Connect with us

Khas

Pekerjaan Perbankan & Manufaktur Bakal Hilang?

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Ilustrasi Revolusi 4.0 : © Eurasia

PERUBAHAN zaman memang menggerus banyak hal. Termasuk bidang pekerjaan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi anak-anak milenial yang sangat aktif memproduksi konten-konten positif melalui media sosial maupun dalam kehidupan yang nyata.

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan puluhan anak-anak muda yang selama ini sudah berkiprah dan memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan ide-ide dan gagasannya, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Beberapa aktivis media sosial hadir dalam acara ini antara lain Eka Gustiwana, Jesica Milla, Ayla Dimitri, Danny Syah Aryaputra, Vanesha Prescilla, Anggika Bolsterli, Melody Nurramdhani Laksani, Vikra Ijas, serta kakak beradik Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez, dan beberapa nama lain yang sangat populer sebagai influencer, endorser, maupun aktivis media sosial.

Moeldoko memberikan gambaran bagaimana tantangan ke depan dalam dunia yang berubah sangat cepat.

“Berbagai jenis pekerjaan akan menghilang, mulai dari perbankan sampai dengan manufaktur,”ujarnya.

Teknologi informasi dan komunikasi yang dihadirkan oleh Revolusi Industri 4.0, lanjut Moeldoko, akan mengubah cara manusia berproduksi dan menghasilkan sesuatu. “Generasi seperti kalian-kalian ini, akan merasakan bagaimana teknologi akan menghimpit seluruh kehidupan manusia,” ujar Moeldoko mengingatkan.

Mereka yang Bertahan

Akan tetapi, Kepala Staf Kepresidenan juga memberikan panduan, bagaimana menghadapi perubahan tersebut. “Mereka yang bertahan adalah mereka yang berhasil membangun dirinya. Tidak cukup hanya itu, mereka yang berhasil adalah mereka yang berhasil membangun dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dengan melakukan hal-hal yang produktif,” ujar pria asal Kediri tersebut.

Untuk itu, inovasi adalah salah satu jawabannya. “Saya pernah bertemu dengan seorang mahasiswa UGM yang menemukan teknologi micro bubble untuk sistem perikanan. Setelah berdiskusi dan dimatangkan, teknologi tersebut kini sudah bisa masuk ke skala industri, dan dapat mempercepat pertumbuhan ikan-ikan menjadi lebih cepat,” ujarnya.

Dengan teknologi tersebut, produksi ikan budidaya dapat ditingkatkan.

Oleh karena itu, Moeldoko yang didampingi oleh Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani menegaskan tantangan nasionalisme bagi anak-anak muda ke depan bukan lagi mengangkat senjata, melainkan bagaimana ikut menyejahterakan masyarakat luas melalui inovasi dan produksi-produksi hal positif yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia melanjutkan penegasannya dengan mengatakan bahwa kuncinya adalah bagaimana mendistribusikan apa yang kita punyai, apa yang kita mampu, untuk mewujudkan keadilan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Jaleswari menambahkan, Kantor Staf Presiden akan terus berkolaborasi dengan anak-anak muda untuk menebarkan kebaikan dan hal-hal positif. Ia bercerita bahwa diskusi dan pertemuan semacam ini bukanlah yang pertama kali dilakukan.

“Ini sudah pertemuan ketiga, dan mudah-mudahan dengan kami memfasilitasi pertemuan semacam ini, lebih banyak anak-anak muda yang dapat terlibat dalam gerakan membangun hal-hal produktif,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, ditanyakan perihal kekhawatiran dan keengganan anak-anak muda untuk terlibat dalam bidang politik, Moeldoko menjawab dalam politik, kita seringkali hanya berfokus pada risiko. “Padahal, dalam politik juga terdapat peluang-peluang. Oleh karena itu, yang paling penting adalah tetap berpikiran positif dan berbuat sesuatu, sekecil apapun, untuk membuat keadaan lebih baik,” tutupnya.

Respons Milenial

Ayla Dimitri, salah satu peserta diskusi dan juga tengah meneliti generasi milenial mengajak untuk  berkolaborasi untuk mengomunikasikan dan memberi motivasi kepada anak-anak muda, tentang kesiapan mereka untuk menghadapi kompetisi, kesiapan mental, supaya tidak gampang depresi.

“Karena banyak org tua kurang menyadari akan masalah itu,” katanya.

Sementara itu, Vanesha Prescilla, pemeran Milea dalam film Dilan 1990 yang sedang populer menceritakan bagaimana film yang ikut dibintanginya dapat menjadi pintu masuk untuk mengajak anak-anak muda lebih kritis dan terbuka.

“Sosok Dilan dalam film sekarang menjadi tokoh publik yang diidam-idamkan generasi milenial. Dilan tidak hanya ditampilkan dengan menonjolkan karakter dan sifat yang terkesan negatif dengan kenakalan-kenakalannya.

”Semangat bela negara, kepercayaan diri yang tinggi, yang muncul dalam sosok Dilan, menurut Vanesha dapat ditampilkan dengan cara kekinian yang disukai anak muda,” ujarnya.

Sementara Dany Syah Aryaputra yang kini mengelola web kolaboratif www.kitabisa.com mengutarakan dari komunitas yang pertemuannya difasilitasi oleh Kantor Staf Presiden ini, mereka jadi sering bertemu.

“Lalu muncul ide-ide dan kita sekarang sering berkolaborasi. Surya kolaborasi dengan Archi. Dan seterusnya. Banyak kegiatan yang terjadi. Kita sibuk bikin karya, itu akan sangat positif. Anak muda indonesia kehilangan sosok atau fitur yang layak ditiru. Jika anak-anak muda punya kesibukan, mereka nggak akan macam-macam,” urainya.

Dany menambahkan jika anak-anak muda dari berbagai kelompok dan komunitas sudah saling kenal, ketika tonggak kepemimpinan sudah beralih ke tangan anak-anak muda, generasi milenial sudah seperti kawan seperjuangan.

“Sudah saling kenal. Sudah nggak melihat seperti musuh,” tambahnya.

Sementara itu Siwi, seorang remaja berlatar belakang keluarga Nahdlatul Ulama melihat, tantangan anak-anak muda hari ini justru lebih berat, karena dihadapkan dengan berbagai macam perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar.

“Saya belum bisa membayangkan bagaimana nantinya saya sebagai ibu harus membesarkan dan memberikan pengertian kepada anak-anak saya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia memilih untuk berkiprah dan berperan lebih aktif dalam berbagai literasi tentang bahaya radikalisme, ekstremisme, dan semacamnya.

Dovi dan Jo da Lopez, kakak beradik yang juga Youtubers mengingatkan, berdasarkan temuan mereka, konten negatif itu menyebar empat kali lebih banyak dibandingkan konten positif. Oleh karena itu, mereka berdua mengingatkan untuk tak lelah-lelah membuat konten positif, persis seperti harapan Moeldoko kepada anak-anak muda tersebut.

Sumber : SUARA

Gowest.id

 

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar

DPRD Batam Mengucapkan : Marhaban Ya RAMADHAN 1439 Hijriah

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!9 jam lalu

Cara Hilangkan Status Online di WhatsApp

WHATSAPP punya fitur Last Seen. Dengan fitur itu, kamu bisa mengetahui kapan pengguna lain melihat Whatsapp. Mulai dari keterangan menit...

Gaptek? Gak Lah!7 hari lalu

5 Fitur Baru WhatsApp yang Perlu Kamu Tahu

DENGAN 1,5 miliar pengguna, membuat WhatsApp terus berupaya memberi pengalaman terbaru dalam berkomunikasi. Salah satunya dengan menghadirkan fitur terbaru untuk...

Pop & Roll7 hari lalu

Aa’ Gatot Terserang Stroke

SIDANG kepemilikan senjata api dan satwa dilindungi dengan terdakwa Gatot Brajamusti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan harus ditunda. Gatot sebagai terdakwa urung hadir...

Gaptek? Gak Lah!7 hari lalu

Ujicoba Mode Incognito di Youtube

“MODE Penyamaran” (Incognito Mode) di peramban adalah fitur yang terkenal ada pada ponsel dan komputer. Kini, YouTube sedang menguji fitur...

Gaptek? Gak Lah!7 hari lalu

Portal Remaja Bikinan Facebook

FACEBOOK meluncurkan Portal Remaja yang disebut-sebut sebagai sumber informasi bagi remaja yang menyediakan berbagai layanan, termasuk Edukasi. Dalam layanan Edukasi,...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

NASA akan Terbangkan Helikopter di Mars

BADAN antariksa Amerika Serikat NASA mengatakan akan mengirim sebuah helikopter kecil ke Mars sebagai bagian dari misi tahun 2020 untuk...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Smartwatch Pixel Besutan Google Meluncur Tahun Ini

SETELAH secara resmi mengungkapkan Android P dalam gelaran pengembang Google I/O awal pekan ini, Google siap untuk menggelar acara lain...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Emoji Untuk Fitur Polling di Instagram

INSTAGRAM menambahkan cara baru untuk melakukan polling. Sebelumnya, polling dilakukan dalam bentuk biner, kini opsi baru memungkinkan follower untuk menilai sesuatu...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Keyko, Ratu Prostitusi Online Yang Akhirnya Dibekuk

KEPOLISIAN Daerah Jawa Timur menangkap Yunita alias Keyko, perempuan yang berpredikat sebagai “ratu prostitusi online”. Perempuan berusia 40 tahun itu...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Bakat Menggambar Bocah Alif yang Viral

SEORANG siswa SD kelas 6 bernama Alif asal Pelabuhan Klang, Malaysia, mendadak terkenal setelah gurunya, Haiqal Iskandar, mengunggah beberapa foto berisi gambar-gambar...