Connect with us

Tanah Air

Keong Sawah yang Penuh Protein

nien bagaskara

Dipublikasi

pada

Foto Keong sawah : cookpad.com

KEONG sawah atau yang dikenal juga sebagai tutut sawah bukanlah makanan baru di Indonesia. Beberapa daerah justru kerap menyajikan tutut sebagai camilan atau lauk.

Saat musim hujan dan mendekati musim panen, keong sawah atau tutut ini jadi sangat mudah ditemukan. Masa-masa ini pun jadi waktu panen petani untuk mendapatkan keong sawah yang melimpah.

Di musim setelah panen dan sesaat sebelum menabur tanaman baru, para petani menyeberang melalui ladang padi yang ditebang untuk memanen siput.

Sebagian orang mungkin merasa jijik untuk menyantap daging keong sawah yang terlihat berlendir. Selain itu, bentuknya yang ‘kurang menyakinkan’ untuk disantap juga membuat beberapa orang enggan menyantapnya.

Padahal sebenarnya, daging keong sawah atau tutut memiliki protein yang tinggi. Selain itu, dagingnya memiliki rasa manis seperti kerang. Sedangkan teksturnya yang kenyal dan berserat seperti jamur.

Tak dimungkiri, hal inilah yang membuat masakan Perancis dan Eropa menjadi lezat. Mengutip The Hindu, sebelum disantap, keong sawah harus diolah dengan baik agar rasanya maksimal.

Anda hanya harus mencuci siput dengan air dingin beberapa kali untuk menghilangkan bau lumpurnya . Setelahnya, rendam dalam air selama lima menit.

Usai dicuci bersih, keong sawah bisa direbus selama 5-7 menit dan siap disajikan. Jika tak ingin direbus, Anda juga bisa menggorengnya atau bahkan menumisnya dengan tambahan sayuran, karbohidrat (seperti pasta) atau jenis daging lainnya. Daging keong sawah tumis pedas pun terasa nikmat dengan sensasi rasa pedas dan gurih kenyal.

Cara mengonsumsi Siput

Daging siput menempel cangkangnya. Untuk menikmati dagingnya, ketuk-ketuk mulut cangkang agar daging keluar. Kemudian, cungkil dengan tusuk gigi atau isap langsung dengan mulut.

Sumber : The Hindu / CNN

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar
Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Pop & Roll9 menit lalu

Kabar Tentang Pak Tarno Prok Prok

NAMANYA Sutarno. Tapi ia lebih dikenal dengan panggilan pak Tarno. Pria yang lahir di Losari, 6 September 1950 itu, dikenal sebagai salah satu...

Gaptek? No!2 jam lalu

Registrasi Simcard Tidak Diperpanjang

BATAS akhir registrasi SIM card prabayar dipastikan tidak akan diperpanjang oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pendaftaran kartu seluler berakhir...

Hidup Sehat15 jam lalu

Saat Tidur Tubuh Kita …

  SAAT tidur, kita mengira kalau tubuh akan beristirahat. Namun, tidur bukan berarti tubuh benar-benar istirahat. Beberapa organ tubuh akan...

Money15 jam lalu

Waspadalah dengan Tawaran Cicilan Ringan

Nak beli mobil?! Ada cicilan ringan. Bagaimana jika penghasilan berkisar Rp 3 jutaan?! Mengutip situs cermati.com, bagi Anda yang ingin...

Otto Keren!15 jam lalu

Ketika Rem Cakram Blong

  PECINTA motor, ketahuilah, spesifikasi dan kualitas minyak rem yang tidak sesuai bisa memicu rem masuk angin. Rem cakram sepeda...

Gaptek? No!2 hari lalu

Google Maps VS. Waze, Mana yang Unggul?

DUA aplikasi berikut ini menjadi andalan banyak orang saat bepergian. Ada yang memilih Google Maps. Ada juga yang lebih sreg...

Pop & Roll2 hari lalu

Kenali Perilaku Copet

COPET ialah kejahatan jalanan yang bisa saja terjadi pada diri kita. Tak cukup kita menyadarai kita telah kecopetan lalu teriak,...

Pop & Roll2 hari lalu

Cara Tak Benar Keringkan Celdam di Pesawat

SUNGGUH, jangan Anda tiru perilaku ini. Sebuah video viral di medsos. Seorang penumpang mengeringkan celana dalam memanfaatkan saluran angin yang...

Pop & Roll2 hari lalu

Rambo yang Dikabarkan Telah “Pergi’

BINTANG film Rambo, Sylvester Stallone kembali dikabarkan meninggal. Apakah benar? Pada akun Instagramnya, @officialstallone, Senin (19/2/2018) kemarin, pemeran John Rambo...

Gaptek? No!3 hari lalu

Panduan Registrasi Simcard Jelang Deadline

BATAS pendaftaran SIM card terus mendekati akhir. Meski angka nomor seluler prabayar yang melakukan registrasi terus meningkat, ada baiknya melihat...