Terhubung Dengan Kami

Histori

Sejarah THR Di Indonesia

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Soekiman Wirjosandjojo : © si.or.id

TUNJANGAN Hari Raya (THR) mulai diberikan pada zaman pemerintahan Bung Karno.

Tepatnya pada Kabinet PM keenam Soekiman Wirjosandjojo, politikus asal Partai Masyumi.

Kabinet PM Soekiman yang bertahan sejak 26 April 1951 sampai 1 April 1952.Melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Jusuf Wibisono, mengucurkan THR. Tapi khusus hanya untuk pegawai pemerintah alias PNS.

THR saat itu belum menyentuh para pekerja swasta, apalagi buruh.

Kabinet Soekiman “meluncurkan” program Persekot Hari Raya demi peningkatan kesejahteraan para pegawai pemerintah yang di kabinet sebelumnya (Kabinet PM Moh Natsir), tidak mendapat perhatian lebih.

Di era Soekiman ,PNS diguyur THR sebesar Rp125-200 yang kalau sekarang, nilainya mencapai Rp1,2-2 juta.

“Menteri Keuangan yang baru, Jusuf Wibisono, memberikan peningkatan pendapatan pegawai pemerintah melalui sebuah terobosan tentang bagaimana prosedur bonus (tunjangan) Lebaran diberikan,” tulis Rémy Madinier dalam ‘Islam and Politics in Indonesia: The Masyumi Party between Democracy and Integralism’.

Selain itu, para PNS juga disejahterakan Kabinet Soekiman dengan adanya tambahan tunjangan beras per bulan. Namun beragam terobosan tentang kesejahteraan pegawai pemerintah itu bikin iri kaum buruh.

13 Februari 1952, kaum buruh pun melakukan aksi mogok besar-besaran. Mereka menuntut untuk juga bisa diberikan THR dari pemerintah. Setahun kemudian, terkait THR ini juga kembali disuarakan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).

Baru pada 1954, muncul edaran dari
pemerintah. Surat Edaran Nomor 3676/54 yang dirilis Menteri Perburuhan SM Abidin, sebagai jawaban pemerintah meredam aksi-aksi buruh.

Edaran di mana para buruh berhak atas “Hadiah Lebaran”. Karena hadiah, maka sifatnya masih sukarela dan bertahan hingga 1958.

Hanya ketentuannya, setiap perusahaan memberikan “Hadiah Lebaran” untuk buruh 1/12 dari gaji buruh, sekurang-kurangnya Rp50 dan sebesar-besarnya Rp300.

Nah, akhirnya pada 1961, baru keluar Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 1/1961.

THR wajib dibayarkan kepada karyawan dan buruh. Meski besarannya belum seperti sekarang (sebulan gaji), tapi setidaknya itu jadi tonggak ketentuan THR yang jadi patokan sampai sekarang.

Sumber : www.waspada.co.id

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!6 hari lalu

Google Bakal Cegah Orang Nonton Youtube Berlebihan Dengan Cara Ini

MENONTON YouTube merupakan pilihan banyak orang saat karantina di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Namun, menonton terlalu lama tentu tak...

Histori2 minggu lalu

Kisah Sahang dan Gambir di Kepulauan Riau

MASA depan Kabupaten Lingga itu di sektor pertanian. Sejarah masa lampau negeri termasyur yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau Lingga...

Hidup Sehat2 minggu lalu

Sehat Jiwa di Masa Pandemi Covid-19. Tips Sehat dari Dokter Spesialis Kejiwaan RSBP Batam

PANDEMI Covid-19 (virus Corona) menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, Provinsi Kepri dan Batam. Covid-19 tidak...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Menyalin Tulisan Tangan Dengan Google Lens

GOOGLE telah menambahkan fitur baru yang sangat berguna ke Google Lens. Kini, kalian bisa menyalin dan menempelkan (copy and paste)...

Histori2 minggu lalu

Menolak Lupa ; Tentang RA. Srimulat

RADEN Ayu Srimulat (7 Mei 1908-1968) adalah pemain sandiwara panggung, pemain film dan penyanyi di era akhir 50-an sampai akhir...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

ADU HEMAT KUOTA | Zoom, WebEx Atau Google Meet?

KEBIJAKAN agar bekerja dari rumah membuat sebagian besar pekerja harus menggunakan aplikasi video telekonferensi tetap produktif. Sejumlah aplikasi seperti Zoom,...

Otto Keren!3 minggu lalu

Mini Wuling Seharga Rp. 90 Juta

WULING telah memperkenalkan mini-EV baru yang diberi nama Wuling Hongguang. Mobil listrik tiga pintu dan empat kursi ini hadir dalam...

Ide4 minggu lalu

10 Ide Fotografi di Rumah

SAAT kita diminta untuk berdiam diri #DiRumahSaja , pasti ada kejenuhan yang mendera. Sejak wabah COVID-19 melanda negeri kita awal...

Histori4 minggu lalu

Honda FC50, Nenek Moyang Beat

NETIZEN banyak yang kaget dengan tampilan nenek moyang motor matik Honda BeAT yang mulai bamyak diposting di facebook. Leluhur Honda...

Pop & Roll4 minggu lalu

Tawaran Gratis Dari Google Meet

MULAI bulan Mei ini, Google mulai menggratiskan layanan video conference mereka untuk semua pemilik akun Google, yaitu Google Meet. Siap caplok pengguna Zoom? Sebelumnya,...

Advertisement