Terhubung Dengan Kami

Khas

Tentang Aduan Konsumen di Layanan Fintech

ilham kurnia

Dipublikasi

pada

Ilustrasi

ASOSIASI Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) menerima 426 pengaduan terkait financial technology (fintech) pinjaman (lending) sejak awal 2019.

Di laman Katadata, konsumen disebutkan paling banyak mengadu soal penagihan dengan cara yang kasar dan akses terhadap data pribadi oleh fintech pinjaman.

Wakil Ketua Umum AFPI Sunu Widyatmoko menyebutkan, laporan tentang penagihan yang dilakukan secara kasar mencapai 43% dari total aduan. Lalu, 41% aduan terkait akses data pribadi. Kemudian, 10% melaporkan bunga dan denda fintech pinjaman yang terlalu tinggi.

Sisanya, konsumen memberikan usulan dan berkonsultasi terkait layanan fintech pinjaman ke AFPI. “Kami tidak hanya berhenti di tahap pengaduan, namun (aduan) sudah ditindaklanjuti oleh kami,” katanya di Jakarta, Rabu (6/3).

Adapun 426 aduan tersebut melibatkan 510 fintech pinjaman. Sebab, satu aduan bisa melaporkan lebih dari satu fintech pinjaman. Sebanyak 70% fintech pinjaman yang diadukan merupakan ilegal atau tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lalu, 30% fintech pinjaman lainnya merupakan anggota AFPI.

Dari aduan yang masuk tersebut, AFPI melakukan verifikasi. Sebab, berdasarkan pengalamannya, ada banyak laporan yang tidak memiliki bukti seperti nama dan identitas peminjam maupun jatuh tempo pembayaran. Padahal, bukti-bukti tersebut penting untuk menindaklanjuti aduan konsumen.

Setelah diverifikasi, fintech pinjaman yang terbukti bersalah dibawa ke komite etik. Komite etik AFPI bersifat independen dan bertugas memberikan rekomendasi terkait langkah penyelesaian masalah. “Harus ada tindakan peringatan atau pembekuan (izin usaha fintech pinjaman), untuk mengatasi permasalahan. Ini sebagai bentuk perlindungan konsumen,” ujarnya.

Sejauh ini, ia mencatat, ada kurang dari lima fintech pinjaman yang bakal mendapat sanksi dari komisi etik. Namun, Sunu enggan menyebutkan nama fintech pinjaman yang bakal diberi sanksi.

Sementara itu, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hendrikus Passagi menegaskan, fintech pinjaman wajib memberikan perlindungan kepada konsumen. Salah satunya, fintech pinjaman tidak boleh menyalahgunakan data pribadi konsumen.

Secara keseluruhan, ia mengingatkan fintech pinjaman agar tidak menjalankan bisnis dengan menghimpun dana rakyat, pendanaan terorisme, penyimpanan hasil korupsi atau sarana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). “Kalau ada yang melanggar izin kami akan batalkan izinnya,” kata Hendrikus.

Sumber : katadata / uzone

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Selamat Berbuka

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!1 hari lalu

Nokia 9110i Berumur 21 Tahun, Jadi Holy Grail Kolektor

PADA tahun 1998, Nokia 9110i Communicator menjadi ponsel pintar yang punya kemampuan bak komputer. Dengan ukuran yang pas untuk dikantongi, ponsel ini...

Histori1 hari lalu

Istana Damnah Dalam Sejarah

DI Kampung Damnah, Kabupaten Lingga terdapat sebuah situs bersejarah yang berkaitan dengan Kesultanan Riau Lingga. Sebuah kompleks istana yang berdiri...

Histori1 hari lalu

Sejarah THR Di Indonesia

TUNJANGAN Hari Raya (THR) mulai diberikan pada zaman pemerintahan Bung Karno. Tepatnya pada Kabinet PM keenam Soekiman Wirjosandjojo, politikus asal...

Gaptek? Gak Lah!6 hari lalu

Bila Huawei Tanpa Aplikasi Android

KEPUTUSAN Google untuk mencabut lisensi Android di perangkat-perangkat Huawei tentu bukan hal sepele. Ada beberapa dampak yang bakal terjadi. Coba...

Bincang6 hari lalu

Batam, A Sampai Z Bersama Daniel Burhannuddin

DIRUT PT. Esqarada, Daniel Burhannuddin bicara Panjang lebar tentang Batam. Mulai A sampai Z. Sejak awal mulai Batam dibangun era...

Histori6 hari lalu

Melihat Pengelolaan Dana Haji di Masa Lalu

DULU, sebelum tahun 1979, calon jamaah haji Indonesia mempunyai kebebasan untuk memilih salah satu dari dua pilihan. Apakah pemberangkatan ke...

Pop & Roll6 hari lalu

Industri Kecantikan Mulai Bidik Laki – Laki

INDUSTRI kecantikan kini tak hanya didominasi perempuan. Semakin banyak laki-laki yang menunjukkan minat terhadap produk perawatan kulit dan kecantikan. Menurut...

Inspirasi1 minggu lalu

Dulu Gagal, Sekarang Beromset Rp.2 Juta Sekali Produksi

BERANI berkreasi serta berinovasi hingga menghasilkan satu produk bernilai jual, menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan oleh kaum milenial...

Histori1 minggu lalu

Dokumentasi Bersejarah Mendur Bersaudara

JIKA saat ini kamu bisa melihat foto Presiden Soekarno membacakan teks Proklamasi, maka sudah patutnya kamu berterima kasih pada sosok...

Ide1 minggu lalu

Fungsi Lain Mie Instan Selain Bikin Kenyang

SEPERTI kita tahu, mie instan termasuk menu favorit banyak orang termasuk anak kost di akhir bulan. Selain harganya yang terjangkau...