Terhubung Dengan Kami

Khas

Menyikapi Nilai Ujian Anak

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Ilustrasi : © pinterest

JELANG akhir tahun, anak sekolah biasanya menghadapi ujian tengah semester. Hasilnya kadang mengejutkan. Bisa baik, pun buruk. Bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi nilai anak?

Jika hasil bagus dan memuaskan, umumnya orang tua akan menunjukkan ekspresi senang. Tapi, ketika nilai kurang atau jelek, maka ekspresi yang diperlihatkan orang tua cenderung negatif.

Menurut Dr. Mary Anne Heng, profesor di National Institute of Education (NIE) dilansir dari Young Parents, sebaiknya orang tua tidak langsung memarahi anak jika hasil ujiannya jelek.

Ada kemungkinan, jawaban salah bisa disebabkan oleh kecerobohan. Bukan karena kurangnya pemahaman.

Sebaliknya, jawaban yang benar mungkin adalah sesuatu yang baru saja dihafalnya. Ini menutupi fakta bahwa anak tidak benar-benar memahami konsepnya.

Heng juga mengingatkan hasil ujian bukan tolak ukur kecerdasan anak. Ditegaskan Heng, tes dan ujian adalah bentuk penilaian sumatif dan tidak memberikan banyak wawasan tentang bagaimana seorang anak berpikir atau mengapa ia gagal dalam belajar.

Menyikapi nilai anak dengan emosi atau memberikan hukuman nyatanya tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, hal ini akan membuat anak merasa tertekan. Akibatnya anak bisa menjadi pribadi yang kurang percaya diri.

Hanya menyalahkan dan tidak mendengarkan penjelasan anak menyoal nilai yang diperoleh merupakan salah satu kesalahan orang tua ketika berkomunikasi dengan anak, seperti dilaporkan Psychology Today.

Sebaiknya orang tua dapat menemukan keseimbangan antara penilaian sekolah yang dirancang dengan baik dan berhubungan dengan anak-anak mereka.

Tanyakan kepada anak tentang apa yang disukai anak di sekolah. Dan apa yang tidak mereka sukai.

Orang tua sebaiknya tidak memprioritaskan hasil dan menyalahkan anak karena nilai ujiannya tidak memuaskan.

Psikolog anak Rosdiana Setyaningrum pun menyayangkan sikap orang tua yang menyalahkan anak karena nilai buruk. Sebab ini bisa saja membuat anak depresi.

Ditulis Tempo.comDiana menjelaskan, orang tua idealnya tidak membiasakan anak memprioritaskan hasil, termasuk dalam ujian di sekolah.

Sebab, jika anak dibiasakan untuk berorientasi pada hasil maka berakibat buruk. Anak menjadi tertekan dan tidak menutup kemungkinan, ia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Saran, Diana, sebaiknya orang tua melatih anak untuk memperbaiki proses, dalam hal ini cara belajarnya. “Kalau nilai ujian anak jelek, mungkin kesalahan bukan pada kemampuan si anak, tapi pada cara belajarnya,” kata Diana.

Sebab, itu orang tua pun diingatkan untuk mengevaluasi perihal proses belajar.

Menurutnya, anak membutuhkan kondisi ideal agar sukses belajar. Kondisi ideal tersebut didapat anak jika orang tua membenamkan nilai positif pada mereka. Misal, dengan memberi pendampingan yang tidak disertai tuntutan berlebihan.

Perlu dipahami juga, ketika anak gagal, orang tua jangan langsung kesal. Tapi sebaiknya orang tua menyikapi dengan cara sebagai berikut.

Tetap memberikan apresiasi

Orang tua sebaiknya tidak pelit memberikan apresiasi sekalipun hasil ujian anak tidak sesuai dengan ekspektasi. Apalagi ketika anak sudah belajar, maka orang tua sebaiknya memberi pemakluman pada hasil ujiannya.

Melatih anak menerima kelemahan

Tanamkan pengertian bahwa hasil ujian sekolah yang buruk bukan pertanda kebodohan atau kegagalan. Tujuannya agar anak tidak merasa minder.

Lakukan tingkat kecerdasan (IQ)

Menurut Diana, anak perlu menjalani tes IQ lagi di luar sekolah, yang sifatnya personal. Bahkan sebaiknya tes IQ tersebut dijalani anak sebelum memilih sekolah.

Tes IQ penting agar orang tua bisa menentukan model pembelajaran yang tepat pada anak, dan tahu pada bidang mana saja anak mereka unggul.

Gali potensi anak di bidang tertentu

Menuntut anak sempurna di semua bidang pelajaran ternyata keliru. Diana menyarankan, orang tua berfokus mengembangkan potensi anak. Jika dari tes IQ dan ujian sekolah anak diketahui berbakat dalam bidang bahasa, misalnya, dukung dia mengembangkan diri pada bidang tersebut.

Selain hal di atas, kerja sama antara orang tua dan anak juga diperlukan. Jadi baik Anda dan anak sama-sama melakukan usaha untuk mendapatkan nilai sekolah yang baik.

Berkomunikasi lah juga dengan guru kelas anak. Tanyakan kepada guru, bagaimana cara terbaik untuk membantu anak belajar saat menghadapi ujian, seperti diungkap Drazenovic, salah satu guru dari Sekolah Dasar Longfellow di Kolombia.

Anak sebaiknya juga memiliki jam belajar yang teratur. Jadi tidak hanya menjelang ujian saja. Anda bisa mengikuti tip lain untuk berdamai dengan nilai anak yang kurang memuaskan.

 

 

Sumber : Verywellfamily / Tempo / pbs.org / Young Parent / Beritagar

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Histori1 hari lalu

Buah Naga & Sejarahnya di Batam

PULAU Batam identik dengan buah naga di Indonesia. Padahal, aslinya buah tersebut berasal dari benua Amerika. Tapi, tidak salah. Cikal...

Ide2 hari lalu

Pencipta Barang Nyentrik Yang Viral di Medsos

GENG Shuai dijuluki ‘Edison dari Cina’ bukan karena dia penemu lampu pijar seperti Thomas Alva Edison, melainkan karena kerap menciptakan...

Film Film Film3 hari lalu

Laut yang Memberi, Laut yang Mengambil ; Tentang “The Man from the Sea”

SEORANG pria Jepang terdampar di tepi pantai Banda Aceh. Telanjang. Tidak ada yang tau siapa namanya. Ia tak mau atau...

Otto Keren!5 hari lalu

Menyulap Corolla KE-30 1977 Jadi Mulus Banget

SALAH satu produk otomotif andalan Toyota yang melegenda adalah Corolla. Varian ini sudah mulai dikembangkan sejak 1968/ 1969. Sampai kini,...

Pilihan gowest.id5 hari lalu

Telaga Bidadari Yang Tersembunyi

ADA sebuah telaga yang terletak di sebuah hutan di kawasan Batam. Masyarakat sekitarnya menamainya sebagai Telaga Bidadari. Lokasinya masih perawan...

Jalan-Jalan Plesir5 hari lalu

Kampung Terih, Kampung Wisata Kekinian!

KAMPUNG tua yang satu ini kini telah menjadi desa wisata, yaitu Desa Wisata Kampung Terih. Kini, Kampung Terih menjadi salah...

Histori5 hari lalu

The Story of Engku Puteri

DATARAN Engku Puteri atau alun-alun Engku Puteri merupakan ruang terbuka umum yang ada di kota Batam. Lokasinya strategis karena berada...

Gaptek? Gak Lah!5 hari lalu

Apple Patenkan Sensor Biometrik Untuk Mobil

MEMBUKA ponsel menggunakan pemindai wajah sepertinya sudah sangat umum. Lalu bagaimana jika membuka kunci mobil menggunakan pemindai wajah? Apakah ada...

Pilihan gowest.id5 hari lalu

Kenapa Kita Dilarang Lepas Sepatu Saat di Pesawat?

Kamu mungkin tergoda untuk melepas sepatu dan bersantai selama di pesawat. Namun untuk alasan kesehatan, kamu sebaiknya tetap memakai alas...

Pop & Roll2 minggu lalu

Tangisan Dul di Konser Dewa 19

DEWA 19 jadi manggung di Malaysia. Dul Jaelani akhirnya menggantikan posisi Ahmad Dhani di Keyboard. Ia menggantikan posisi ayahnya yang...