal tertentu (OEM). Aplikasi backdoor sebagian besar menargetkan pengguna Android di Rusia, Brasil, Meksiko, dan Vietnam, juga Indonesia.

Sumber : Beritagar

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Bincang1 minggu lalu

Desy Agustina ; Lagu Anak Hingga Musik Jazz

ADA keprihatinan yang dalam melihat banyak karya anak bangsa yang justru tidak dikelola sendiri. Contohnya lagu anak-anak dan kekayaan seni...

Ide1 minggu lalu

Cara Ampuh Mengubah Kebiasaan Begadang

KEBIASAAN begadang hingga larut malam tak baik untuk kesehatan. Bagi yang sudah terbiasa begadang, tidur cepat akan sangat sulit atau...

Pop & Roll2 minggu lalu

Robby Sugara Tutup Usia

AKTOR senior Robby Sugara tutup usia pada Kamis (13/6/2019). Kabar duka ini diungkap oleh putrannya, Juan Bernard, melalui fitur Insta...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

PUBG Mobile Jadi Games Terlaris di Dunia

Game PUBG Mobile menorehkan prestasi terbaru. Game tersebut berhasil menjadi game terlaris di dunia dengan pendapatan mencapai lebih dari USD 146...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Ini Dia, Ban Anti Kempes dan Pecah!

PABRIKAN ban Michelin dan raksasa mobil General Motors (GM) tengah bekerja sama mengembangkan purwarupa ban tanpa udara (airless) yang ramah...

Pilihan gowest.id3 minggu lalu

Yang Khas Saat Lebaran di Indonesia

ISLAM di Indonesia tumbuh dengan khas. Tak seperti umat lain di belahan lain dunia, Idulfitri disambut dengan tradisi yang beragam....

Histori3 minggu lalu

ALS ; Bus Dengan Trayek Terjauh, Lintas Sumatera – Jawa

PO Antar Lintas Sumatra (ALS) adalah sebuah perusahaan jasa transportasi angkutan penumpang darat yang didirikan di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatra...

Film Film Film4 minggu lalu

5 Fakta Film Hero Lokal “Gundala”

DARI deretan film superhero yang ditayangkan di tahun ini, film ‘Gundala’ gak kalah dinantikan oleh para pencinta film di Indonesia....

Bincang4 minggu lalu

Menyiapkan Pusat Data Server di Batam

PEMERINTAH berencana membangun pusat data server untuk kepentingan pemerintah dan Pemda-Pemda se-Indonesia di pulau Batam. Plt. Direktur Layanan Aplikasi &...

Pilihan gowest.id4 minggu lalu

Kecanduan Games Masuk Dalam Gangguan Mental

GAMING disorder alias kecanduan gim video resmi ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai gangguan kesehatan mental, Sabtu (25/5). Sementara itu,...