Ilustrasi

KAMU tahu, ada kata yang sangat familiar diucapkan saat memulai pembicaraan di telepon. Ya, kata “HALO”.

Kata “HALO” menjadi awal pembicaraan ketika berbicara pada sambungan telepon yang biasa kita lakukan setiap hari. Kata ‘halo’ pun sudah identik dengan ponsel atau telepon umum.

‘Halo’ memang terdengar sederhana. Namun muncul dan jamaknya penggunaan kata ‘halo’ cukup unik.

Dilansir dari laman Wired, kata ‘halo’ dalam perbincangan telepon pertama kali dikenalkan oleh Thomas Edison pada 15 Agustus 1877.

Saat itu Thomas itu mengucapkan kata ‘halo’ untuk merespon pembicaraan lawan bicaranya di telepon, Presiden Telegraph Company. Edison menjawab kata ‘halo’ untuk merespons suara lawan bicaranya tersebut.

Edison menggunakan kata ‘halo’ bukan kata ‘ahoy’. ‘Ahoy’ seperti yang diperkenalkan oleh sang penemu telepon, Alexander Graham Bell saat pertama kali melakukan panggilan telepon tercipta.

Pada panggilan telepon pertama kali pada 10 Maret 1876, Bell memanggil asistennya, Thomas Watson yang berada di ruangan di Boston, Amerika Serikat. Watson mendengar panggilan telepon Bell yang memintanya untuk menemuinya.

Ilustrasi

“Watson, ke sini. Saya butuh kamu,” ujar Bell dalam percobaan panggilan telepon saat itu dikutip dari laman Library of Congress.

Setelah panggilan pertama itu, Bell mengusulkan kata untuk merespons panggilan dengan kata ‘ahoy, ahoy’. Tapi alih-alih meneladani Bell, Edison menggunakan kata ‘halo’.

Kata ‘halo’ kala itu memang bukan kata yang baru. Kata tersebut sudah dipakai untuk memerintahkan anjing berburu. Kata itu juga dipakai orang kala itu untuk berteriak kepada orang lain dari kejauhan.

Sebelum 1877, kata halo sudah diperkenalkan sang pengelana Mark Twain dalam catatannya Roughing It, yang diterbitkan empat tahun sebelum Bell ,menciptakan panggilan pertama telepon. Enam tahun setelah kata ‘halo’ dipakai Edison dalam merespons panggilan telepon, kata tersebut masuk ke dalam kamus.

Kata HALO dan Peringatannya
Ilustrasi

SEJAK tahun 1973, tanggal 21 November memang diperingati sebagai Hari Halo Sedunia. Maknanya bukan sekadar mengucapkan ‘halo’ pada minimal 10 orang dalam hidup Anda.

Lebih dari itu, Hari Halo Sedunia berhubungan dengan perdamaian antarnegara.

Penetapan Hari Halo Sedunia merupakan respons terhadap konflik antara Mesir dan Israel yang pecah tahun itu. Peristiwanya disebut Perang Yom Kippur. Pesan yang ingin disampaikan, bahwa komunikasi lebih baik daripada penyerangan.

Adalah Brian McCormack, seorang profesor lulusan Universitas Arizona dan Michael McCormack, alumnus Universitas Harvard, yang menemukan hari itu.

Semua orang bisa berpartisipasi dalam Hari Halo Sedunia. Caranya, cukup ucapkan ‘halo’ pada minimal 10 orang, dan sampaikan pesan perdamaian untuk dunia. Orang-orang biasanya menggunakan kesempatan itu untuk mengirim pesan pada pemimpin.

Dari sapaan sederhana itu, Hari Halo Sedunia kelamaan menjadi ekspresi perdamaian global.

(*)

 

Advertorial
loading...