Terhubung Dengan Kami

Khas

Pengembangan Kawasan Hang Nadim Yang Berbasis Logistics Aerocity

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Maket pengembangan kawasan Bandara Hang Nadim

SEBAGAI jawaban terhadap kebutuhan yang mendesak pada pengembangan Bandara Hang Nadim, BP Batam berkomitmen penuh untuk melakukan upaya-upaya percepatan pada keseluruhan jadwal pelaksanaan Fasilitas Pengembangan Proyek dan Pendampingan Transaksi.

Proyek-proyek tersebut digesa agar dapat sesegera mungkin memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Batam terhadap peningkatan pelayanan Kebandarudaraan.

Konsep pengembamgan yang dikerjakan mendukung konsep besar pengembangan kawasan berbasis Logistics Aerocity, yang sejalan dengan rencana pengembangan berbasis Kawasan Logistik Industri Perdagangan dan Pariwisata (KLIPP).

“Terminal penumpang yang ada saat ini kurang memadai dalam mengikuti pesatnya pertumbuhan permintaan pergerakan lalu lintas udara, sehingga menyebabkan kemacetan dan antrian panjang di area-area pemrosesan penumpang pada jam-jam sibuk di Bandara HN. Proyek ini bertujuan untuk mendapatkan tenaga ahli internasional di bidang pengelolaan bandara, dan investasi dalam peningkatan kualitas fasilitas bandara, ” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

Untuk itu, BP Batam saat ini menggesa Proyek Pengembangan Bandara Hang Nadim Batam yang akan bertransformasi menjadi bandara kelas dunia.

Proyek ini akan meningkatkan kualitas Bandara HN melalui:

  1. Renovasi, perluasan, pengelolaan dan pemeliharaan terminal penumpang eksisting (T1);
    Pembangunan, pengelolaan dan pemeliharaan terminal penumpang baru (T2), infrastruktur sisi darat, infrastruktur sisi udara pendukung lainnya.
  2. Relokasi dan pembangunan terminal kargo; serta
    Konsep pengembangan rencana induk BTH dengan konsep Logistics Aerocity.
    Proyek ini akan dikembangkan dalam skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan memanfaatkan dana fasilitas Pengembangan Proyek dan Pendampingan Transaksi (Project Development Facility) dari Kementerian Keuangan yang dilaksanakan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (“Persero” (“PT SMI”) sebagai Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”) di bawah Kementerian Keuangan.

Rencana BP Batam ini didukung oleh Kementerian Keuangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Foto © BP Batam untuk GoWestID

Untuk mewujudkan hal tersebut, BP Batam dalam waktu dekat akan segera mengadakan kegiatan penjajakan minat pasar (market sounding) kepada para investor yang berminat untuk proyek ini.

Ini juga merupakan proyek KPBU bandara pertama di Indonesia.

BP Batam berencana memulai proses prakualifikasi pada bulan Desember 2018, dengan pemenang lelang ditargetkan dapat terpilih pada awal Semester II-2019.

“Perkiraan nilai investasi proyek pengembangan Bandara Hang Nadim ini adalah Rp.3,9 Trilyun dengan luas yang akan dikerjasamakan seluas 366 ha. Pembangunan konstruksi berupa perbaikan dan perluasan terminal 1 akan dilakukan pada September 2019 dan selesai pada 2020 yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi Terminal 2 dan kargo pada tahun 2021,” lanjut Lukita.

Proyek ini diharapkan memberikan Level of Service “optimum” (sesuai definisi IATA) bagi para penumpang, di mana diharapkan Bandara HN dapat mengakomodasi pertumbungan penumpang setiap tahunnya, yang berarti:

Para penumpang akan dapat melewati proses di bandara lebih cepat daripada sebelumnya.

Sehingga membantu warga setempat, wisatawan, dan para penumpang yang melakukan perjalanan.

Seiring bertambahnya kapasitas terminal, kapasitas dan/atau frekuensi penerbangan akan meningkat dan maskapai penerbangan akan bersaing lebih ketat dalam layanan atau harga untuk menarik wisatawan baru dan penumpang yang melakukan perjalanan bisnis serta memberikan kesempatan yang lebih besar bagi warga Batam untuk bepergian.

Hub Logistik Nasional

PERLUASAN terminal kargo dan pembangunan hub logistik NRI dapat membuka peluang baru bagi penyelenggara jasa logistik dan perusahaan-perusahaan perdagangan elektronik.

Selain tujuan di atas, melalui pengembangan kawasan Bandara Hang Nadim yang berbasis Logistics Aerocity, diharapkan dapat mendukung daya saing nasional melalui penurunan biaya-biaya supply chain dengan memanfaatkan keunggulan srategis Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional serta kawasan Free Trade Zone Batam sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional.

Lukita menambahkan bahwa proyek ini dapat membantu Batam mencapai target pertumbuhan PDRB Batam yang ditargetkan sebesar 7% dalam dua tahun.

Foto © BP Batam untuk GoWestID

“Proyek ini bertujuan untuk mendorong peningkatan yang signifikan pada perdagangan, investasi, dan PDB dengan cara menyediakan transportasi yang cepat dan dapat diandalkan dengan pilihan destinasi yang lebih banyak, frekuensi yang lebih tinggi, dan fleksibilitas jadwal yang lebih besar bagi para investor dan warga. Melalui Proyek ini, Indonesia dan Batam akan mempunyai posisi yang lebih baik dalam bersaing meraih Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand. Proyek ini diharapkan dapat membantu Batam mencapai target Pertumbuhan PDRB-nya sebesar 7%.” Katanya saat membuka acara Kick-off Meeting Pelaksanaan Fasilitas Penyiapan Proyek dan Pendampingan Transaksi Proyek KPBU Bandara Hang Nadim, Jum’at (30/11/2018) di Gedung IT BP Batam.

 

(*/ GoWestID)

 

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Hidup Sehat1 minggu lalu

Khasiat Ikan Tongkol

IKAN Tongkol menjadi salah satu ikan yang cukup populer di Indonesia. Ikan ini dapat diolah menjadi berbagai masakan rumahan yang...

Film Film Film1 minggu lalu

Kisah Bung Hatta Mau Diangkat ke Layar Lebar

FILM sejarah tergolong langka di negeri ini. Bahkan bisa dihitung dengan jari. Masih banyak tokoh yang belum difilmkan. Salah satunya...

Histori1 minggu lalu

Yang Dilakukan Sebelum Kenal Internet

INTERNET Ditemukan pada tahun 1989. Artinya genap 30 tahun sekarang, sebagian dari kita mungkin tidak menduga jika internet akan menjadi begitu besar....

Jalan-Jalan Plesir1 minggu lalu

Pemburu Harta Karun di Balik Museum Sri Serindit

DULU, perairan sekitar Natuna adalah jalur yang padat dilalui oleh kapal-kapal dagang dari berbagai negara. Tak sedikit jumlah kapal dagang...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Titan, Masa Depan Militer Dunia?

BERTEMU Titan, si robot militer. Robot ini memiliki tinggi 8 feet dan berat 60 Kg. Titan diperkenalkan dalam ajang INTERNATIONAL...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Telat Menikah Lebih Bahagia?

PERNIKAHAN bisa membuat hati kita lebih bahagia dalam jangka panjang. Namun, sebuah penelitian terbaru mengatakan bahwa kebahagiaan tersebut tergantung kapan...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Ponsel Layar Meregang Dari LG

LG menyatakan tidak akan gegabah dalam merilis ponsel layar lipat. Yang menarik, LG justru dikabarkan punya inisiatif untuk menghadirkan perangkat dengan layar yang...

Ide2 minggu lalu

Mimpi Kecil Tentang Rumah Pohon

CITA CITA ingin memiliki rumah di atas pohon yang diimpikan saat masih kecil, akhirnya diwujudkannya begitu dewasa. Rumah pohon ini...

Jalan-Jalan Plesir2 minggu lalu

Wisata Alam Terbuka di Batam Forest Top

BATAM Forest Top adalah salah satu lokasi wisata anti mainstream di Kota Batam. Sesuai dengan namanya, kita akan disuguhkan wisata...

Otto Keren!3 minggu lalu

7 Mobil KW China Yang Bikin Geleng Kepala

TIONGKOK atau China memang negara yang unik. Selain Chinese Food yang terkenal, mereka juga terkenal sering mengabaikan apa yg dikenal...