Connect with us

Hidup Sehat

Panin Dai-Ichi Life Luncurkan Optima Crisis Cover Plus

KESEHATAN merupakan hal yang utama dalam hidup, untuk itu kita harus dapat melindungi diri dari

berbagai risiko kesehatan, termasuk diantaranya risiko penyakit kritis.

Guna memberikan solusi proteksi terhadap penyakit kritis untuk masyarakat Indonesia, Panin Dai-ichi Life meluncurkan Optima Crisis Cover Plus. Optima Crisis Cover Plus ini memiliki manfaat proteksi dari risiko terhadap 150 kondisi penyakit kritis di tahap early stage.

Berlokasi di kantor pusat Panin Dai-ichi Life di Jakarta, acara peluncuran produk asuransi dihadiri Direksi Panin
Dai-ichi Life, yakni Simon Imanto selaku Wakil Presiden Direktur Panin Dai Ichi Life, Masayuki Tanaka selaku Wakil
Presiden Direktur Panin Dai Ichi Life dan Kenichi Fukuda selaku Direktur Panin Dai Ichi Life.

“Keunggulan utama dari Optima Crisis Cover Plus yaitu perlindungan dari tahap awal (early stage) terhadap 150
kondisi penyakit kritis dengan rentang usia masuk mulai 1 bulan hingga 70 tahun,” kata Wakil Presiden Direktur
Panin Dai Ichi Life Simon Imanto dalam rilisnnya Senin (13/3).

Adapun total manfaat yang dapat diperoleh oleh nasabah untuk produk ini mencapai hingga 180 persen dari Uang
Pertanggungan, beserta manfaat tambahan lainnya.

“Sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang unik dan beragam, kami terus berinovasi untuk menghadirkan solusi proteksi yang sesuai dengan kebutuhan di setiap tahap kehidupan. Penting bagi nasabah untuk mengerti berbagai risiko kehidupan dan cara mengantisipasinya, termasuk risiko terhadap penyakit kritis.

“Penyakit kritis dapat terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja, untuk itu itu perlindungan komprehensif terhadap penyakit kritis sangat diperlukan oleh siapapun,” kata Simon Imanto.

Optima Crisis Cover Plus merupakan manfaat asuransi tambahan (riders) yang dapat ditambahkan di polis asuransi unitlink utama. Produk ini dipasarkan melalui para agen asuransi profesional Panin Dai-ichi Life yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dari waktu ke waktu, Panin Dai-ichi Life terus berkomitmen untuk melayani dan memenuhi janji kepada nasabah, termasuk dalam hal klaim untuk penyakit kritis.

Berdasarkan data klaim Panin Dai-ichi Life, pada periode 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2016, Panin Dai-ichi Life telah membayarkan klaim sebanyak 227 klaim penyakit kritis dengan nilai lebih dari Rp 26 miliar.

Dalam laporan organisasi kesehatan dunia (WHO), di tahun 2020 tiga perempat kematian di negara berkembang
disebabkan oleh penyakit kritis. Dari beberapa penyakit kritis, ada tiga yang memiliki presentase cukup tinggi yaitu
penyakit jantung dengan 70 persen, stroke dengan 75 persen, dan diabetes dengan 70 persen.

Selain berisiko tinggi terhadap kematian, penyakit kritis juga memiliki biaya pengobatan yang tinggi. Hasil survei Global Medical Trend yang diadakan oleh Willis Tower Watson, sebuah perusahaan konsultan internasional pada April 2016, menyatakan adanya kenaikkan tarif medis dunia sekitar 8 persen dan akan terus berkembang.

(yur)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Hidup Sehat

Jangan Selalu Minum Obat Saat Sakit Kepala

TIAP orang pernah mengalami sakit kepala. Jika gejalanya ringan, minum obat yang dibeli di warung, sering jadi pilihan.

Bimo Putra, misalnya. Mahasiswa Sastra Belanda di salah satu universitas negeri ini kerap membeli parasetamol untuk mengobati keluhan migrain yang ia rasakan.

Enggak perlu ke dokter-lah kalau enggak parah. Minum parasetamol saja terus dibawa tidur juga sembuh,” kata remaja berusia 20 tahun itu, Kamis (18/10) dikutip dari uzone.id.

Sementara Yana, 30 tahun, juga melakukan hal serupa. Malah, frekuensinya lebih banyak karena wanita yang bekerja sebagai freelancer majalah di Jakarta ini kerap didera sakit kepala hampir tiap hari.

“Bisa sekali minum tuh dua tablet karena satu sudah enggak mempan,” ujarnya di uzone.id. 

Sebuah studi yang dilakukan The National Institute for Health and Clinical Excellence (Nice) mungkin akan membuat Anda berpikir dua kali untuk minum obat pereda sakit terlalu sering.

Pasalnya, hasil studi menyebutkan bahwa obat pereda sakit seperti aspirin, parasetamol, dan triptans justru menyebabkan sakit kepala yang lebih parah.

Anggota peneliti dari Warwick Medical School Profesor Martin Underwood mengatakan setiap keluhan di kepala memiliki jenis yang berbeda dimana perawatannya pun tidak bisa disamakan.

Obat migrain adalah yang paling berkurang efektivitasnya jika diminum lebih dari 15 hari. Jika gejala tidak berkurang dalam maksimal tiga hari, sebaiknya segera pergi ke dokter.

“Orang yang sakit kepala seperti dalam lingkaran setan dimana sakit mereka makin parah dengan dosis obat berlebihan dan diagnosa yang salah,” kata Underwood seperti dikutip Huffington Post.

Riset yang dilakukan Nice memaparkan bahwa satu dari 50 orang yang menderita sakit kepala mengaku minum obat lebih dari 10 hari. Obat tersebut seperti ‘kebal’ dan berbalik menyerang tubuh seseorang.

“Obat pereda sakit akan efektif bila diminum sesekali,” ujarnya.

Wakil Kepala Eksekutif Nice Dr Gillian Leng menuturkan, meskipun sakit kepala adalah masalah neurologis yang paling umum dilihat oleh dokter dan ahli saraf, banyak orang yang tidak menerima diagnosis yang benar dan tepat.

“Kami berharap penelitian ini akan membantu dokter dan profesional kesehatan lainnya untuk melakukan diagnosa yang tepat terhadap jenis gangguan sakit kepala,” kata Dr Leng.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana obat pereda sakit efektif melakukan fungsinya pada manusia.

(*)

 

Continue Reading

Hidup Sehat

Gerakan : “Ayo Kerokan”

MESKI ada pengobatan modern, hingga kini orang Indonesia, terutama di Jawa, tetap akrab dengan kerokan saat merasa tidak enak badan.

Seorang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, seperti yang disampaikan warganet di aplikasi pesan-pesan instan, Prof Didik Gunawan Tamtomo meneliti manfaat kerokan. Penelitian itu dilakukan tahun 2003-2005.

”Kerokan adalah kearifan lokal. Pasien saya menyatakan, kalau belum kerokan, belum puas,” kata Didik di Solo.

Pada tahap awal, Didik melakukan survei kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya, dari 390 responden berusia 40 tahun ke atas yang mengembalikan kuesioner, hampir 90 persen mengaku kerokan saat ”masuk angin”.

Responden Didik adalah para pasien, tetangga, dan pedagang di pasar. Para responden meyakini manfaat kerokan untuk menyembuhkan ”masuk angin”.

Istilah ”masuk angin” sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Masuk angin merujuk pada keadaan perut kembung, kepala pusing, demam ringan, dan otot nyeri.

Kerokan di Indonesia biasanya menggunakan uang logam ataupun alat pipih tumpul yang digerakkan di kulit secara berulang-ulang menggunakan minyak sebagai pelicin.

1. Tidak merusak

Pada tahap kedua, Didik menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian. Ia mengerok bagian tangannya lalu dibiopsi, yaitu diambil sedikit jaringan kulit epidermisnya (kulit ari) untuk pemeriksaan mikroskopis.

”Selama ini ada anggapan, orang yang sering dikerok kulitnya akan rusak, pori-pori kulitnya membesar, atau pembuluh darahnya pecah. Namun, hasil pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah, tetapi pembuluh darah hanya melebar,” kata Didik.

Melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah bertambah. Kulit ari juga terlepas seperti halnya saat luluran.

2. Meningkatkan endorfin

Penelitian tahap akhir adalah penelitian biomolekuler, yakni pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan. Didik mengumpulkan sejumlah orang dengan kondisi serupa, seperti berat badan, usia, dan mengalami nyeri otot sebagai salah satu ciri ”masuk angin”. Semua responden adalah perempuan karena mereka dinilai lebih suka kerokan daripada laki-laki.

Para responden dibagi dalam dua kelompok dan menjalani pemeriksaan darah. Kelompok pertama kemudian dikerok, sedangkan kelompok kedua tidak. Seluruh responden selanjutnya diperiksa lagi darahnya. Ada empat hal yang diamati, yakni perubahan kadar endorfin, prostaglandin, interleukin, serta komplemen C1 dan C3.

Hasilnya, kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat.

3. Kadar prostaglandin turun.

Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos lain serta mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan memengaruhi kerja sejumlah hormon.

Di sisi lain, zat ini menyebabkan nyeri otot. Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.

”Adapun perubahan komplemen C3, C1, dan interleukin yang menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan,” kata Didik.

Ia menyarankan, kerokan sebaiknya dimulai dari atas ke bawah di sisi kanan dan kiri tulang belakang, dilanjutkan dengan garis-garis menyamping di punggung bagian kiri dan kanan. Alat pengerok dipegang 45 derajat agar saat bergesekan dengan kulit tidak terlalu sakit.

Salah satu unsur dalam kerokan yang mendukung pengobatan adalah hubungan emosional antara orang yang dikerok dan orang yang mengerok. ”Ibu yang mengerok anaknya sambil bercerita merupakan unsur biopsikososial dalam pengobatan yang kini digalakkan dalam pengobatan modern,” kata Didik. (*)

Seperti yang disampaikan warganet dari satu grup WhatsApp ke grup WhatsApp lainnya.

Continue Reading

Hidup Sehat

“Jam Kerja Biologis Organ Tubuh Manusia”

oleh: Prof. dr. Soeharsoyo SpAk

LAMBUNG, Jam 07:00 – 09:00. Daya kerja lambung sedang kuat-kuatnya. Dianjurkan untuk sarapan yang bergizi tinggi pada jam ini.

JANTUNG, Jam 11:00 – 13:00; Hindari panas berlebih dan olah fisik, terutama bagian yang ada keluhan di pembuluh darah.

HATI / LIVER, Jam 13:00 – 15:00, Kondisi liver sedang lemah, dengan istirahat sejenak akan terjadi proses regenerasi sel2 hati.

PARU-PARU, Jam 15:00 – 17:00, Paru paru sedang lemah, istirahat dan nafas dengan teratur untuk mengembalikan energi paru paru.

GINJAL, Jam 17:00 -19:00, Ginjal dalam kondisi kuat, terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan sel otak. Ini jam terbaik untuk belajar.

LAMBUNG, Jam 19:00 – 21:00, Lambung sedang lemah. Diusahakan jangan mengkonsumsi makanan padat yang sulit dicerna, atau lebih baik berhenti makan.

LIMPA, Jam 21:00 23:00, Limpa dalam kondisi lemah, terjadi proses pembuangan racun tubuh dan regenerasi sel limpa. Jika wajah menjadi agak pucat di jam ini, artinya limpa ada gangguan.

JANTUNG, Jam 23:00 – 01:00, Jantung sedang dalam kondisi lemah.
Waktunya istirahat untuk pemulihan energi tubuh.

HATI / LIVER, Jam 01:00 – 03:00, Liver dalam kondisi kuat, terjadi proses pembuangan racun hasil metabolisme tubuh. Ini saatnya terjadi regenerasi sel.

PARU-PARU, Jam 02.30 – 04:30, Kondisi paru paru sedang kuat, terjadi pembersihan dan pembuangan racun atau kotoran di paru paru. Akan terjadi batuk, bersin dan berkeringat bila paru-paru kotor. Ini jam terbaik untuk “Qiyamul lail”. Saat sujud pada waktu inilah mengalirnya darah yang kaya akan oksigen ke otak tertentu yang tidak bisa dialirkan darah pada saat sujud diwaktu siang.

USUS BESAR, Jam 05:00 – 07:00, Usus besar dalam kondisi kuat,
biasakan B.A.B di jam ini agar kotoran, racun dan sisa sistem pencernaan dapat dikeluarkan semua. (*)

 

Continue Reading

Trending