Connect with us

Pilihan gowest.id

Kambing Gunung, Si Penentang Gravitasi

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Foto : Awesome Video

KAMBING Gunung adalah mamalia berkuku yang mempunyai tanduk pendek, bengkok, dan berwarna hitam.

Pinggiran kukunya tajam. Melingkupi telapak yang lunak di bagian dalam. Dengan kukunya ini ia mencengkeram batu karang.

Kambing gunung adalah spesies yang berbeda dengan kambing yang biasa kita jadikan masakan loh ya?

Jadi, ini bukan kambing biasa yang tinggal di gunung.

Kambing gunung adalah spesies tersendiri yang memang mirip kambing atau domba, akan tetapi dengan kemampuan super. Loh, bener loh kambing gunung ini unik dan punya kemampuan super.

Bayangkan saja, seekor kambing, berkaki empat, tapi bisa loncat -loncat dengan girang di pegunungan yang terjal. Habitat kambing gunung ini tak hanya sekedar pegunungan yang penuh dengan padang rumput dan ilalang loh.

Mereka tinggal di wilayah yang banyak tebing -tebing curam. Dan di wilayah mengerikan seperti itu, mereka bisa berdiri dengan tegak, bermain, juga mencari makan.

Foto : Awesome Video

Nama :

Nama dalam bahasa Indonesia : Kambing Gunung

Nama dalam bahasa Inggris : the Mountain Goat / the Rocky Mountain goat

Nama latin : Oreamnos Americanus

Foto : Awesome Video

Klasifikasi Kambing Gunung
  1. Kerajaan : Animalia
  2. Filum : Chordata
  3. Kelas : Mammalia
  4. Ordo : Artiodactyla
  5. Famili : Bovidae
  6. Upafamili : Caprinae
  7. Genus : Oreamnos
  8. Spesies : O. Americanus
Makanan Kambing Gunung

Pada dasarnya, kambing gunung makanannya seperti dengan kambing biasanya. Ia adalah herbivora atau hewan pemakan tanaman.

Foto : Awesome Video

Lebih terkhusus, kambing gunung banyak memakan rumput, paku -pakuan, lumut, jamur, ranting tanaman, dedaunan, semak belukar, dan sejenisnya.

Jika kambing gunung ini dipelihara di dalam peternakan, kambing ini juga biasanya makan padi -padian, buah, sayuran dan rumput.

Ciri ciri Kambing Gunung

Foto : Awesome Video

  • mempunyai rambut di janggut (dagunya)
  • memiliki ekor yang pendek
  • mempunyai tanduk hitam yang panjang (sekitar 15 hingga 30 cm)
  • di tanduknya terdapat lingkaran tahun
  • seluruh tubuhnya terselubung oleh bulu -bulu (rambut/ wol) yang sangat tebal dan ganda
  • Rambutnya berwarna putih dan coklat.
  • rambut gandanya mampu membuatnya bertahan pada suhu minus 50 derajat Fahrenheit atau minus 46 derajat Celsius.
  • Mampu bertahan dari hembusan anging berkecepatan hingga 100 meter per jam atau 160 km per jam.
  • Panjang tubuhnya dari kepala sekitar 120 cm hingga 179 cm (tidak termasuk ekor)
  • Pejantan biasanya lebih tinggi 7,5 hingga 15 cm daripada betina.
  • Bobot pejantang kambing gunung sekitar 62 hingga 82 kg sedangkan bobot betinanya sekitar 57 hingga 71 kg.
Cara Reproduksi Kambing Gunung

Kambing gunung dewasa mencapai kematangan untuk melakukan pembuahan di usia 30 bulan. Biasanya, musim kawin kambing gunung berlangsung antara bulan Oktober hingga Desember.

Foto : Awesome Video

Pada musim kawin, akan terdapat sebuah ritual untuk memperebutkan para betina. Mereka menggali lubang lalu bertarung satu sama lain. Ini layaknya sebuah ujian kekuatan. Pejantan yang menanglah yang nantinya akan menarik hati dan mengawini betina.

Terkadang, dalam pertarungan ini ada juga pejantan muda yang ambil bagian. Akan tetapi, para betina biasanya enggan menanggapi pejantan muda ini.

Dalam sekali musim kawin, para pejantan dan betina ini biasanya kawin dengan lebih dari satu pasangan. Setelah musim kawin selesai, para pejantan dan betina ini akan berpisah.

Kemudian, para betina ini akan mengandung bayi -bayi kambing gunung. Selama masa mengandung, para betina biasanya hidup berkelompok. Dalam satu kelompok terdiri sekitar 50 ekor.

Kambing gunung betina akan mengandung bayinya selama enam bulan. Bayi -bayi kambing gunung biasanya lahir pada musim semi atau sekitar akhir bulan Mei hingga awal Juni.

Biasanya, seekor betina hanya melahirkan satu ekor bayi kambing gunung. Ada kalanya, kelahirannya bisa lebih dari seekor, meski kondisi ini jarang terjadi.

Ketika lahir, bayi kambing gunung memiliki berat sekitar 3 kg. Menariknya, dalam beberapa jam setelah kelahirannya, bayi kambing gunung ini akan mulai lari dan memanjat tebing -tebing di sekitarnya.

Selama satu tahun pertama dalam hidupnya, bayi -bayi kambing gunung ini akan terus mengikuti induknya kemana pun. Akan tetapi, bila induknya sudah memasuki masa kawin lagi, maka anak -anak ini pun harus hidup mandiri.

Selama berkelana dengan anaknya, para indukan kambing jantan ini akan melindungi anak -anaknya dan mengajari mereka berbagai hal. Mereka belajar untuk menghindar dari bahaya dan menghadapi para predator.

Ketika ada predator, maka para ibu akan berdiri di depan anaknya. Sedangkan ketika mereka sedang merangkak di tebing curam, maka para induk ini akan berdiri di bawah anaknya untuk mencegah si anak tergelincir.

Habitat Kambing Gunung

Habitat kambing gunung terdapat di pegunungan dengan tebing -tebing terjal. Kambing gunung banyak ditemukan di pegunungan Rocky dan Cascade Range.

Foto : Awesome Video

Beberapa kambing gunung juga terdapat di bagian Western Cordillera di Amerika Utara, Washington, Idaho, Montana, British Columbia, Alberta, hingga ke Yukon selatan dan Alaska bagian tenggara.

Kambing gunung merupakan hewan mamalia terbanyak yang ditemukan hidup di habitat wilayah dataran tinggi. Mereka dapat hidup pada dataran tinggi hingga 4000 meter di atas permukaan laut atau setinggi 13.000 kaki.

Status Kambing Gunung

Jumlah populasi kambing gunung relatif stabil. Mereka tidak berada pada ancaman kepunahan. Di beberapa daerah, seperti di Yellowstone National Park, mereka bahkan mengizinkan para pemburu untuk memburu kambing gunung.

Foto : Awesome Video

Perburuan dilakukan dengan jumlah yang terbatas. Hal ini justru dilakukan sengaja untuk mengontrol serta mengurangi populasi kambing gunung.

Namun, di beberapa pegunungan lain dengan jumlah kambing gunung yang minim, para pemburu dilarang untuk berburu. Perburuan kambing gunung yang dilarang ini seperti di Cascade Mountains di Washington.

Keunikan Kambing Gunung

Foto : Awesome Video

  • Bulu (Rambut) kambing gunung sangat tebal sehingga mampu membuatnya bertahan di suhu yang amat dingin dan bahkan mampu menahannya dari terpaan angin yang sangat kencang.
  • Tanduk hitam dimiliki oleh pejantan dan juga betina.
  • Lingkaran tahun yang ada di tanduknya tidak mempengaruhi ukuran panjang tanduk.
  • Mereka sangat mahir dalam memanjat tebing bebatuan curam. Bahkan, mereka mampu berdiri dengan leluasa pada kemiringan hampir vertikal atau 90 derajat.

 

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar

DPRD Batam mengucapkan Selamat Idul Fitri 1439 H.

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Pilihan gowest.id12 jam lalu

Mengapa Anak ada yang Cadel?

APAKAH di keluarga kamu ada yang sulit mengucapkan huruf R? Di Indonesia hal ini biasa disebut cadel. Sebenarnya apa penyebabnya?...

Pop & Roll12 jam lalu

Cewek Pilih Sneaker atau High Heels?

SEPATU model high heels atau sepatu hak tinggi sering diidentikkan dengan para cewek. Alasannya, karena alas kaki tersebut sering dipakai para...

Pop & Roll2 hari lalu

Gaya Rambut Para Bintang di Piala Dunia

AJANG Piala Dunia sudah berlangsung beberapa hari ini. Akan terus berlangsung hingga berakhir pada 15 Juli 2018 mendatang. Seperti lazimnya,...

Otto Keren!4 hari lalu

Penampakan Suzuki Jimny Terbaru

JELANG peluncuran resmi di Jepang, Suzuki merilis foto-foto Suzuki Jimny model baru di situsnya. Mobil itu memiliki dua varian dan akan diluncurkan...

Gaptek? Gak Lah!4 hari lalu

Versi Android yang Tak Bisa Jalankan WhatsApp 2 Tahun Lagi

DUA tahun lagi, atau tepatnya pada Februari 2020, WhatsApp bakal mengakhiri dukungan untuk sistem operasi Android 2.3.7 Gingerbread. Hal ini...

Film Film Film5 hari lalu

Di Balik yang Kelihatan Nyata di Film Hollywood

EFEK efek spesial yang digunakan pada banyak film produksi Hollywood, mampu menyihir para penontonnya. Seakan-akan yang ditampilkan merupakan sebuah kenyataan....

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Deteksi Penumpang Mabuk dari Uber

APLIKASI jasa transportasi Uber sedang mengembangkan teknologi yang dapat mengidentifikasi tingkat kemabukan calon penumpang. Menurut laporan CNN, dilansir The Next Web,...

Film Film Film2 minggu lalu

“Si Doel The Movie” Tayang Agustus

14 tahun sudah Sarah (Cornelia Agatha) pergi tanpa kabar dan perpisahan juga tidak jelas. Kondisi itu menyimpan kerinduan dalam hati...

Hidup Sehat2 minggu lalu

Teh Hijau untuk Melindungi Jantung

MOLEKUL dalam teh hijau bisa membantu melawan aterosklerosis yang menjadi penyebab serangan jantung dan stroke. Fakta ini dilansir dari sebuah...

Pop & Roll2 minggu lalu

Selebgram Batam yang Diundang ke Istana, Saya Pikir Hoax

SEORANG selebgram asal Batam, Yusi Fadila, dapat kesempatan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Keberuntungannya itu diperoleh setelah video mukbang (makan-makan) karyanya...