Terhubung Dengan Kami

Pilihan gowest.id

Karyawan Bahagia, Kerja Jadi Produktif

nien bagaskara

Dipublikasi

pada

Ilustrasi : © lifehealth

ADA berbagai faktor yang membuat karyawan lebih produktif di tempat kerja, salah satunya adalah kebahagiaan.

Ya, semakin bahagia seseorang, lebih produktif juga mereka dalam bekerja. Tentunya ini menguntungkan bagi perusahaan.

Ahli perekonomian di University of Warwick melakukan penelitian terhadap 700 orang di Inggris.

Hasilnya, ditemukan bahwa kebahagiaan menyebabkan lonjakan 12 persen dalam produktivitas. Sedangkan, pekerja tidak bahagia terbukti 10 persen kurang produktif.

Tak hanya produktif, karyawan bahagia pun mampu menyelesaikan tugas lebih akurat dan berdampak positif pada kinerja.

Di sisi lain, karyawan tidak bahagia cenderung memiliki tingkat kehadiran rendah, juga mengalami lebih banyak kelelahan dan stres.

Karyawan yang merasa bahagia selama bekerja cenderung melampaui harapan, mampu mencapai tujuan, dan berkinerja lebih tinggi daripada karyawan tidak bahagia.

Selain itu, karyawan bahagia juga dinilai lebih kreatif. Pasalnya, otak jauh lebih efisien dan kreatif ketika seseorang merasa positif.

Sebagai efeknya, karyawan bahagia lebih mampu berpikir out of the box . Sedangkan karyawan yang tidak senang dengan lingkungan kerja cenderung kurang berusaha di tempat kerja.

Dalam bekerja sama pun, karyawan bahagia lebih kolaboratif. Alasannya, karyawan bahagia merasa nyaman satu sama lain, ini berdampak pada kemauan berbagi ide dan pendapat. Memiliki karyawan yang terbuka dalam memberikan ide dan pendapat tentu menguntungkan bagi perusahaan.

Karyawan bahagia juga lebih setia pada perusahaan. Mereka lebih loyal dan memiliki keinginan untuk bertahan.

Ketika semangat kerja rendah, karyawan mulai mencari peluang di tempat lain. Seperti dilansir Gallup, karyawan bahagia lebih tangguh dan cenderung bertahan di perusahaan untuk jangka panjang.

Bahkan, karyawan bahagia juga berpotensi jadi pemimpin lebih baik, lebih efisien dan lebih memotivasi.

Menurut Alexander Kjerulf, kepala urusan kebahagiaan untuk Woohoo Inc., karyawan bahagia membuat keputusan lebih baik, andal dalam manajemen waktu, bekerja lebih baik dengan orang lain, dan memiliki sejumlah keterampilan kepemimpinan penting lain.

Penelitian lain mengamati perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Top 100 Companies to Work dari 1998 hingga 2005 dan menemukan bahwa perusahaan-perusahaan dalam daftar itu melihat kenaikan harga saham 14 persen, dibandingkan dengan rata-rata enam persen untuk perusahaan secara keseluruhan.

Menurut peneliti, karyawan bahagia berarti perusahaan bisa mendapatkan lebih banyak uang dari bisnis.

Saat karyawan merasa bahagia, mereka cenderung berani mengambil risiko lebih besar dan mengambil peluang. Sebaliknya, karyawan tidak bahagia memilih bermain aman.

Karyawan bahagia juga membantu menciptakan lingkungan yang mendukung di tempat kerja. Mereka akan mendorong semua orang belajar dari kesalahan daripada takut berbuat salah.

Mempertahankan kebahagiaan karyawan bisa jadi tugas perusahaan agar tidak menghabiskan waktu dan uang yang signifikan untuk mencari pengganti yang mungkin juga akan pergi pada waktunya.

Perubahan apa yang bisa dilakukan perusahaan agar karyawannya bahagia?

Mulailah dengan memeriksa gaji karyawan. Bayarlah karyawan dengan adil. Kemudian, berikan umpan balik, positif dan negatif, serta saran membangun.

Beri penghargaan pada karyawan dengan promosi, motivasi karyawan, serta perlakukan karyawan dengan baik, adil, dan profesional.

Mencapai kebahagiaan tentu bukan semata-mata tugas perusahaan. Bagaimanapun keputusan untuk menjadi bahagia ada di tangan individu itu sendiri.

Agar lebih bahagia di tempat kerja, buatlah diri sendiri nyaman. Tengok lagi keterampilan dan minat Anda. Temukan sesuatu yang bisa Anda nikmati setiap hari.

Jika sudah berusaha namun tak juga menikmatinya, mungkin sudah saatnya mencari pekerjaan yang benar-benar bisa Anda nikmati.

(*)

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Bincang1 minggu lalu

Desy Agustina ; Lagu Anak Hingga Musik Jazz

ADA keprihatinan yang dalam melihat banyak karya anak bangsa yang justru tidak dikelola sendiri. Contohnya lagu anak-anak dan kekayaan seni...

Ide1 minggu lalu

Cara Ampuh Mengubah Kebiasaan Begadang

KEBIASAAN begadang hingga larut malam tak baik untuk kesehatan. Bagi yang sudah terbiasa begadang, tidur cepat akan sangat sulit atau...

Pop & Roll2 minggu lalu

Robby Sugara Tutup Usia

AKTOR senior Robby Sugara tutup usia pada Kamis (13/6/2019). Kabar duka ini diungkap oleh putrannya, Juan Bernard, melalui fitur Insta...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

PUBG Mobile Jadi Games Terlaris di Dunia

Game PUBG Mobile menorehkan prestasi terbaru. Game tersebut berhasil menjadi game terlaris di dunia dengan pendapatan mencapai lebih dari USD 146...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Ini Dia, Ban Anti Kempes dan Pecah!

PABRIKAN ban Michelin dan raksasa mobil General Motors (GM) tengah bekerja sama mengembangkan purwarupa ban tanpa udara (airless) yang ramah...

Pilihan gowest.id3 minggu lalu

Yang Khas Saat Lebaran di Indonesia

ISLAM di Indonesia tumbuh dengan khas. Tak seperti umat lain di belahan lain dunia, Idulfitri disambut dengan tradisi yang beragam....

Histori3 minggu lalu

ALS ; Bus Dengan Trayek Terjauh, Lintas Sumatera – Jawa

PO Antar Lintas Sumatra (ALS) adalah sebuah perusahaan jasa transportasi angkutan penumpang darat yang didirikan di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatra...

Film Film Film3 minggu lalu

5 Fakta Film Hero Lokal “Gundala”

DARI deretan film superhero yang ditayangkan di tahun ini, film ‘Gundala’ gak kalah dinantikan oleh para pencinta film di Indonesia....

Bincang4 minggu lalu

Menyiapkan Pusat Data Server di Batam

PEMERINTAH berencana membangun pusat data server untuk kepentingan pemerintah dan Pemda-Pemda se-Indonesia di pulau Batam. Plt. Direktur Layanan Aplikasi &...

Pilihan gowest.id4 minggu lalu

Kecanduan Games Masuk Dalam Gangguan Mental

GAMING disorder alias kecanduan gim video resmi ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai gangguan kesehatan mental, Sabtu (25/5). Sementara itu,...