Connect with us

Ini INDONESIA!

KTP Elektronik Kamu Rusak? Datangi Instansi Ini Untuk Penggantian

iqbal fadillah

Published

pada

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mempersilakan masyarakat pemilik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El) yang rusak karena berbagai alasan untuk menggantikannya dengan KTP El yang baru.

“Bila ada KTP El rusak silahkan masyarakat datangi Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk minta diganti. Saat ini blanko tersedia cukup karena lelang sudah berjalan,” kata Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (13/9) kemarin.

Zudan mengakui dari 175 juta lebih KTP El yang sudah dicetak, ada beberapa diantaranya yang mengalami kerusakan, seperti mengelupas yang disebabkan oleh beberapa faktor. Namun Dirjen Dukcapil Kemendagri itu meyakini, jumlah KTP El yang rusak tidak banyak.

“Kami akui ada yang rusak atau mengelupas, tapi jumlahnya tidak banyak. Karena ini bisa kita ketahui dari permohonan penggantian KTPel karena rusak, belum tentu dalam setiap hari ada yang meminta ganti KTPel karena rusak,” jelas Zudan.

Kerusakan KTP El itu, diduga Zudan, karena human error saat mencetak yang tidak memperhatikan suhu printer. Ia menyebutkan, pencetakan KTPel disyaratkan dengan suhu printer antara 160 -170, dan ini dapat dilihat di layar printer. Suhu printer ini sangat berpengaruh bagi kualitas blanko tersebut. Suhu tersebut harus benar-benar pas, tidak boleh lebih atau kurang.

“Jika suhu printer kurang dari yang disyaratkan mengakibatkan laminating pada kartu akan cepat mengelupas, jika suhu printer lebih dari yang disyaratkan dapat mengakibatkan kartu KTPEl akan melengkung,” ungkap Zudan.

Zudan menambahkan Dukcapil sudah melakukan penyebaran blanko KTPel di seluruh daerah di Indonesia. Seperti misalnya, Tuban ada 2.476 keping blanko, kemudian sisa blangko di Kota Bandung 2.100 keping, Kota Surabaya ada 4.510 keping.

Mengenai banyaknya aduan  KTP El yang proses percetakannya lama, Zudan mengatakan hasil sidak menunjukan ada yang tidak nyambung dalam komunikasi antara dinas dengan masyarakat pemohon. Sebab kenyataannya, menurut Zudan, di kantor Dinas Dukcapil banyak KTP El yang sudah dicetak dan belum diambil.

“Ketika dihubungi masyarakat tersebut sudah pindah ke luar kota, kemudian ada yang mengecek di kecamatan, padahal pencetakan itu ada di dinas kabupaten. Komunikasi ini tentu harus dibangun oleh para kepala dinas. Tapi selama ini sudah ada pengumuman sampai ke desa-desa blanko KTP El yang sudah dicetak,” pungkas Zudan. (*)

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Ini INDONESIA!

Pak Kyai Wafat saat Salat

nien bagaskara

Published

on

Jenazah almarhum KH Ece Syaripudin Didi saat dievakuasi di Rumah Sakit Ad-Zaira, Madinah. (Istimewa)

gowest.id – Pak Kyiai wafat di Madinah saat salat.

Adalah pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyyatul Falah, KH Ece Syaripudin Didi yang meninggal dunia di Tanah Suci saat hendak menjalankan Ibadah Umroh. Jenazah almarhum langsung dikebumikan di Make Madinah.
Pimpinan jemaah umroh itu meninggal saat salat duha, bersama jamaah umroh lainnya.

“Almarhum diketahui meninggal sedang rukuk, saat salat duha. Kami menerima kabar itu pukul 13.00 WIB dari jemaah yang ikut romobongan umroh,” ujar menantu almarhum, Zamaludin (46) di kediamannya, di Jalan Selabintana, Km. 35, Panjalu, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi.

Badannya langsung tersungkur ke lantai. Seketika, suasana berubah menjadi panik. KH Ece Syaripudin Didi pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ad-Zaira, Madinah untuk mendapatkan penanganan medis.

“Namun sampai di sana sudah tiada. Dugaan sementara, beliau meninggal akibat serangan jantung,” terangnya.

Almarhum meninggal sekira pukul 09.00 waktu setempat, di Masjid Kuba, Madinah, Minggu (31/12/2017).

Kabar meninggalnya almarhum diterima pihak keluarga sekira pukul 13.00 WIB. Pihak keluarga meyakini, selain sudah menjadi takdir, juga karena sakit jantung yang dialami almarhum.

Menurut Zamaludin, keluarga langsung mengkonfirmasinya kepada perusahaan yang memberangkatkan jemaah umroh almarhum, yakni PT Amanah Ummat.

“Setelah dikonfirmasi, ternyata kabar itu benar adanya. Kami seperti disambar petir mendengar kabar tersebut,” imbuhnya.

Zamaludin menceritakan, dari informasi jemaah umroh, saat almarhum rukuk, badannya langsung tersungkur ke lantai. Seketika, suasana berubah menjadi panik. KH Ece Syaripudin Didi pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ad-Zaira, Madinah untuk mendapatkan penanganan medis.

“Namun sampai di sana sudah tiada. Dugaan sementara, beliau meninggal akibat serangan jantung,” terangnya.

Selama ini, lanjut Zamal, almarhum sering melaksanakan ibadah umroh bersama rombongan jamaah lainnya. Beliau merupakan pimpinan kelompok saat ibadah umroh. Namun kali ini, sebelum menjalankan ibadah umroh di Madinah rencananya almarhum akan melakukan ibadah bersama rombongannya selama empat hari. Namun sayang, baru dihari kedua ia tutup usia.

“Semoga beliau menjadi ahli surga dan kami yang ditinggalkan bisa meneruskan perjuangan beliau. Di tempat yang sama, seorang warga Kampung Panjalu, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Asep (37) mengatakan, seluruh warga Kampung Panjalu merasa berduka dan kehilangan atas kepergiaan sosok KH. Ece Syaripudin Didi.

Bagi warga sekitar, almarhum merupakan pejuang yang berkiprah dalam menegakan amar ma’ruf nahi munkar.
“Beliau ini seorang pejuang agama Islam. Tentu saja, kami sangat merasa kehilangan beliau,” akunya.

Warga Kampung Panjalu merasa terharu dengan cara almarhum yang meninggal saat menjalankan ibadah. Mereka meyakini, almarhum meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

“Kami yakin beliau menetapi meninggal yang husnul khatimah,” pungkasnya kepada Radar Sukabumi. (yuz/jpg/JPC)

Continue Reading

Ini INDONESIA!

Besok, Kita Bisa Saksikan Supermoon

nien bagaskara

Published

on

 

FENOMENA alam langka diprediksi akan berlangsung selama 2018 ini.

Malahan, dua peristiwa alam terlangka diprediksi bakal terjadi di Januari 2018. Pertama, ada fenomena Supermoon pada 2 Januari 2018, dan kedua ada fenomena Bulan Biru alias Blue Moon pada 31 Januari 2018 mendatang.

Seperti JawaPos.com lansir dari laman Time, Minggu (31/12), fenomena alam Supermoon dikabarkan akan terjadi pada malam tahun baru hingga 2 Januari 2018 pagi hari. Sementara untuk fenomena alam lainnya yakni Blue Moon akan berlangsung pada 31 Januari 2018 waktu malam hari.

Blue Moon yang dengan kata lain merupakan bulan purnama kedua dalam bulan yang sama itu diprediksi akan hadir berbarengan dengan gerhana bulan. Wow! Artinya akan ada tiga fenomena astronomi langka yang akan menghiasi awal tahun 2018.

Saat Blue Moon terjadi, posisi bumi berada antara matahari dan bulan. Pada akhirnya, bumi menghalangi bulan dari matahari, menyebabkan gerhana. Saat gerhana, bulan akan berwarna merah menyerupai darah.

Berdasarkan analisis Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), fenomena gerhana sekaligus tiga lainnya itu bisa disaksikan dari Indonesia.

Diprediksi awal gerhana bulan akan terjadi pada pukul 17.51 WIB.

Wilayah Indonesia bagian barat akan melewatkan tahap awal ini. Namun, saat puncak gerhana sekitar pukul 20.51 WIB, seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikannya.

Untuk diketahui, siklus bulan purnama terjadi setiap 29,5 hari sekali. Pada jarak terdekatnya dengan bumi (titik perigee), bulan akan nampak lebih besar. Itulah penyebab munculnya fenomena supermoon atau bulan super. Sebab bulan nampak sangat besar seolah sangat dekat dengan bumi. (ryn/jawapos)

Continue Reading
Advertisement

Kami di Facebook

Trending