Terhubung Dengan Kami

Hidup Sehat

Sembuh Total Dari Stroke, Bisa?

nien bagaskara

Dipublikasi

pada

Ilustrasi : © medicalnewstoday.com

WALAUPUN sudah melewati masa pengobatan, pasien stroke harus menjalani fase pemulihan. Tahap ini cukup memakan waktu yang lama.

Untuk sembuh dari stroke tidak bisa instan. Lantas, apakah setelah menjalani masa pemulihan, pasien bisa sembuh dari stroke?

Apakah pemulihan stroke bisa menyembuhkan?

Menurut National Stroke Association, 10% orang yang menderita stroke hampir benar-benar sembuh. Akan tetapi, orang-orang tersebut masih memiliki gangguan yang sifatnya tidak terlalu parah seperti saat mereka menderita stroke.

Sedangkan penderita lainnya masih memerlukan perawatan khusus untuk mengatasi gangguan tersebut. Intinya, kemungkinan akan kesembuhan total memang sangat kecil. Hal tersebut dikarenakan masih banyak penderita yang memiliki cedera yang mengganggu fungsi keseharian mereka.

Faktor penunjang pemulihan stroke berhasil

Selain rutin mengikuti sesi pemulihan, ternyata masih ada faktor penunjang lainnya yang membuat pengobatan ini bisa berhasil.

1. Faktor fisik

Mulai dari seberapa parah Anda terkena stroke hingga apa saja yang sudah terkena dampaknya. Hal tersebut berperan penting dalam pemulihan stroke, untuk mengetahui lebih lanjut langkah apa yang harus dilakukan.

2. Faktor psikologis

Faktor ini sangat berperan penting dalam proses pemulihan. Apakah Anda memiliki keinginan dari diri sendiri untuk sembuh ataukah motivasi tersebut justru kurang. Hal tersebut sangat mempengaruhi keikutsertaan Anda dalam proses ini.

3. Faktor sosial

Selain dari diri sendiri, ternyata semangat dan motivasi dari keluarga dan teman juga tidak kalah penting. Jika Anda sudah mulai merasa lelah menjalani pengobatan, akan selalu ada orang-orang di sekitar Anda yang menyemangati dan membantu proses pemulihan stroke ini.

4. Kapan dimulainya pengobatan

Apabila Anda memulai pengobatan stroke lebih awal, hal tersebut sangat berpengaruh dalam proses pemulihan. Hal tersebut disebabkan ketika kita menyadari lebih awal, dokter pun dapat menganalisis dan kemungkinan besar bisa menyembuhkannya sebelum stroke menjalar ke bagian-bagian vital.

Mengurangi risiko kambuhnya stroke

Setelah Anda menderita stroke dan berusaha untuk menyembuhkannya, resiko untuk terjadinya stroke setelah pemulihan ternyata masih mengintai. Akan tetapi, Anda bisa meminimalisasi peluang tersebut, dengan cara:

1. Pola makan yang lebih sehat

Makanan dan minuman yang Anda konsumsi sangat berpengaruh pada perkembangan otak Anda. Kurangilah makanan yang mengandung kadar gula, lemak jenuh, dan garam yang tinggi. Hal tersebut dapat memengaruhi tekanan darah dan kolesterol di dalam tubuh. Keduanya ternyata bisa menurunkan sistem kognitif otak dan kemampuan berpikir di usia tua nanti.

2. Mengatur faktor utama terjadinya stroke

Faktor-faktor utama yang mengganggu pemulihan stroke adalah tekanan darah tinggi, merokok, dan fibrilasi atrium. Oleh karena itu, hindari hal-hal yang bisa memicu ketiganya faktor tersebut agar peluang untuk sembuh dari stroke semakin besar.

3. Minum obat

Selain gaya hidup sehat dan menghindari faktor utama stroke, tentu mengonsumsi obat secara rutin adalah hal yang wajib untuk menurunkan peluang terjadinya stroke lagi.

  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengendalikan fibrilasi atrium
  • Mengurangi peluang terjadinya penggumpalan.

Kesimpulannya, pemulihan stroke memakan waktu yang sangat lama dan kesabaran yang tinggi. Jika Anda menemui beberapa kesulitan selama proses ini berlangsung,  hal tersebut sangatlah normal. Tidak berputus asa dan terus berkeyakinan kalau Anda bisa pulih adalah kunci dari kesembuhan.

Sumber : stroke.org / hellosehat

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Bincang1 hari lalu

Desy Agustina ; Lagu Anak Hingga Musik Jazz

ADA keprihatinan yang dalam melihat banyak karya anak bangsa yang justru tidak dikelola sendiri. Contohnya lagu anak-anak dan kekayaan seni...

Ide2 hari lalu

Cara Ampuh Mengubah Kebiasaan Begadang

KEBIASAAN begadang hingga larut malam tak baik untuk kesehatan. Bagi yang sudah terbiasa begadang, tidur cepat akan sangat sulit atau...

Pop & Roll4 hari lalu

Robby Sugara Tutup Usia

AKTOR senior Robby Sugara tutup usia pada Kamis (13/6/2019). Kabar duka ini diungkap oleh putrannya, Juan Bernard, melalui fitur Insta...

Gaptek? Gak Lah!5 hari lalu

PUBG Mobile Jadi Games Terlaris di Dunia

Game PUBG Mobile menorehkan prestasi terbaru. Game tersebut berhasil menjadi game terlaris di dunia dengan pendapatan mencapai lebih dari USD 146...

Gaptek? Gak Lah!6 hari lalu

Ini Dia, Ban Anti Kempes dan Pecah!

PABRIKAN ban Michelin dan raksasa mobil General Motors (GM) tengah bekerja sama mengembangkan purwarupa ban tanpa udara (airless) yang ramah...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Yang Khas Saat Lebaran di Indonesia

ISLAM di Indonesia tumbuh dengan khas. Tak seperti umat lain di belahan lain dunia, Idulfitri disambut dengan tradisi yang beragam....

Histori2 minggu lalu

ALS ; Bus Dengan Trayek Terjauh, Lintas Sumatera – Jawa

PO Antar Lintas Sumatra (ALS) adalah sebuah perusahaan jasa transportasi angkutan penumpang darat yang didirikan di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatra...

Film Film Film2 minggu lalu

5 Fakta Film Hero Lokal “Gundala”

DARI deretan film superhero yang ditayangkan di tahun ini, film ‘Gundala’ gak kalah dinantikan oleh para pencinta film di Indonesia....

Bincang3 minggu lalu

Menyiapkan Pusat Data Server di Batam

PEMERINTAH berencana membangun pusat data server untuk kepentingan pemerintah dan Pemda-Pemda se-Indonesia di pulau Batam. Plt. Direktur Layanan Aplikasi &...

Pilihan gowest.id3 minggu lalu

Kecanduan Games Masuk Dalam Gangguan Mental

GAMING disorder alias kecanduan gim video resmi ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai gangguan kesehatan mental, Sabtu (25/5). Sementara itu,...