Connect with us

Histori

Sejarah Mie Instan yang Kalian Suka

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Ilustrasi mie instan : © Matcha Japan

BANYAK orang yang suka dengan “Mie Instant”.  Makanan cepat saji ini memang populer di berbagai negara. Apalagi Indonesia.

Seorang pria bernama Momofuku Ando. Kakek kebangsaan Jepang dan terlahir di Taiwan 1911, ternyata merupakan pencetus pertama yang menemukan cara membuat mie instan.

Dari hasil kerja keras dan jerih payahnya, banyak orang hingga kini bisa menikmati kelezatan mie instan dengan beraneka ragam rasa.

Makanan cepat saji ini, masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 1960-an.

Mie instan di Indonesia : © Wikipedia

Menurut sejarahnya yang tercatat di musiem mie instan di Jepang, sang penemu, Ando, sudah ditinggal orang tuannya sejak berumur 3 tahun. Ia kemudian harus membantu neneknya mengurusi rumah dan menjaga toko. Belum lagi untuk mencuci pakaian dan mamasak.

Hasilnya positif. Ia menjadi pintar memasak. Sebaliknya, sekolahnya malah terlantar.

Profesi sebagai seorang pedagang ialah impiannya. Harta peninggalan orang tuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, Jepang. Usahanya terbilang maju. Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai.

Namun, di dalam perjalannya, ia dituduh korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil pesawat terbang. Ia lantas dijebloskan ke penjara. Setelah 2 tahun hidup di Hotel Prodeo, ia lalu dibebaskan. Pada 1956, satu-satunya harta yang tertinggal hanyalah rumah.

Masa itu Amerika Serikat sedang gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang dalam paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.

Melihat banyak orang melahap mie, di dekat toserba hankyu, Osaka, pikiran Ando pun terbuka.

Ia lalu berfikir, mengapa tidak membuat mie dari terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie?

Apalagi mie dirasa enak, murah, tahan lama, dan tidak sulit dalam mengolahnya.

Ide liar itu pun terus bergulir di benaknya. Cuma ia tidak mau membuat mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie dalam bentuk lain yang enak, lebih cepat, mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.

Secara perlahan namun pasti, Ando mulai mewujudkan impiannya, dengan membeli mesin pembuat mie, dan bereksperimen membuat mie instant di emper halaman belakang rumahnya. Mula-mula mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah.

Lalu menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah mie racikannya itu, di pilihnyalah kuah ayam, karena itu merupakan yang netral. Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata, semuanya ludes hari itu juga tanpas sisa. Kejadian itu terjadi di tahun 1958.

Emperan rumahnya tak kuasa menampung pesanan. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dengan dibantu oleh keluarganya. Sejak itulah perusahaan-perusahaan besar berebut ingin menjadi penyalur mie instannya.

Momofuku Ando

Pada desember 1958, Ando menamai perusahaannya “Nissin Foods”. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas 20.000 m² (20 Ha). Tahun 1960, ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi.

Usahanya lewat mie instan pun semakin berkembang. Meski mie instant laris manis, ia tak bosan-bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutunya. Bahkan, ada keinginan memperkenalkan dan mejualnya hingga ke luar negeri.

Untuk menjajaki kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966. Disana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah, dan memakai piring, karena menyeruput mie dianggap tidak sopan. Lalu Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas, tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai, dan juga kertas aluminium sebagai wadah kedap udara.

Ando pun mendapat ilham kembali untuk membuat mie instant dalam wadah berbahan stereo foam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium foil. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok-kocok, mie dibuat lebih tebal, disediakan pula garpu untuk memakannya.

Di puncak keberhasilannya, Ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membuka Foodeum di Shinjuku, Tokyo.

Gedung itu disebut pula “ISTANA MIE”, karena mempunyai beberapa restoran mie, tempat disko, dan museum mie.

(*)

 

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Pop & Roll1 bulan lalu

Untuk Perempuan, Pria Humoris itu Begini

PUNYA teman pria yang humoris memang bikin hari-hari kamu jadi lebih terhibur. Benar? Bayangkan, kalau tak ada kehadirannya semua teman...

Pop & Roll1 bulan lalu

Katanya, Wanita Lebih Suka Tidur Sendiri

ADA fakta menarik diungkap pakar tidur dunia Dr Michael Breus. Katanya, wanita sesungguhnya lebih suka atau nyaman tidur sendirian. “Ada perbedaan...

Gaptek? Gak Lah!2 bulan lalu

145 Aplikasi di Playstore Terinfeksi Malware

SEBANYAK 145 aplikasi di Google Play ditemukan terinfeksi malware baru yang dapat merusak mesin Windows. Menurut laporan awal pekan ini, 145 aplikasi Andorid...

Gaptek? Gak Lah!2 bulan lalu

Chat Sambil Nonton Youtube di WhatsApp Android

AWAL 2018, WhatsApp menghadirkan fitur Picture-in-Picture untuk perangkat bersistem operasi iOS. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk menyaksikan video dari Instagram, Facebook, dan YouTube tanpa...

Pilihan gowest.id2 bulan lalu

Membayangkan Kartun “Kids Jaman Old” Menua

ANAK – anak era 70, 80 dan 90-an pasti pernah merasakan betapa berjayanya jaman dahulu. Saat banyak sekali film kartun...

Pop & Roll2 bulan lalu

Liam Dan Noel Galagher Rujuk

REUNI band Oasis adalah salah satu yang paling dinantikan penggemarnya di muka bumi ini. Tapi, reuni ini tidak akan terwujud...

Otto Keren!2 bulan lalu

Skuter Matik Nex II Varian Baru Hadir di Batam

SETELAH sukses diluncurkan di Jakarta dan beberapa kota lain, kini PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara resmi turut memperkenalkan varian...

Hidup Sehat2 bulan lalu

Mewaspadai Kanker Serviks, Sadanis dan Payudara Klinis dengan Sosialisasi

CANCER Information & Support Center (CISC) Batam mengadakan kegiatan sosialisasi  pemeriksaan kanker serviks, Sadanis dan Payudara Klinis di Puskesmas Tiban...

Otto Keren!2 bulan lalu

Setelah Jimny, Suzuki Luncurkan Hustler

SUZUKI telah merilis Jimny terbaru untuk pasar domestik di Jepang. Kini, Suzuki juga telah menyiapkan Suzuki Hustler Tough Wild sebagai...

Film Film Film2 bulan lalu

Buffalo Boys, Produksi Infinite Studio yang Tampil di Fantasia International Film Festival 2018

FILM Buffalo Boys sukses memukau penonton dunia. Film produksi Screenplay Infinite Films ini diputar secara world premiere di Fantasia International...