Terhubung Dengan Kami

Khas

Kotak Suara “Kardus” Yang Bikin Heboh

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Kotak suara yang akan digunakan dalam Pemilu 2019 : Antara

WARGANET dihebohkan oleh kotak suara berbahan kardus yang akan digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Kritikan pun datang dari tim calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

KPU melansir kotak suara berwarna putih dengan satu sisi transparan di kantornya di Jakarta Pusat, Jumat (14/12/2018). Namun, kotak suara itu dinilai rentan kerusakan dan tidak aman.

“…sebaiknya jangan kardus…,” ujar Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono, dalam Merdeka.com, Jumat (14/12). Ferry lebih lanjut mengatakan bahwa tindakan KPU belakangan memang aneh.

Di linimasa Twitter, sejumlah akun simpatisan Prabowo-Sandi mengkritisi kotak suara termaksud. Sebagian lain menyertakan foto pengiriman kotak suara yang tidak lazim.

Mereka menolak pemakaian kotak suara berbahan sejenis kardus. Alasannya sama; mudah rusak dalam perjalanan atau pengiriman.

Ketua KPU, Arief Budiman, pun menjelaskan bahwa kotak suara itu tidak terbuat dari kardus yang dikenal masyarakat secara luas. Kotak suara sejenis pernah digunakan dalam Pemilu 2014.

Selain itu, tukas Arief dilansir Tribunnews.com, bahan kotak suara itu dari karton kedap air. Pemilihannya pun sudah melalui kajian, pertimbangan, masukan, dan evaluasi pengalaman lalu.

Alasan lainnya? “Menghemat biaya penyimpanan, menghemat biaya produksi, distribusi, banyak penghematannya,” katanya.

Kotak suara tersebut juga sudah memenuhi Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Norma, Standar, Prosedur Kebutuhan Pengadaan dan Pendistribusian Perlengkapan Penyelenggaraan Pemilihan Umum. Peraturan ini diresmikan pada April 2018 ketika peta koalisi belum terbentuk.

Menurut Pasal 7, kotak suara terbuat dari bahan karton kedap air yang pada satu sisinya bersifat transparan (ayat 1). Lalu, kotak suara itu merupakan barang habis pakai (ayat 2).

Sedangkan ayat 4 menegaskan bahwa kotak suara harus berwarna putih. Sementara pada ayat 6 disebutkan bahwa semuanya harus ditetapkan dengan Keputusan KPU.

Dikabarkan CNN Indonesia, Rabu (2/8), Arief menjelaskan bahwa kebutuhan kotak suara untuk Pemilu 2019 — yang berisi Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan DPD — adalah tiga juta unit. Tidak semuanya baru karena 1,8 juta unit di antaranya adalah kotak suara bekas Pemilu 2014.

Adapun bahan baku kotak suara itu bukan kardus seperti kemasan mie instan atau air mineral yang lazim ditemui. Seperti dijelaskan Arief, kotak suara itu menggunakan bahan karton atau disebut duplex yang diklaim tahan air.

“Penggunaan kotak suara berbahan karton kedap air sudah digunakan sejak Pilkada 2015. Jadi sudah 3 kali pemilu, 2015, 2017, 2018, kita sudah pakai itu,” kata Arief di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dalam Kompas.com, Kamis (6/12).

Pada Pemilu 2014, demikian Tempo.co melaporkan (29/6/2013), KPU juga menggunakan bahan plastik untuk kotak suara. Sementara bilik suara memakai bahan karton. Pemilihan bahan ini lantaran sekali pakai.

Bagaimana kekuatannya? Komisioner KPU, Ilham Saputra, mengaku takjub karena mampu menahan beban hingga 107 kilogram sesuai berat badan dirinya.

“Coba kekuatannya, wah kuat ya. Berat saya 107 kilogram nih. Silakan coba,” kata Ilham yang menduduki kotak suara tersebut pada Minggu (30/9) seperti ditulis Warta Kota.

Ilham juga menjamin keamanan kotak suara. Pengamanan bisa memakai gembok atau kabel khusus. “Tentu nanti pakai stiker segel KPU RI,” katanya.

Kekuatan kotak suara dari bahan karton tersebut juga dijamin Ketua KPUD Kendal, Jawa Tengah, Hevy Indah Oktarina. Bahan karton yang digunakan untuk kotak suara dan bilik suara itu cukup kedap air.

Namun begitu, KPUD Kendal tetap membungkusnya dengan plastik saat disimpan di dalam gudang logistik. Hevy mengatakan pelindung plastik hanya sebagai antisipasi, termasuk pengamanan gudang agar tidak ada serangan tikus.

 

Sumber : Twitter / Kompas / Tempo / Merdeka / CNN Indonesia / Tribunnews / KPU

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Histori1 hari lalu

Ke Bengkel Tanjak (Di Belakang Layar)

SALAH satu ciri khas penutup kepala orang Melayu, khususnya di Kepulauan Riau adalah Tanjak. Pada zaman dahulu, penggunaan Tanjak cukup...

Gaptek? Gak Lah!1 hari lalu

Jaringan 5G Bukan Dikonsumsi Personal

SMARTFREN mulai menguji jaringan 5G di Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta ZTE. Jaringan telekomunikasi generasi kelima tersebut,...

Ide1 hari lalu

Tips Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini

KEBANYAKAN milenial nyaris tak terpikir menyisihkan uang untuk dana pensiun. Biasanya hal ini memang disebabkan oleh banyak faktor, seperti banyak...

Inspirasi6 hari lalu

7 Minuman Pengganti Kopi

BAGI sebagian orang, minum kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Namun, tak sedikit orang yang berusaha memangkas konsumsi kopi...

Film Film Film1 minggu lalu

Hobbs & Shaw Bertahan di Puncak

Hobbs & Shaw (Universal Pictures) berhasil bertahan di posisi puncak film terlaris di Amerika Serikat pekan ini, tetapi film horor...

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Ini Ponsel Pintar Flagship Yang Bakal Beredar

SAMSUNG baru saja meluncurkan dua seri smartphone baru Galaxy Note 10 pada pekan lalu. Galaxy Note 10 dan Galaxy Note...

Pop & Roll1 minggu lalu

Villa Mewah Tempat Liburan William dan Kate Middleton

AWAL Agustus ini, keluarga Pangeran William dan Kate Middleton diketahui menghabiskan waktu libur musim panas mereka di pulau pribadi nan...

Jalan-Jalan Plesir2 minggu lalu

Kolam Monster di Jembatan 4 Barelang!

KARENA kelamaan gak mancing, pengelola kanal Teman Mancing di Batam memutuskan untuk memancing di kolam saja. Tapi ini bukan sembarang...

Ide2 minggu lalu

KOPI BENNY On FESTIVAL HIJAU 2019

TALKSHOW “Kopi Benny” turut mengisi kemeriahan acara tahunan yang bertajuk ATB-BP Batam Festival Hijau 2019 di Kepri Mall beberapa waktu...

Histori2 minggu lalu

Exploring Nagoya, The Old Town ( Di Belakang Layar)

SELAIN Jepang, Batam juga punya kota bernama Nagoya. Kami melansir cerita perjalanan tim Beplus Indonesia yang tertarik menelusuri sejarah, termasuk...