Terhubung Dengan Kami

Khas

Soerya Jadi Ketua Tim FTZ Plus

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Foto : Nando/ GoWest.ID

SEBANYAK 19 Asosiasi Pengusaha di Kepulauan Riau, kembali menyatakan sikap menolak kebijakan Pemerintah Pusat dalam menetapkan Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dari status Free Trade Zone (FTZ) yang sebelumnya telah berlaku di Batam sejak 12 tahun silam.

Berbeda dengan sebelumnya, adanya asosiasi pengusaha yang mengajukan penolakan perubahan status FTZ Batam, mengalami penambahan dari yang sebelumnya hanya ada 15 Asosiasi Pengusaha.

Di Aston Hotel and Convention Center, Selasa (15/08) sore lalu, seluruh asosiasi pengusaha yang menolak, di antaranya Kadin Kota Batam, Apindo Kepri, Asita Kepri, Indonesia National Ship Owners Assosiation (INSA) Batam, Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Batam, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (FOPPI), Real Estate Indonesia (REI) Kepri, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepri, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Batam, Gapeksindo Kepri, Aklindo Kepri, Asprindo Kepri, Aexipindo, dan IWAPI Kepri yang menamakan diri sebagai Asosiasi Himpunan Dunia Usaha Batam.

Ketua Apindo Kepri, Cahya kembali menegaskan bahwa dari awal pihaknya sudah menolak adanya perubahan status tersebut.

“Sikap kami jelas, status FTZ yang berlaku hingga 70 tahun akan tetap kami pertahankan hingga anak cucu kita,” tegasnya saat diminta untuk menyatakan pendapatnya.

Beberapa pengurus Asosiasi Pengusaha lainnya juga menyatakan hal yang serupa, dimana dengan adanya penetapan status KEK untuk Kota Batam maka Pemerintah Pusat meminta agar para Asosiasi Pengusaha ini kembali melakukan aksi saat meminta Batam dijadikan kawasan Perdagangan dan Pelabuhan bebas.

“Sebetulnya permasalahan ini sudah pernah saya sampaikan ke Menteri, dimana salahnya Batam bukan di status nya. FTZ itu tidak salah, namun beberapa faktor lain seperti biaya transportasi Batam – Singapura yang masih mahal,” kata Ketua Dewan Pembina Apindo Kepri Abidin Hasibuan.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam memangkas birokrasi adalah langkah yang sudah sangat tepat.

Pemangkasan birokrasi yang terlalu berbelit bagi para investor, serta dengan adanya status FTZ yang dimiliki oleh Batam merupakan rangkaian yang sangat tepat untuk kembali membangkitkan gairah perekonomian Batam yang sebelumnya sempat melemah.

Dengan adanya sikap penolakan yang dilakuakan oleh Asosiasi Pengusaha ini, akhirnya ke 19 Asosiasi Pengusaha di Kepri ini menyatakan sikap akan membentuk tim yang diberi nama Tim FTZ Plus – Plus, dan menunjuk Mantan Wakil Gubernur Kepri Soeryo Respationo sebagai Ketua Tim dan didampingi oleh Anggota DPRD Kepri dari Fraksi Golkar Asmin Patros sebagai Sekretaris Tim.

Dalam kesempatan yang sama, para pengurus dan ketua Asosiasi Pengusaha ini juga membacakan pernyataan sikap yang dipimpin langsung oleh Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk.

Beberapa poin di antaranya adalah penolakan kebijakan KEK, karena kebijakan ini dianggap hanya akan menurunkan daya saing Kota Batam sebagai Kota Industri.

Kemudian Himpunan Dunia Usaha batam juga meminta agar Pemerintah memengang janji dan memberikan kepastian hukum, sesuai dengan Undang – Undang FTZ nomor 36 tahun 2000 mengenai penetapan FTZ selama 70 tahun. Serta meningkatkan pelayanan publik terutama untuk pelayanan publik terhadap usaha, guna meningkatkan perekonomian di Batam dan Kepulauan Riau.

(Nando/ GoWest.ID)

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Pilihan gowest.id2 hari lalu

“Remembering Nukman Luthfie” pada Akun Kenangan Facebook

KABAR duka menghampiri dunia digital Indonesia. Salah satu pakar media sosial, Nukman Luthfie meninggal dunia di Yogyakarta pada Sabtu malam (12/01/2019). Sepeninggal...

Pilihan gowest.id4 hari lalu

Minta Maaf Melalui Tatto

KARENA merasa bersalah seorang suami yang telah berselingkuh meminta maaf kepada istrinya dengan cara yang unik, yaitu lewat tato . Namun, tak disangka...

Jalan-Jalan Plesir5 hari lalu

Alif Stone Park, Taman Batu Yang Eksotis

ALIF Stone Park menyuguhkan wisata pantai yang begitu eksotis. Di lokasi ini terdapat ribuan bongkah batu granit berukuran raksasa. Bebatuan...

Ide5 hari lalu

Tips Kemas Barang Dalam Tas Ukuran Kabin

PERJALANAN menggunakan pesawat lebih praktis jika kamu tahu cara mengepak barang dalam satu tas ukuran kabin. Selain lebih ringkas, kamu...

Pilihan gowest.id5 hari lalu

Karyawan Bahagia, Kerja Jadi Produktif

ADA berbagai faktor yang membuat karyawan lebih produktif di tempat kerja, salah satunya adalah kebahagiaan. Ya, semakin bahagia seseorang, lebih produktif juga...

Histori7 hari lalu

BP (Otorita) Batam Saat Lampau

PRESIDEN Ketiga RI yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Otorita Batam (sekarang bernama Badan Pengusahaan Batam, pen) menceritakan awal-awal pengembangan...

Histori1 minggu lalu

Menelusur Sejarah Riau Lingga di Museum Linggam Cahaya

MUSEUM Linggam Cahaya yang terletak di Daik, Lingga menyimpan ribuan benda koleksi peninggalan dari perjalanan panjang Kerajaan Lingga di Bunda...

Hidup Sehat1 minggu lalu

Mendeteksi Tanda Kesehatan Lewat Bad Mood

ADA banyak hal yang bisa merusak mood atau suasana hati. Jika rasa itu berlanjut seolah tak mau pergi, mungkin inflamasi atau peradangan...

Pop & Roll1 minggu lalu

Ketika “Captain America” Keluhkan Teknologi Zaman Sekarang

Di saat banyak orang yang merasa dimudahkan hidupnya oleh kehadiran teknologi yang semakin hari semakin canggih, lain halnya dengan aktor...

Gaptek? Gak Lah!1 minggu lalu

Facebook Kembangkan Mata Uang Kripto?

KABARNYA, Facebook sedang mengembangkan mata uang kripto agar mengirim uang lewat aplikasi WhatsApp lebih mudah. Kabar ini mencuat setelah laporan yang dimuat Bloomberg menyatakan bahwa Facebook akan membuat mata uang kripto untuk...