Terhubung Dengan Kami

Uang

Stabilitas Keuangan Kepri Masih Terjaga

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

STABILITAS Keuangan di Provinsi Kepulauan Riau dinilai masih dalam kondisi terjaga dengan stabil.

Selama periode Januari 2018 sampai dengan saat ini,  secara umum perkembangan jumlah Bank dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dinilai positif.

Yaitu adanya penambahan jaringan kantor.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Iwan M. Ridwan menyebutkan  secara spesifik perkembangan sektor perbankan (data per Maret 2018, yoy) Aset Rp 42,48 triliun atau tumbuh sebesar 4,97 persen, Kredit Rp 39,30 triliun tumbuh sebesar 4,28 persen. Lalu Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 51,38 triliun tumbuh sebesar 7,42 persen, sementara Loan To Debt Ratio (LDR) sebesar 76,48 persen.

Sementara itu, perkembangan secara spesifik sektor pasar modal, jumlah investor di Provinsi Kepulauan Riau pada Triwulan I 2018, sebesar 14,06 persen (ytd) menjadi 10.443 investor dari 9.156 investor (Desember 2017).

Di antaranya satu kantor Bank Umum, dua Perusahaan Pembiayaan, dan satu Perusahaan Asuransi.

Selain itu, di bidang pasar modal terdapat penambahan satu galeri investasi di Universitas Putra Batam sehingga menjadi tiga galeri investasi.

“Untuk persentase pertumbuhan terbesar pada Investor surat Berharga Negara (SBN) sebersar 28,59 persen dilanjutkan investor saham yang tumbuh 13,07 persen. Kalau komposisi investor di Provinsi Kepulauan Riau 49,90 persen berinvestasi di saham, 42,86 persen pada efek reksadana dan 7,24 persen berinvestasi pada efek Surat Berharga Negara. Sebagian besar investor Pasar Modal itu berada di Kota Batam,” tuturnya saat berbuka puasa bersama OJK di Batam Center, Rabu (30/05) kemarin.

Investor Pasar Modal tersebut pun masih terbagi lagi yaitu sebesar 75,19 persen investor dengan posisi kepemilikan saham Emiten sebesar Rp 710,57 miliar atau 84,36 persen dari total kepemilikan saham di Provinsi Kepulauan Riau

Perkembangan sektor IKNB per Maret 2018, total Piutang Pembiayaan Rp 2.489 Miliar dengan NPF sebesar 1,49 persen. Total penjaminan UMKM sebesar Rp 136 Miliar. Sedangkan, data Asuransi (per Desember 2017), Premi asuransi umum Rp 362 Miliar dengan klaim sebesar Rp 175 Miliar, sedangkan premi asuransi jiwa sebesar Rp 1.463 Miliar dengan klaim sebesar Rp 1.037 Miliar. Premi Asuransi jiwa Syariah Rp 34 Miliar dengan klaim sebesar Rp 10 Miliar.

Dari sektor Edukasi dan Perlindungan Konsumen, sampai dengan April 2018 Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau telah mencatat 127 layanan atau menurun dari periode tahun sebelumnya sebanyak 382 layanan pengaduan konsumen dari masyarakat dengan Industri Jasa Keuangan (IJK).

Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Daerah (SWID) Provinsi Kepulauan Riau secara rutin melakukan beberapa kegiatan pencegahan.

Di antaranya melalui sosialisasi kepada masyarakat untuk berinvestasi yang aman sebanyak dua kali, masing masing kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat di lingkungan Pemkab Karimun dan Pemkot Batam.

OJK telah mengumumkan kembali enam perusahaan yang diduga menawarkan investigasi ilegal pada Mei 2018, sehingga total terdapat 193 perusahaan yang diduga melawan hukum dibidang penghimpunan dana dari masyarakat dan pengelolaan investasi.

Perusahaan tersebut antara lain, yaitu PT Medussa Multi Business Centre Tour & Travel (MMBC Tour & Travel), PT Arafah Tamasya Mulia, PT Bandung Eco Sinergi Teknologi (BEST)/ Sinergy World/ Eco Racing, PT Duta Bisnis School/PT Duta Future International, PT Bes Maestro Waralaba/ Klik & Share / www.klikshare.co.id/, GainMax Capital Limited/ Gainmax.co.uk/gainmaxcapital.blogspot.co.id/.

“Kami mengharapkan sekali dukungan dan partisipasi aktif dari Pemerintah Daerah, Lembaga Jasa Keuangan dan Masyarakat di sini. Serta seluruh pihak terkait untuk membantu OJK dalam mewujudkan penyelenggaraan sektor jasa keuangan Kepulauan Riau yang sehat dan bertumbuh,” katanya.

(*/ GoWest.ID)

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Selamat Berbuka

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!1 hari lalu

Nokia 9110i Berumur 21 Tahun, Jadi Holy Grail Kolektor

PADA tahun 1998, Nokia 9110i Communicator menjadi ponsel pintar yang punya kemampuan bak komputer. Dengan ukuran yang pas untuk dikantongi, ponsel ini...

Histori1 hari lalu

Istana Damnah Dalam Sejarah

DI Kampung Damnah, Kabupaten Lingga terdapat sebuah situs bersejarah yang berkaitan dengan Kesultanan Riau Lingga. Sebuah kompleks istana yang berdiri...

Histori1 hari lalu

Sejarah THR Di Indonesia

TUNJANGAN Hari Raya (THR) mulai diberikan pada zaman pemerintahan Bung Karno. Tepatnya pada Kabinet PM keenam Soekiman Wirjosandjojo, politikus asal...

Gaptek? Gak Lah!6 hari lalu

Bila Huawei Tanpa Aplikasi Android

KEPUTUSAN Google untuk mencabut lisensi Android di perangkat-perangkat Huawei tentu bukan hal sepele. Ada beberapa dampak yang bakal terjadi. Coba...

Bincang6 hari lalu

Batam, A Sampai Z Bersama Daniel Burhannuddin

DIRUT PT. Esqarada, Daniel Burhannuddin bicara Panjang lebar tentang Batam. Mulai A sampai Z. Sejak awal mulai Batam dibangun era...

Histori6 hari lalu

Melihat Pengelolaan Dana Haji di Masa Lalu

DULU, sebelum tahun 1979, calon jamaah haji Indonesia mempunyai kebebasan untuk memilih salah satu dari dua pilihan. Apakah pemberangkatan ke...

Pop & Roll6 hari lalu

Industri Kecantikan Mulai Bidik Laki – Laki

INDUSTRI kecantikan kini tak hanya didominasi perempuan. Semakin banyak laki-laki yang menunjukkan minat terhadap produk perawatan kulit dan kecantikan. Menurut...

Inspirasi1 minggu lalu

Dulu Gagal, Sekarang Beromset Rp.2 Juta Sekali Produksi

BERANI berkreasi serta berinovasi hingga menghasilkan satu produk bernilai jual, menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan oleh kaum milenial...

Histori1 minggu lalu

Dokumentasi Bersejarah Mendur Bersaudara

JIKA saat ini kamu bisa melihat foto Presiden Soekarno membacakan teks Proklamasi, maka sudah patutnya kamu berterima kasih pada sosok...

Ide1 minggu lalu

Fungsi Lain Mie Instan Selain Bikin Kenyang

SEPERTI kita tahu, mie instan termasuk menu favorit banyak orang termasuk anak kost di akhir bulan. Selain harganya yang terjangkau...