Terhubung Dengan Kami

Histori

Pusaka Bung Hatta

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Foto Bung Hatta : ist.

BUNG Hatta adalah sosok yang sangat menyayangi buku. Suatu hari ada orang yang membaca buku sambil melipatnya sehingga bagian sampul depan dan belakang buku bertemu satu sama lain.

Beliau marah melihatnya. “Tak boleh buku dilipat macam itu,” katanya dengan nada keras.

Dalam kesempatan lain, beliau pernah melihat orang tadi sedang memberi petunjuk halaman dengan cara melipat halaman buku pada bagian yang sedang dibaca.

Lalu ditegurlah orang tadi dan diminta untuk membeli buku baru dengan judul yang sama sebagai ganti halaman buku yang telah dilipatnya.

Beliau juga tidak suka bukunya ditaruh terbalik. Beliau pernah mengatakan “Mana ada orang yang berjalan dengan kepala di bawah.”

Selain itu, setiap kali beliau mengambil sebuah buku dari perpustakaan, beliau meniup bukunya terlebih dahulu, seolah ada debunya, lalu diletakkan di atas papan rak atau meja tulis.

Terlebih untuk buku-buku lama yang sudah tidak diterbitkan lagi, beliau sangat berhati-hati membacanya agar bukunya tidak sobek.

Meskipun begitu, di dalam bukunya ada tanda-tanda atau catatan-catatan tambahan yang penting yang ditulis dengan pensil halus.

Pada tanggal 1 Desember 1956, rakyat Indonesia dikejutkan oleh keputusan beliau untuk meletakkan jabatannya sebagai wakil presiden.

Sejak itu, beliau beserta keluarganya pindah ke Jalan Diponegoro. Ketika memindahkan barang-barang ke rumah barunya, yang mula-mula diangkut beliau bukan perabot rumah tangga, melainkan buku-bukunya.

Dari Jalan Merdeka Selatan 13, buku itu diikat jadi satu dalam tumpukan-tumpukan yang sesuai urutan semula dan sebagian bukunya dimasukkan ke dalam peti-peti alumunium yang masih tersimpan sejak dulu.

Di rumah barunya, ada pembantu khusus (seorang anak laki-laki) yang tugasnya khusus mengelap bukunya satu per satu. Kalau pembantu itu mengelap buku mulai dari rak perpustakaan yang paling kiri pada hari Senin, maka pada hari Senin berikutnya, dia akan sampai lagi pada buku pertama di rak paling kiri tersebut.

Kebersihan dan kenyamanan perpustakaannya sangat diperhatikan oleh beliau. Beliau menaruh kamper di perpustakaan, kemudian setiap enam bulan sekali, perpusatakaannya difumigasi (pengasapan dengan gas fumigan untuk menghilangkan kuman).

Bahkan AC pertama yang beliau beli bukan dipasang di kamar tidur, melainkan di ruang perpustakaannya. Beliau sangat menjaga dan merawat buku-bukunya.

Di perpustakaannya, di bawah rak-rak tertentu ada papan yang bisa ditarik sehingga kalau beliau sedang membaca beberapa halaman buku, maka buku itu ditaruh di atas papan rak tersebut, lalu dibaca sambil berdiri. Tujuannya agar setiap buku terhindar dari kerusakan dan sampulnya tidak kotor.

Uniknya, beliau tidak suka kalau bukunya diberi nomor urut atau kode-kode perpustakaan seperti perpustakaan-perpustakaan pada umumnya. Karena beliau sudah tahu apa isi setiap bukunya. Tanpa nomor urut atau kode, beliau tahu cara menyusun buku-bukunya. Buku A harus ditaruh sebelum buku B, lalu buku C setelah buku B, demikian seterusnya.

Beliau mengatakan “Buku A harus dibaca orang sebelum orang itu membaca buku B.” Jadi kalau ada orang yang lengah (menaruh buku-buku beliau dengan urutan B-A-C atau C-A-B), maka beliau akan tahu.

Bisa dibayangkan betapa telitinya beliau yang hafal urutan susunan ribuan bukunya. Begitulah Bung Hatta dan bukunya. Tak berlebihan bila dikatakan bahwa pusaka hidupnya adalah pustaka.

Sumber : Islampos

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Google Bakal Cegah Orang Nonton Youtube Berlebihan Dengan Cara Ini

MENONTON YouTube merupakan pilihan banyak orang saat karantina di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Namun, menonton terlalu lama tentu tak...

Histori2 minggu lalu

Kisah Sahang dan Gambir di Kepulauan Riau

MASA depan Kabupaten Lingga itu di sektor pertanian. Sejarah masa lampau negeri termasyur yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau Lingga...

Hidup Sehat3 minggu lalu

Sehat Jiwa di Masa Pandemi Covid-19. Tips Sehat dari Dokter Spesialis Kejiwaan RSBP Batam

PANDEMI Covid-19 (virus Corona) menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, Provinsi Kepri dan Batam. Covid-19 tidak...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

Menyalin Tulisan Tangan Dengan Google Lens

GOOGLE telah menambahkan fitur baru yang sangat berguna ke Google Lens. Kini, kalian bisa menyalin dan menempelkan (copy and paste)...

Histori3 minggu lalu

Menolak Lupa ; Tentang RA. Srimulat

RADEN Ayu Srimulat (7 Mei 1908-1968) adalah pemain sandiwara panggung, pemain film dan penyanyi di era akhir 50-an sampai akhir...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

ADU HEMAT KUOTA | Zoom, WebEx Atau Google Meet?

KEBIJAKAN agar bekerja dari rumah membuat sebagian besar pekerja harus menggunakan aplikasi video telekonferensi tetap produktif. Sejumlah aplikasi seperti Zoom,...

Otto Keren!4 minggu lalu

Mini Wuling Seharga Rp. 90 Juta

WULING telah memperkenalkan mini-EV baru yang diberi nama Wuling Hongguang. Mobil listrik tiga pintu dan empat kursi ini hadir dalam...

Ide1 bulan lalu

10 Ide Fotografi di Rumah

SAAT kita diminta untuk berdiam diri #DiRumahSaja , pasti ada kejenuhan yang mendera. Sejak wabah COVID-19 melanda negeri kita awal...

Histori1 bulan lalu

Honda FC50, Nenek Moyang Beat

NETIZEN banyak yang kaget dengan tampilan nenek moyang motor matik Honda BeAT yang mulai bamyak diposting di facebook. Leluhur Honda...

Pop & Roll1 bulan lalu

Tawaran Gratis Dari Google Meet

MULAI bulan Mei ini, Google mulai menggratiskan layanan video conference mereka untuk semua pemilik akun Google, yaitu Google Meet. Siap caplok pengguna Zoom? Sebelumnya,...

Advertisement