Terhubung Dengan Kami

Khas

Nasib Taksi dan Ojek Online

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Ilustrasi

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi kemarin menggelar jumpa pers tentang nasib angkutan sewa khusus dan ojek online.

Ada sejumlah isu yang belakangan ini ramai mengenai kedua moda transportasi online tersebut menanti sikap pemerintah.

Direktur Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana mengatakan garis besar hal-hal yang bakal dibahas adalah terkait tuntutan driver selama ini.

“Iya termasuk di dalamnya kita membahas soal permintaan driver taksi online supaya aplikator jadi perusahaan transportasi,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Selanjutnya juga membahas soal keinginan driver ojek online mengenai tarif. Tarif yang saat ini dinilai terlalu rendah. Mereka menuntut adanya kenaikan tarif.

“Iya itu (yang nanti dibahas) tuntutan driver ojek online supaya ada penyesuaian tarif,” jelasnya.

Pemerintah Tak Bisa Atur Tarif Ojek Online

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pemerintah sudah memediasi driver ojek online (ojol) dan aplikator mengenai penetapan tarif baru. Namun pemerintah hanya sebatas mediator.

“Berkaitan ojek online seperti amanat waktu itu oleh Pak Presiden (Joko Widodo) maka Kemenhub bersama KSP (Kepala Staf Presiden), Menkominfo hanya memediasi agar saudara kita ojek online itu untuk lakukan kegiatan diskusi tentang penetapan hal-hal yang diinginkan,” lanjutnya.

Pemerintah tak bisa intervensi aplikator, tapi pihaknya tetap menekankan agar besaran tarif yang ditetapkan oleh aplikator turut mengedepankan kepentingan driver.

“Kita ingin juga sampaikan berkaitan online bahwa yang kita utamakan bagaimana para ojek itu dapatkan suatu perlindungan jumlah tarif yang memadai, itu pun pemerintah tak akan masuk dalam perundingan,” jelasnya.

Pemerintah dalam hal ini Kemenhub hanya mengatur tarif taksi online yang tertuang dalam PM 108.

Aplikator Taksi Online jadi Perusahaan Taksi

Pemerintah akan mewajibkan perusahaan penyedia jasa aplikasi (aplikator) transportasi online untuk mengubah bisnisnya jadi perusahaan transportasi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut saat ini aturan terkait hal tersebut sudah tahap finalisasi.

“Sekarang tahapannya Kemenhub sudah finalisasi. Satu-dua hari akan undang aplikator (Gojek dan Uber) untuk dibahas,” katanya dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Perhubungan.

Kata dia, Kemenhub konsisten untuk merealisasikan langkah tersebut. Keputusan ini diambil setelah dibahas bersama Kepala Staf Presiden Moeldoko, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, dan pihak aplikator.

“Jadi kita menerima masukan tersebut dan kita konsisten ingin jadikan aplikator jadi perusaahan transportasi. Sudah dibahas kami bertiga. Rudiantara juga setuju, Pak Moeldoko setuju,” sebutnya.

Tarif Ojek Online Dibahas Lebih Lanjut

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan pihaknya besok paling cepat akan kembali bertemu aplikator dan driver ojek online membahas ketetapan tarif.

“Besok atau lusa, saya tadi sudah menyampaikan kita akan ada pertemuan kembali dengan menghadirkan KPPU termasuk juga pemerintah yang sekarang ini. Lusa paling cepat besok, kalau enggak lusanya lagi kita akan ada rapat kembali,” papar dia.

Lebih lanjut ketika ditanya mengenai proses final penetapan tarif yang akan dilakukan, Kemenhub menyerahkan seutuhnya pada perundingan ojol dan aplikator.

“Ya nanti tergantung pertemuan. Saya nggak bisa pastikan. Apakah final atau gimana. Yang penting nanti mereka akan difasiltasi oleh KPPU. Belum (final), ya nanti kita akan undang KPPU besok lusa itu. Kita harapkan udah ada titik temu lah. Saya sendiri ingin cepat selesai karena ini dituntut juga oleh teman-teman dari Garda (driver ojol),” jelas dia.

 

Sumber : Detik Finance

 

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!3 jam lalu

Apakah Nomor WhatsApp Kamu Diblokir?

APLIKASI WhatsApp sudah merambah ke banyak pengguna saat ini. Rerata orang yang menggunakan telepon pintar, sangat mungkin juga menyematkan aplikasi...

Film Film Film22 jam lalu

Film Biopic Buya Hamka Segera Digarap

FILM biopic Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau dikenal dengan panggilan Buya Hamka sedang digarap oleh Falcon Picture. Semasa hidupnya,...

Histori22 jam lalu

Para Presiden RI Saat Bertemu Tokoh Dunia

SEJAK Merdeka pada 17 Agustus 1945 silam, Indonesia tercatat sudah memiliki 7 orang presiden yang memimpin negeri ini. Mulai dari...

Hidup Sehat1 hari lalu

Ada Bahaya TBC di Transportasi Umum

MENGGUNAKAN transportasi umum memang lebih ramah lingkungan. Namun, di sisi lain ada bahaya penularan penyakit yang mengintai, termasuk Tuberkulosis (TBC)....

Hidup Sehat2 hari lalu

Sindrom Metabolic Gara-Gara Doyan Ngemil Tidak Sehat

SUKA ngemil? Boleh-boleh saja sih, asal camilan yang kamu makan tergolong sehat. Sebabnya menurut pakar, kebiasaan ngemil tidak sehat bisa...

Histori2 hari lalu

“Hikayat Nongsa & Pengembangannya”

KAMPUNG Tua Nongsa di Batam memiliki sejarah Panjang dan memiliki peran yang tidak kecil bagi pulau Batam di masa lampau....

Histori2 hari lalu

Fungsi Cotton Bud Saat Awal Dibuat

PENGGUNAAN cotton bud sudah sangat umum. Benda satu ini sering digunakan untuk membersihkan telinga dari kotoran. Namun, tahukah kamu jika...

Film Film Film2 hari lalu

“My Stupid Boss 2” Pakai Lokasi Film “Kingkong”

FILM komedi ‘My Stupid Boss 2’ akan mengisahkan petualangan Bossman (Reza Rahadian), Kerani (Bunga Citra Lestari), Adrian (Ledil Putra), dan...

Hidup Sehat2 minggu lalu

Khasiat Ikan Tongkol

IKAN Tongkol menjadi salah satu ikan yang cukup populer di Indonesia. Ikan ini dapat diolah menjadi berbagai masakan rumahan yang...

Film Film Film2 minggu lalu

Kisah Bung Hatta Mau Diangkat ke Layar Lebar

FILM sejarah tergolong langka di negeri ini. Bahkan bisa dihitung dengan jari. Masih banyak tokoh yang belum difilmkan. Salah satunya...