Connect with us

Batam Only!

Lubukbaja, Kampiun PORKOT Batam V

iqbal fadillah

Published

pada

Ilustrasi logo Porkot Batam V : Istimewa

PERHELATAN Pekan Olahraga Kota (Porkot) V Tahun 2017 tingkat Kota Batam telah berakhir.

Sebanyak 29 cabang olahraga dipertandingkan dan diikuti 2.134 atlet dari 12 kecamatan se Kota Batam. Hasilnya, kontingen Kecamatan Lubuk Baja berhasil keluar sebagai juara umum setelah mendominasi perolehan pundi-pundi medali emas dari beberapa cabang olahraga yang diikuti.

Sementara di peringkat kedua ditempati Kecamatan Batam Kota dan Kontingen Kecamatan Sei Beduk di tempat ketiga.

Walikota Batam yang diwakili oleh Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad dalam sambutannya sebelum menutup secara resmi gelaran Porkot ke V ini menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap pernyelenggaraan even olah raga tingkat Kota Batam tersebut.

Pemerintah Kota Batam  memberikan perhatian besar terhadap perkembangan dan kemajuan olah raga di Batam. Hal ini juga merupakan persiapan kontingen Kota Batam dalam menghadapi Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) yang akan digelar pada tahun 2018 mendatang.

“Bapak walikota menyampaikan salam untuk atlet hebat dan segenap panitia penyelenggara. Paska porkot kita persiapkan diri menghadapi porprov dan semoga batam dapat meraih gelar juara umum “, ujar Amsakar saat penutupan PORKOT Batam V di GOR Hi-Tes Arena Batam Kota, Sabtu (2/12) malam kemarin.

Senada dengan Wakil Walikota Batam, Ketua KONI Kota Batam, Iskandar Alamsyah mengatakan pelaksanaan Porkot V ini dijadikan sebagai tolak ukur kemampuan atlet Batam untuk nantinya berlaga pada gelaran Porprov tahun depan.

Dalam laporannya, ketua pelaksana Porkot V tingkat Kota Batam tahun 2017, Yun Wahyudi melaporkan dari semua  cabang olah raga yang dipertandingkan berjalan dengan lancar dan tertib. Seluruh atlet bertanding dengan penuh persaudaraan dan sportif begitupun dengan unsur wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Kecamatan Lubuk Baja tampil sebagai juara umum dengan perolehan medali 41 emas, 32 perak dan 36 perunggu. Sedangkan Kecamatan Batam Kota keluar sebagai juara kedua dengan perolehan medali 35 emas, 32 perak dan 37 perunggu.

Sementara itu Kecamatan Sei beduk meraih juara ketiga dengan perolehan medali 29 emas, 22 perak dan 28 perunggu.

Sebelum upacara penutupan Porkot ke V tahun 2017 ini juga digelar pertandingan final cabang bola basket putra antara Kecamatan Batu Ampar melawan Kecamatan Lubuk Baja yang dimenangkan kecamatan Batu Ampar dengan skor tipis 57 – 56.

(dha/*)

Source : Media Center Batam

 

Berikut Hasil Perolehan Medali Porkot V tahun 2017 Tingkat Kota Batam :

No KECAMATAN DIPEREBUTKAN TOTAL
EMAS PERAK PERUNGGU
1 LUBUK BAJA 41 32 36 109
2 BATAM KOTA 35 32 37 104
3 SEI BEDUK 29 22 28 79
4 SEKUPANG 27 30 31 88
5 BATU AJI 27 24 29 80
6 SAGULUNG 25 39 41 105
7 BENGKONG 25 22 34 81
8 BATU AMPAR 17 13 30 60
9 NONGSA 15 25 21 61
10 BULANG 8 6 11 25
11 GALANG 4 3 12 19
12 BELAKANG PADANG 3 7 5 15
TOTAL 256 255 315 716

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Batam Only!

Sosialisasi Percepatan Realisasi Investasi di Batam

iqbal fadillah

Published

on

BP Batam menggelar percepatan realisasi investasi di pulau Batam. Melalui sosialisasi yang digelar, mereka ingin melakukan percepatan perizinan berusaha serta meningkatkan koordinasi dan  sinkronisasi perizinan satu pintu.

 

 

 

Continue Reading

Batam Only!

Dana Pusat Rp 934 Miliar Untuk Batam

Mike Wibisono

Published

on

Ilustrasi

BATAM bakal menerima dana dari pusat pada 2018 sebesar Rp 934,697 miliar. Terdiri dari dana bagi hasil (DBH) pajak Rp 147,0 miliar, DBH sumber daya alam Rp 14,3 miliar, dana alokasi umum Rp 599,0 miliar, dana alokasi khusus (DAK) fisik Rp 80,4 miliar, dan DAK non fisik Rp 93,7 miliar. DIPA total ini turun dibandingkan yang diterima Kota Batam tahun 2017 sebesar Rp 963,792 miliar.

Penyerahan DIPA dilaksanakan di Gedung Daerah Kepri di Kota Tanjungpinang, Senin (11/12) kemarin.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kepri Heru Pudyo Nugroho mengatakan penyerahan DIPA ini sebagai tindaklanhut penyerahan DIPA induk kementerian lembaga.

“Penyerahan DIPA di Provinsi Kepri dilaksanakan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Dan paling awal dari seluruh daerah provinsi di Indonesia. Kami apresiasi langkah Gubernur yang mempercepat proses penyerahan ini,” kata Heru.

Ia berharap dengan penyerahan DIPA lebih awal, proses pelaksanaan anggaran dapat dikerjakan lebih cepat juga.

Tahun ini Kepri menerima 333 DIPA satuan kerja kementerian lembaga dan pemerintah daerah. Nilainya Rp 6,91 triliun, naik 1,2 persen dibanding 2017 Rp 6,13 triliun.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan ada catatan khusus Presiden RI, Joko Widodo saat penyerahan DIPA ke provinsi beberapa waktu lalu. Presiden berpesan jangan sampai kegiatan inti lebih kecil dari pendukungnya.

Saat itu, kata Nurdin, Presiden mencontohkan kegiatan pemulangan TKI misal dianggarkan Rp 3 miliar. Biaya pemulangan TKI yang terpakai hanya Rp 500 juta, selebihnya untuk rapat, studi banding, dan sebagainya.

“Tapi itu hanya contoh. Bukan berarti pemulangan TKI seperti itu. Saya rasa ini juga hal yang bagus, menjadi catatan kita semua,” kata Nurdin.

Dan kepada seluruh instansi penerima DIPA, ia berharap agar segera melaksanakan kegiatan terkait. Sehingga diharapkan dapat selesai lebih awal.

Menjawab catatan Gubernur tersebut, Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan Pemerintah Kota Batam sudah lebih dulu menjalankannya. Pertama tentang proses kegiatan yang dimulai lebih awal, sudah dilaksanakan Pemko Batam.

“Saya sudah jalan duluan. Berkas sudah saya siapkan. Batam sudah jalan itu,” kata Rudi.

Begitu juga pesan tentang anggaran kegiatan inti yang harus lebih besar dari kegiatan pendukung. Menurut Rudi Pemko Batam juga sudah menerapkannya.

“Honor kegiatan sudah dihilangkan. Seremonial pada kegiatan juga sudah saya kurangi,” ujarnya.

Ia akui DIPA tahun ini berkurang sedikit dari tahun berjalan. Selain itu target mendapatkan dana insentif pun belum bisa terwujud meski APBD 2018 tepat waktu ditetapkan. Karena penetapan APBD tahun berjalan tidak tepat waktu.

“Tahun lalu kita tidak tepat waktu. Kalau tidak salah itu harus tiga kali baru dapat,” kata Rudi.

 

Sumber : Media Center Batam

 

Continue Reading
Advertisement

Kami di Facebook

Trending