Terhubung Dengan Kami

Tanah Air

Kemenkes Segera Periksa Rekam Medis Petugas KPPS

ilham kurnia

Dipublikasi

pada

Ilustrasi

AUDIT medis untuk mengetahui penyebab kematian ratusan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) bakal digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Kementerian Kesehatan.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan beberapa daerah yang akan dijadikan prioritas dalam audit ini adalah provinsi dengan jumlah petugas yang meninggal dunia dan sakit paling banyak seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.

“Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan sudah menyebarkan surat edaran kepada kepala dinas kesehatan di 34 provinsi agar membantu pengawasan. Kami juga meminta laporan dari data yang ada di provinsi,” kata Nila dalam jumpa pers di Kantor Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (8/5) kemarin.

Nila menjelaskan, audit medis akan dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien selama dirawat di rumah sakit.

Selain audit medis, pihak Kementerian Kesehatan juga akan turut melakukan otopsi verbal melalui wawancara dengan keluarga terkait penyakit yang sebelumnya diderita korban.

Dalam catatannya, kebanyakan petugas KPPS yang meninggal dunia berusia di antara 50-70 tahun. Selain itu, di antara para korban kebanyakannya sudah memiliki rekam jejak penyakit tertentu.

Seperti misalkan dari 18 petugas KPPS yang meninggal di Jakarta, delapan di antaranya diketahui mengidap infark miokard atau sakit jantung mendadak, disusul penyakit lain seperti gagal jantung, liver, strok, gagal pernapasan, dan infeksi otak meningitis.

Belum lagi, kebanyakan para relawan ikut berpartisipasi dalam sejumlah rangkaian pemilu kali ini tidak memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu. Ditambah lagi gaya hidup yang tidak sehat selama proses berlangsung.

Faktor-faktor tersebut membuat potensi seseorang kolaps dan meninggal dunia menjadi lebih tinggi dari lainnya.

“Misalnya saya enggak tahu saya hipertensi dan saya bekerja lebih dari 24 jam, usia saya di atas 60 tahun, ini resiko saya makin tinggi. Tadi kelihatan juga di data DKI di atas 50 tahun lebih tinggi yang mendapat kematian ini. Mungkin sudah punya faktor resiko ditambah pekerjaan yang lebih berat,” kata dia.

Nila menjanjikan audit medis ini dirampungkan secepatnya. Setelah laporan selesai, Nila berjanji akan mengumumkan hasilnya kepada publik.

Ditemui di tempat berbeda, Ketua KPU Arief Budiman menyatakan pihaknya bakal menyerahkan seluruh proses audit medis ini kepada Kementerian Kesehatan.

“Intinya otopsi itu harus izin keluarga dulu. Kalau ada pihak yang ingin, silakan ajukan izinnya,” kata Arief kepada Beritagar.id, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Sampai Selasa (7/5/2019), KPU mendapatkan laporan jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia mencapai 456 orang dengan 3.568 lainnya sakit. Angka ini di luar jumlah petugas panwas dan aparat kepolisian yang juga banyak meninggal dunia saat penyelenggaraan pemilu secara serentak kemarin.

Setidaknya sudah ada 92 petugas panwas meninggal dunia, 398 rawat inap, dan 1.592 rawat jalan. Sementara dari pihak kepolisian tercatat 22 anggota tewas karena kelelahan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak pemerintah untuk mempercepat pencairan santunan kepada keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia.

“Pimpinan dewan juga meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan pengkajian mengenai sebab musabab banyaknya petugas penyelenggara yang meninggal dunia dan mengalami sakit,” kata Bamsoet, dikutip dari detikcom.

Di luar itu, pihaknya menyadari bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 perlu banyak perbaikan dalam sejumlah aspek, oleh karenanya DPR bakal menggelar evaluasi menyeluruh terkait hal ini.

“Berbagai pandangan masyarakat yang menginginkan pemilu mendatang dilaksanakan secara terpisah dan mengkaji kembali sistem pemilu yang lebih sesuai, kiranya perlu mendapat perhatian dari kita semua,” ucapnya.

Terkait pencairan santunan, Kepala Biro Sumber Daya Manusia KPU Lucky Firnan mengatakan pihaknya bakal menunggu hasil verifikasi dan validasi dari Kementerian Kesehatan terlebih dahulu.

Berdasarkan surat Kementerian Keuangan pada KPU tentang uang santunan untuk anggota KPPS yang sakit dibagi tiga menjadi sakit ringan, sedang, hingga berat.

“Nanti kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melihat tentang kadar kesakitan tersebut,” ucap Lucky.

Merujuk Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan (Menkeu) No. S-316/MK.02/2019 yang ditandatangani Sri Mulyani Indrawati pada 25 April 2019, usulan Satuan Biaya Masukan Lainnya (SBML) Santunan Kerja Penyelenggara ad hoc KPU pada Pemilu 2019 disetujui dengan rincian sebagai berikut:

1. Korban meninggal mendapat santunan Rp36 juta per orang,
2. Cacat permanen mendapat santunan Rp30,8 juta per orang,
3. Luka berat mendapat santunan Rp18,5 juta per orang,
4. Luka sedang mendapat santunan Rp8,25 juta per orang.

Besaran santunan berlaku mulai Januari 2019 hingga berakhirnya masa kerja sesuai dengan surat keputusan pelantikan/pengangkatan yang bersangkutan.

Sumber : Kompas / Detik / Beritagar

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Batam Pilihan Pertama Relokasi Perusahaan Antena Satelit PAKTEL

BADAN Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan industri telekomunikasi PT Pasifik Indotama (PAKTEL) pada Senin (8/7/2019) sore. Pertemuan ini diterima langsung...

Ide3 minggu lalu

Tips Membuat Banyak Akun Gmail

JIKA kamu memiliki akun Gmail, kamu pasti tahu bahwa salah satu langkah yang harus dilakukan saat pendaftaran adalah melakukan verifikasi...

Histori3 minggu lalu

Asal Usul Sushi, Dari Jepang?

SUSHI merupakan salah satu kuliner yang kini sudah mendunia dan digemari banyak orang. Namun, jika bicara soal sushi, mayoritas orang...

Pop & Roll3 minggu lalu

Kejutan Tom Holland Dengan Kostum Spiderman

PARA bintang film Spider-Man: Far from Home mengunjungi Children’s Hospital di Los Angeles, baru-baru ini. Kehadiran Tom Holland, Zendaya, dan...

Gaptek? Gak Lah!4 minggu lalu

Kendaraaan Otonom Drive.ai Dibeli Apple

APPLE diketahui telah membeli Drive.ai, perusahaan rintisan di ranah kendaraan otonom. Dilaporkan CNBC, tidak diketahui berapa mahar yang dibayarkan Apple untuk...

Ini Batam1 bulan lalu

Konjen India Kunjungi BP Batam

KONSUL Jenderal India di Medan untuk Sumatera Indonesia YM Bapak Raghu Gururaj melakukan kunjungan ke BP Batam pada hari Kamis,...

Bincang1 bulan lalu

Desy Agustina ; Lagu Anak Hingga Musik Jazz

ADA keprihatinan yang dalam melihat banyak karya anak bangsa yang justru tidak dikelola sendiri. Contohnya lagu anak-anak dan kekayaan seni...

Ide1 bulan lalu

Cara Ampuh Mengubah Kebiasaan Begadang

KEBIASAAN begadang hingga larut malam tak baik untuk kesehatan. Bagi yang sudah terbiasa begadang, tidur cepat akan sangat sulit atau...

Pop & Roll1 bulan lalu

Robby Sugara Tutup Usia

AKTOR senior Robby Sugara tutup usia pada Kamis (13/6/2019). Kabar duka ini diungkap oleh putrannya, Juan Bernard, melalui fitur Insta...

Gaptek? Gak Lah!1 bulan lalu

PUBG Mobile Jadi Games Terlaris di Dunia

Game PUBG Mobile menorehkan prestasi terbaru. Game tersebut berhasil menjadi game terlaris di dunia dengan pendapatan mencapai lebih dari USD 146...