Terhubung Dengan Kami

Uang

Memaksimalkan Potensi Floating Ship Unit

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Foto : © BP Batam untuk GoWestID

SETELAH resmi mengantongi izin operasi FSU (Floating Storage Unit) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), BP Batam secara aktif memaksimalkan potensi kemaritiman yang dimiliki perairan Batam melalui pelabuhan peti kemas Batu Ampar dengan menghidupkan kegiatan FSU berupa ship to ship yang selama ini belum pernah dimanfaatkan.

Hasilnya, usai Floating Storage diluncurkan sejumlah kapal telah beroperasi dalam rangka pengembangan pengelolaan dan pengoperasian FSU di perairan lepas Pelabuhan Batuampar.

Diperkirakan total muatannya mencapai 4,8 sampai 5 juta barrel. Diharapkan dari keberadaan kapal-kapal ini bisa memberikan multiflier effect kedepannya bagi Batam. Terutama dari sisi ekonomi.

Mengingat tingginya potensi kemaritiman tersebut dan tingginya minat investor dalam kerjasama memaksimalkan pelaksanaan Ship to Ship FSU di Pelabuhan Batu Ampar maka BP Batam perlu menyelaraskan komunikasi dan informasi antar stake holder sehubungan dengan kegiatan Ship To Ship FSU dengan menggelar FGD yang dihadiri oleh beberapa instansi terkait yang memiliki kepentingan terhadap kegiatan FSU di Batam. FGD digelar di Jakarta selasa (29/01) kemarin.

Antara lain ada Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM yang diwakili oleh Direktorat Hilir Migas, Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, KSOP Khusus Batam, Lanal Batam, Bareskrim Polri, Polairud Kepri, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan stakeholders terkait kepelabuhanan serta mitra BP Batam yakni para investor peminat.

Acara dipimpin oleh Anggota 3/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam Dwinato Eko Winaryo

Dwinanto menjelaskan bahwa acara digelar dalam rangka menyelaraskan komunikasi dan informasi antar stake holder sehubungan dengan kegiatan Ship To Ship FSU yang sudah berlangsung sejak Pertengahan Desember 2018.

Dalam pelaksanaan di lapangan kegiatan Ship to Ship FSU ini masih terkendala beberapa hal minor, hal ini dikarenakan kegiatan ini baru pertama kali di selenggarakan di wilayah FTZ atau di luar wilayah kepabeanan Indonesia.

Sehingga perlu ada beberapa penyesuaian di peraturan intern instansi, mengingat kekhususan status Batam sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.

Dwianto dalam pemaparannya juga menyampaikan bahwa Batam memiliki posisi yang sangat strategis dan potensi yang jauh lebih besar jika dibandingkan negara tetangga dalam hal penyelenggaraan bisnis STS FSU ini.

Posisi perairan Batam yang berada tepat di muka selat singapura ini sangat memudahkan pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan STS FSU.

Secara makro ekonomi, dari setiap rupiah PNBP yg diperoleh negara melalui BP Batam, memberi dampak ikutan (multiplier effect) hingga 4 kali lipat terhadap kegiatan perekonomian di Batam

Dari hasil diskusi, mengemuka bahwa perlu ada penyelarasan peraturan untuk mendukung kegiatan STS FSU di wilayah perairan FTZ seperti di Batam ini, mengingat statusnya bukan merupakan wilayah kepabeanan Indonesia serta menimbang pola kegiatannya dimana perpindahan barang kargo berasal dari luar negeri dan dipastikan tidak akan memasuki wilayah kepabeanan Indonesia (re-ekspor).

Sementara dari sisi kepabeanan akan diajukan usulan pembuatan peraturan khususnya mengenai mekanisme top up terhadap mother vessel yang berfungsi sebagai FSU.

Sedangkan dari pihak Kementerian ESDM menyatakan sebenarnya ada tata niaga migas yg harus dipenuhi perijinannya, namum dari peraturan yang berlaku belum sepenuhnya mengatur kegiatan serupa utk di kawasan FTZ.

Untuk saat ini pihak ESDM meminta minimal perusahaan fasililitator dapat memenuhi ketentuan perijinan migas yg diperlukan. Namun kedepan akan diusulkan utk pembuatan peraturan khusus mengenai STS FSU migas di wilayah FTZ seperti di Batam.

Dengan sinkronisasi informasi terkait isu teknis dan administrative yang digelar BP Batam ini, diharapkan dapat mereduksi kemungkinan kendala teknis dan administrative di lapangan. BP Batam selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna penyelesaian sejumlah kendala teknis yang mungkin terjadi dalam STS FSU di kawasan FTZ Batam yang baru pertama dimanfaatkan dalam rangka Pengembangan kegiatan di bidang alih muat kapal.

Kegiatan STS FSU diharapkan dapat menjadi multiplier effect bagi perekonomian Batam dan Indonesia pada umumnya, selaras dengan visi dan misi BP Batam dalam mewujudkan Batam sebagai pusat pengembangan alih kapal atau transshipment yang handal.

(*/ GoWestID)

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Histori1 hari lalu

Buah Naga & Sejarahnya di Batam

PULAU Batam identik dengan buah naga di Indonesia. Padahal, aslinya buah tersebut berasal dari benua Amerika. Tapi, tidak salah. Cikal...

Ide2 hari lalu

Pencipta Barang Nyentrik Yang Viral di Medsos

GENG Shuai dijuluki ‘Edison dari Cina’ bukan karena dia penemu lampu pijar seperti Thomas Alva Edison, melainkan karena kerap menciptakan...

Film Film Film3 hari lalu

Laut yang Memberi, Laut yang Mengambil ; Tentang “The Man from the Sea”

SEORANG pria Jepang terdampar di tepi pantai Banda Aceh. Telanjang. Tidak ada yang tau siapa namanya. Ia tak mau atau...

Otto Keren!5 hari lalu

Menyulap Corolla KE-30 1977 Jadi Mulus Banget

SALAH satu produk otomotif andalan Toyota yang melegenda adalah Corolla. Varian ini sudah mulai dikembangkan sejak 1968/ 1969. Sampai kini,...

Pilihan gowest.id5 hari lalu

Telaga Bidadari Yang Tersembunyi

ADA sebuah telaga yang terletak di sebuah hutan di kawasan Batam. Masyarakat sekitarnya menamainya sebagai Telaga Bidadari. Lokasinya masih perawan...

Jalan-Jalan Plesir5 hari lalu

Kampung Terih, Kampung Wisata Kekinian!

KAMPUNG tua yang satu ini kini telah menjadi desa wisata, yaitu Desa Wisata Kampung Terih. Kini, Kampung Terih menjadi salah...

Histori5 hari lalu

The Story of Engku Puteri

DATARAN Engku Puteri atau alun-alun Engku Puteri merupakan ruang terbuka umum yang ada di kota Batam. Lokasinya strategis karena berada...

Gaptek? Gak Lah!5 hari lalu

Apple Patenkan Sensor Biometrik Untuk Mobil

MEMBUKA ponsel menggunakan pemindai wajah sepertinya sudah sangat umum. Lalu bagaimana jika membuka kunci mobil menggunakan pemindai wajah? Apakah ada...

Pilihan gowest.id5 hari lalu

Kenapa Kita Dilarang Lepas Sepatu Saat di Pesawat?

Kamu mungkin tergoda untuk melepas sepatu dan bersantai selama di pesawat. Namun untuk alasan kesehatan, kamu sebaiknya tetap memakai alas...

Pop & Roll2 minggu lalu

Tangisan Dul di Konser Dewa 19

DEWA 19 jadi manggung di Malaysia. Dul Jaelani akhirnya menggantikan posisi Ahmad Dhani di Keyboard. Ia menggantikan posisi ayahnya yang...