Terhubung Dengan Kami

Berita

Penelitian USAID Prioritas : Siswa Bisa Baca Tapi Tak Mengerti Makna

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

PENELITIAN yang dilakukan terhadap 15.941 siswa sekolah Indonesia mengindikasikan mereka bisa membaca, tapi tidak mengerti makna yang dibaca.

Kondisi ini mengingatkan guru dan orang tua agar tidak langsung senang melihat siswa atau anaknya sudah bisa membaca. Harus diperiksa juga apakah anak-anak itu juga memahami maka bacaan yang dibaca.

Penilaian terhadap kondisi tersebut dilakukan oleh tim USAID Prioritas. Mereka menyebut banyak siswa yang lancar membaca, namun kurang memahami bacaannya.

Penilaian tim USAID Prioritas itu dilakukan kepada 15.941 anak kelas III SD.

Seluruhnya tersebar di tujuh provinsi yang menjadi pendampingan program USAID Prioritas selama kurun 2012-1015.

Ketujuh provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Kemudian Sulawesi Selatan dan Banten.

Ilustrasi anak sedang membaca

Ilustrasi anak sedang membaca

Hasil dari penilaian kemampuan membaca USAID Prioritas itu menyebutkan, hampir seluruh anak yang dinilai sudah lancar membaca. Namun banyak juga yang kurang memahami makna teks yang dibaca.

’’Pemahaman membaca siswa yang di-sample rata-rata masih di bawah 80 persen,’’ kata  Koordinator Provinsi USAID Prioritas Jamaruddin dilansir JPNN kemarin.

Menurutnya hasil penilaian itu harus menjadi perhatian para guru, dinas pendidikan, dan pemerintah. Sebab kemampuan memahami bacaan akan mempengaruhi penyerapan materi selama pembelajaran.

Selama proses belajar, siswa akan kesulitan memahami dengan baik instruksi dalam bacaan. Dampak berikutnya prestasi siswa cenderung menurun.

Anak-anak yang mampu membaca tapi kurang dapat memahami isi bacaan, harus segera ditangani. Sebab mereka bisa menghadapi masalah ketika terus naik kelas. Di kelas selanjutnya instruksi-instruksi dari materi bacaan semakin banyak dan kompleks.

’’Jangan sampai mereka tertinggal belajar dari teman-temannya,’’ jelasnya.

Ilustrasi

Ilustrasi

Wakil Direktur Program USAID Prioritas Feiny Sentosa mengatakan guru perlu melakukan inovasi belajar membaca sejak kelas awal. Dengan begitu,  saat anak-anak masuk kelas III sudah lancar membaca sekaligus memahami dengan baik isi bacaan.

’’Peningkatan kemampuan membaca bisa dengan cara EGRA (early grade reading assessment, red),’’ kata dia.

Feiny menjelaskan dengan EGRA, guru bisa meningkatkan kemampuan membaca siswa. Sebab di dalam EGRA terdapat sejumlah tugas yang cukup penting.

Yakni tugas untuk mengenal nama huruf, membaca kata-kata yang bermakna, dan membaca kata-kata yang tidak bermakna.

Selain itu siswa juga diajak membaca teks dengan lancar, menjawab pertanyaan teks untuk pemahaman, dan kemampuan menyimak.

Cara sederhana dalam menerapkan model pembelajaran EGRA itu adalah, dengan menjalankan kegiatan prediksi sebelum membaca dan merangkum bacaan setelahnya.

’’Prediksi bisa dilakukan banyak cara. Seperti menunjukkan gambar ilustrasi bacaan yang akan dibaca,’’ tuturnya.

Dia mendukung program 15 menit membaca yang digalakkan oleh pemerintah. Feiny berharap para guru tidak melepas kegiatan membaca sebelum kelas dimulai ini.

Guru tetap harus mendampingi supaya siswa benar-benar bisa membaca dan memahami isi bacaan. ***

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!5 hari lalu

Google Bakal Cegah Orang Nonton Youtube Berlebihan Dengan Cara Ini

MENONTON YouTube merupakan pilihan banyak orang saat karantina di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Namun, menonton terlalu lama tentu tak...

Histori1 minggu lalu

Kisah Sahang dan Gambir di Kepulauan Riau

MASA depan Kabupaten Lingga itu di sektor pertanian. Sejarah masa lampau negeri termasyur yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau Lingga...

Hidup Sehat2 minggu lalu

Sehat Jiwa di Masa Pandemi Covid-19. Tips Sehat dari Dokter Spesialis Kejiwaan RSBP Batam

PANDEMI Covid-19 (virus Corona) menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, Provinsi Kepri dan Batam. Covid-19 tidak...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Menyalin Tulisan Tangan Dengan Google Lens

GOOGLE telah menambahkan fitur baru yang sangat berguna ke Google Lens. Kini, kalian bisa menyalin dan menempelkan (copy and paste)...

Histori2 minggu lalu

Menolak Lupa ; Tentang RA. Srimulat

RADEN Ayu Srimulat (7 Mei 1908-1968) adalah pemain sandiwara panggung, pemain film dan penyanyi di era akhir 50-an sampai akhir...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

ADU HEMAT KUOTA | Zoom, WebEx Atau Google Meet?

KEBIJAKAN agar bekerja dari rumah membuat sebagian besar pekerja harus menggunakan aplikasi video telekonferensi tetap produktif. Sejumlah aplikasi seperti Zoom,...

Otto Keren!3 minggu lalu

Mini Wuling Seharga Rp. 90 Juta

WULING telah memperkenalkan mini-EV baru yang diberi nama Wuling Hongguang. Mobil listrik tiga pintu dan empat kursi ini hadir dalam...

Ide4 minggu lalu

10 Ide Fotografi di Rumah

SAAT kita diminta untuk berdiam diri #DiRumahSaja , pasti ada kejenuhan yang mendera. Sejak wabah COVID-19 melanda negeri kita awal...

Histori4 minggu lalu

Honda FC50, Nenek Moyang Beat

NETIZEN banyak yang kaget dengan tampilan nenek moyang motor matik Honda BeAT yang mulai bamyak diposting di facebook. Leluhur Honda...

Pop & Roll4 minggu lalu

Tawaran Gratis Dari Google Meet

MULAI bulan Mei ini, Google mulai menggratiskan layanan video conference mereka untuk semua pemilik akun Google, yaitu Google Meet. Siap caplok pengguna Zoom? Sebelumnya,...

Advertisement