Connect with us

Batam Only!

Pelebaran Jalan Lanjut di 2018

Mike Wibisono

Published

pada

Foto : Media Center Batam

PEMBANGUNAN infrastruktur masih menjadi prioritas kegiatan Pemerintah Kota Batam 2018 mendatang. Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan sebanyak 10 ruas jalan akan dilebarkan tahun depan.

Titiknya antara lain Jalan Raja Haji Fisabilillah, dari BNI Sei Panas menuju jalan layang (flyover) Laluan Madani Simpang Jam.

Kemudian sepanjang Jalan Laksamana Bintan dari BNI Sei Panas ke Underpass Pelita, dari BNI Sei Panas ke Simpang Frengki, dan lanjut dari Simpang Frengki ke Grand Niaga Mas Batam Centre. Pelebaran juga menyentuh ruas Jalan Laksamana Bintan dari simpang Patung Kuda Sei Panas sampai ke Bengkong Second.

“Kemudian Kampung Utama ke Kolekta, dan Kolekta ke Polsek Lubukbaja (Jalan Raden Patah). Dari Polsek ke Simpang Baloi Centre, terus ke Sei Ladi. Dan dari Kantor Walikota ke Kepri Mall (Jalan Ahmad Yani),” kata Rudi usai meninjau lokasi pelebaran, Senin (4/12).

Serta ditambah Jalan Sudirman dari Simpang KDA ke Kantor Camat Batam Kota. Sedangkan jalan di Tiban tepatnya dari Simpang Tiban Princess ke arah Patam Lestari akan dilebarkan pada 2019 mendatang.

“Dari Batuampar, Bengkong Garama ke Bengkong Second (Jalan Yos Sudarso) juga dibuka dua lajur, di 2019,” ujarnya.

Rudi berharap proyek fisik 2018 ini sudah mulai dilelang di akhir tahun. Tujuannya agar pengerjaannya bisa dilakukan segera dan dapat selesai tepat waktu.

“Siapkan prosesnya sekarang, setelah APBD turun, tinggal beri nomor,” kata dia.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Yumasnur mengatakan sesuai perintah pimpinan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan lelang untuk proyek pelebaran jalan tersebut. “Dilelang Desember ini. Kita usahakan Januari sudah mulai dikerjakan,” kata Yumasnur.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Batam Only!

Sosialisasi Percepatan Realisasi Investasi di Batam

iqbal fadillah

Published

on

BP Batam menggelar percepatan realisasi investasi di pulau Batam. Melalui sosialisasi yang digelar, mereka ingin melakukan percepatan perizinan berusaha serta meningkatkan koordinasi dan  sinkronisasi perizinan satu pintu.

 

 

 

Continue Reading

Batam Only!

Dana Pusat Rp 934 Miliar Untuk Batam

Mike Wibisono

Published

on

Ilustrasi

BATAM bakal menerima dana dari pusat pada 2018 sebesar Rp 934,697 miliar. Terdiri dari dana bagi hasil (DBH) pajak Rp 147,0 miliar, DBH sumber daya alam Rp 14,3 miliar, dana alokasi umum Rp 599,0 miliar, dana alokasi khusus (DAK) fisik Rp 80,4 miliar, dan DAK non fisik Rp 93,7 miliar. DIPA total ini turun dibandingkan yang diterima Kota Batam tahun 2017 sebesar Rp 963,792 miliar.

Penyerahan DIPA dilaksanakan di Gedung Daerah Kepri di Kota Tanjungpinang, Senin (11/12) kemarin.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kepri Heru Pudyo Nugroho mengatakan penyerahan DIPA ini sebagai tindaklanhut penyerahan DIPA induk kementerian lembaga.

“Penyerahan DIPA di Provinsi Kepri dilaksanakan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Dan paling awal dari seluruh daerah provinsi di Indonesia. Kami apresiasi langkah Gubernur yang mempercepat proses penyerahan ini,” kata Heru.

Ia berharap dengan penyerahan DIPA lebih awal, proses pelaksanaan anggaran dapat dikerjakan lebih cepat juga.

Tahun ini Kepri menerima 333 DIPA satuan kerja kementerian lembaga dan pemerintah daerah. Nilainya Rp 6,91 triliun, naik 1,2 persen dibanding 2017 Rp 6,13 triliun.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan ada catatan khusus Presiden RI, Joko Widodo saat penyerahan DIPA ke provinsi beberapa waktu lalu. Presiden berpesan jangan sampai kegiatan inti lebih kecil dari pendukungnya.

Saat itu, kata Nurdin, Presiden mencontohkan kegiatan pemulangan TKI misal dianggarkan Rp 3 miliar. Biaya pemulangan TKI yang terpakai hanya Rp 500 juta, selebihnya untuk rapat, studi banding, dan sebagainya.

“Tapi itu hanya contoh. Bukan berarti pemulangan TKI seperti itu. Saya rasa ini juga hal yang bagus, menjadi catatan kita semua,” kata Nurdin.

Dan kepada seluruh instansi penerima DIPA, ia berharap agar segera melaksanakan kegiatan terkait. Sehingga diharapkan dapat selesai lebih awal.

Menjawab catatan Gubernur tersebut, Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan Pemerintah Kota Batam sudah lebih dulu menjalankannya. Pertama tentang proses kegiatan yang dimulai lebih awal, sudah dilaksanakan Pemko Batam.

“Saya sudah jalan duluan. Berkas sudah saya siapkan. Batam sudah jalan itu,” kata Rudi.

Begitu juga pesan tentang anggaran kegiatan inti yang harus lebih besar dari kegiatan pendukung. Menurut Rudi Pemko Batam juga sudah menerapkannya.

“Honor kegiatan sudah dihilangkan. Seremonial pada kegiatan juga sudah saya kurangi,” ujarnya.

Ia akui DIPA tahun ini berkurang sedikit dari tahun berjalan. Selain itu target mendapatkan dana insentif pun belum bisa terwujud meski APBD 2018 tepat waktu ditetapkan. Karena penetapan APBD tahun berjalan tidak tepat waktu.

“Tahun lalu kita tidak tepat waktu. Kalau tidak salah itu harus tiga kali baru dapat,” kata Rudi.

 

Sumber : Media Center Batam

 

Continue Reading
Advertisement

Kami di Facebook

Trending