Terhubung Dengan Kami

Tanah Air

Soal Eks Napi yang jadi Caleg

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Ilustrasi : © merdeka.com

MENTERI Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan, terkait dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang larangan  eks napi koruptor maju sebagai calon legislator, pihaknya menyerahkan itu ke parlemen dan komisi pemilihan.

Hanya satu yang ditegaskannya, aturan sebaiknya memang merujuk pada aturan perundangan-undangan.

“Saya serahkan kepada Ketua DPR bagaimana. Saya kira pandangan Ketua KPU bisa kita terima tapi kepada UU (merujuknya),” kata Tjahjo di gedung parlemen di Jakarta, Jumat (6/4) kemarin dikutip dari kemendagri.go.id.

Menurut Tjahjo, wacana larangan eks napi koruptor maju sebagai calon legislatif, ini bisa jadi polemik, seperti saat larangan politik hendak diberlakukan.

Saat itu, klausul tentang larangan politik dinasti juga memantik pro kontra. Maka, terkait wacana larangan eks napi jadi caleg, ia sebagai Mendagri tentu akan mendiskusikan itu dulu dengan pihak parlemen, terutama Ketua DPR.

“Samalah dulu yang terus komplain mengenai politik dinasti. UU sudah mengatur dulu tapi dibatalkan oleh MK (Mahkamah Konstitusi). Nanti saya sebagai Mendagri mau diskusi dengan Ketua DPR untuk memperbaiki masalah,” katanya.

Sementara terkait dengan program legislasi nasional (Prolegnas) sebagai Mendagri, ia berpandangan baiknya kedepan, DPR tak terlalu banyak menargetkan UU yang harus diselesaikan. Walau memang, tugas utama parlemen adalah membuat legislasi.

“Kalau perlu 1 atau 2 UU cukup, asal ada manfaat buat masyarakat secara luas. Tidak harus 10 atau 20 UU. Kita ingin memangkas, merampingkan berbagai aturan yang ada,” katanya.

(*)

 

 

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Pilihan gowest.id3 hari lalu

“Remembering Nukman Luthfie” pada Akun Kenangan Facebook

KABAR duka menghampiri dunia digital Indonesia. Salah satu pakar media sosial, Nukman Luthfie meninggal dunia di Yogyakarta pada Sabtu malam (12/01/2019). Sepeninggal...

Pilihan gowest.id5 hari lalu

Minta Maaf Melalui Tatto

KARENA merasa bersalah seorang suami yang telah berselingkuh meminta maaf kepada istrinya dengan cara yang unik, yaitu lewat tato . Namun, tak disangka...

Jalan-Jalan Plesir6 hari lalu

Alif Stone Park, Taman Batu Yang Eksotis

ALIF Stone Park menyuguhkan wisata pantai yang begitu eksotis. Di lokasi ini terdapat ribuan bongkah batu granit berukuran raksasa. Bebatuan...

Ide6 hari lalu

Tips Kemas Barang Dalam Tas Ukuran Kabin

PERJALANAN menggunakan pesawat lebih praktis jika kamu tahu cara mengepak barang dalam satu tas ukuran kabin. Selain lebih ringkas, kamu...

Pilihan gowest.id6 hari lalu

Karyawan Bahagia, Kerja Jadi Produktif

ADA berbagai faktor yang membuat karyawan lebih produktif di tempat kerja, salah satunya adalah kebahagiaan. Ya, semakin bahagia seseorang, lebih produktif juga...

Histori7 hari lalu

BP (Otorita) Batam Saat Lampau

PRESIDEN Ketiga RI yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Otorita Batam (sekarang bernama Badan Pengusahaan Batam, pen) menceritakan awal-awal pengembangan...

Histori1 minggu lalu

Menelusur Sejarah Riau Lingga di Museum Linggam Cahaya

MUSEUM Linggam Cahaya yang terletak di Daik, Lingga menyimpan ribuan benda koleksi peninggalan dari perjalanan panjang Kerajaan Lingga di Bunda...

Hidup Sehat1 minggu lalu

Mendeteksi Tanda Kesehatan Lewat Bad Mood

ADA banyak hal yang bisa merusak mood atau suasana hati. Jika rasa itu berlanjut seolah tak mau pergi, mungkin inflamasi atau peradangan...

Pop & Roll1 minggu lalu

Ketika “Captain America” Keluhkan Teknologi Zaman Sekarang

Di saat banyak orang yang merasa dimudahkan hidupnya oleh kehadiran teknologi yang semakin hari semakin canggih, lain halnya dengan aktor...

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Facebook Kembangkan Mata Uang Kripto?

KABARNYA, Facebook sedang mengembangkan mata uang kripto agar mengirim uang lewat aplikasi WhatsApp lebih mudah. Kabar ini mencuat setelah laporan yang dimuat Bloomberg menyatakan bahwa Facebook akan membuat mata uang kripto untuk...