Connect with us

Histori

Tentang Trofi Jules Rimet yang Hilang

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Trofi Jules Rimet : ist.

TROFI Jules Rimet terakhir kali dipajang Empat bulan menjelang turnamen Piala Dunia Inggris dibuka.

Itu pada 20 Maret 1966. Trofi tersebut dipajang dalam sebuah acara pameran kartu pos di Westminster Central Hall, London.

Trofi itu ditempatkan di dalam kotak kaca dan dijaga dua petugas polisi untuk satu hari. 

Sewaktu mereka mengecek pada pukul 11.00, semuanya berada dalam keadaan normal. Tatkala keduanya mengecek satu jam kemudian, kotak kaca itu sudah pecah dan piala yang selalu menjadi rebutan negara-negara di turnamen sepakbola empat tahunan itu pun raib.

Tak ada seorang pun yang tahu siapa yang bertanggung jawab. Namun, tak berapa lama setelah kejadian, Ketua Football Association (FA, asosiasi sepakbola Inggris) Joe Mears menerima paket yang dikirim ke rumahnya. Isi paket itu adalah alas trofi yang dicuri dan catatan berisi permintaan tebusan uang sebesar 15 ribu poundsterling.

Seperti di film-film, Mears menghubungi pihak kepolisian yang lalu menyusun perangkap, lengkap dengan koper berisi koran yang dilapisi lembaran-lembaran uang senilai 5 poundsterling.

Di hari transaksi, polisi berhasil menangkap pengirim paket bernama Jackson, seorang mantan tentara. Namun ketika diinterogasi, Jackson mengaku tak tahu menahu keberadaan Trofi Jules Rimet.

Ditemukan oleh Seekor Anjing

Seminggu setelah pencurian, trofi tersebut akhirnya ditemukan di bawah semak-semak, di depan taman sebuah rumah bertingkat tiga di London selatan dalam keadaan terbungkus kertas koran.

Bukan anggota kepolisian yang punya andil dalam penemuan itu, melainkan seekor anjing bernama Pickles milik lelaki berusia 26 tahun, David Corbett, yang saat itu tengah berjalan-jalan bersama anjing peliharaannya.

Sebagaimana dicatat Martin Atherton dalam The Theft of the Jules Rimet Trophy: The Hidden History of the 1966 World Cup (2008), setelah penemuan itu Corbett dan Pickles menjadi terkenal serta mendapat undangan dari banyak negara untuk menghadiri acara-acara baik sepakbola ataupun yang lain.

“Mereka diundang ke Jerman, Chili, Argentina, dan beberapa negara lain. Mereka diberi tiket-tiket pertandingan oleh Federasi Sepakbola Jerman […] Mereka tampil di beragam acara televisi […] 

Pickles pun menerima beragam penghargaan, termasuk makanan anjing gratis selama setahun dari sebuah perusahaan binatang peliharaan serta beberapa medali, termasuk Dog of the Year dari Britania dan Jerman” (hlm. 74).

Namun, umur Pickles tak panjang. Setahun kemudian, ia tewas tercekik tali lehernya sendiri ketika mengejar seekor kucing.

Ban leher sekarang dipajang di Museum Sepakbola Nasional di Manchester, Inggris.

Pihak FA, yang khawatir Trofi Jules Rimet tidak berhasil ditemukan, sebelumnya sudah meminta George Bird, seorang tukang perhiasan, untuk membuat replikanya.

Menurut Paul Gadsby dalam sebuah kolomnya di Guardian, saat Inggris berhasil keluar sebagai juara, trofi replika itulah yang “digunakan saat pesta perayaan malam hari di Royal Garden Hotel di Kensington dan acara-acara publisitas selanjutnya.”

Nyaris Jatuh ke Tangan NAZI

Trofi yang awalnya bernama Victory ini dibuat pada 1929 atas suruhan Presiden FIFA pertama, Jules Rimet. Mengambil wujud Nike, dewi kemenangan Yunani, piala ini didesain pematung bernama Abel Lafleur. Ia memiliki tinggi 3,8 cm, berat 6,1 kg, dan terbuat dari perak dengan sepuhan emas 18 karat.

Uruguay sebagai juara dunia pada 1930 menjadi negara pertama yang berhak menyimpan trofi ini. Empat tahun kemudian, ia berpindah ke tangan Italia. Di tengah-tengah Perang Dunia II, setelah pasukan Sekutu menjungkalkan rezim fasis Mussolini, NAZI Jerman sempat menduduki bagian utara semenanjung Italia.

Mengetahui niatan rezim NAZI yang menginginkan Trofi Jules Rimet, Ottorino Barassi, Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden Asosiasi Sepakbola Italia saat itu, menyelundupkan piala itu dari sebuah bank di Roma ke apartemennya dan menyembunyikannya ke dalam kotak sepatu yang ditaruh di bawah tempat tidur. Pasukan NAZI mengendus aksi yang dilakukan Barassi. Mereka datang menggeledah apartemennya. Untung saja, NAZI Jerman tak berhasil menemukan trofi itu.

Jerman baru bisa menyentuh trofi itu tatkala mereka (Jerman Barat) berhasil menjadi juara dunia pada 1954 yang, menurut Paul Gadsby, lalu disimpan di Frankfurt.

“Joe Coyle, seorang jurnalis foto mengklaim bahwa setelah mempelajari foto-foto tertentu [dari trofi itu], trofi yang dibawa ke Swedia pada 1958 lebih tinggi 5 cm dan memiliki landasan piala yang berbeda dengan piala versi 1954. Namun hal itu tidak pernah diverifikasi apakah terjadi perubahan sewaktu trofi itu berada dalam kekuasaan Jerman.”

Sampai Kini Tak Ketahuan Rimbanya

SUATU hari, Abrian Tebel, pejabat Asosiasi Sepakbola Brazil (CBD), mengomentari insiden pencurian trofi Jules Rimet yang terjadi di Inggris.

Katanya, seperti dikutip Atherton,

“Kejadian seperti itu tidak akan terjadi di Brazil. Bahkan para pencuri asal Brazil menyukai sepakbola dan tidak akan melakukan aksi tidak terpuji tersebut” (hlm. 99).

Pernyataan itu rupanya menjadi bumerang. Bukan saja aksi pencurian Trofi Jules Rimet terulang ketika tengah berada di tangan CBD, lebih parah lagi sampai kini keberadaannya masih menjadi misteri.

Pada awal-awal konsepsi turnamen Piala Dunia, FIFA sudah memutuskan akan menyerahkan Trofi Jules Rimet selamanya kepada negara yang berhasil menjuarai tiga kali turnamen akbar tersebut. Hal itu baru terlaksana pada Piala Dunia 1970 di Meksiko, setelah Brazil mengalahkan Italia 4-1 di partai puncak.

Trofi Jules Rimet lalu disimpan di kantor pusat CBD yang bertingkat tiga di Rio de Janeiro. Namun, tiga belas tahun kemudian, trofi itu kembali hilang, tepatnya pada malam 19-20 Desember 1983. Sekelompok maling berhasil menggondolnya setelah melumpuhkan petugas keamanan gedung. Penyelidikan yang dilakukan kepolisian Brazil tak berhasil mengungkap siapa dalang di balik pencurian itu.

Insiden ini sempat pula memunculkan rumor bahwa Trofi Jules Rimet yang diserahkan Inggris kepada FIFA pada 1970 adalah replika. Lantaran percaya gosip itu, FIFA berani membayar 254.500 poundsterling saat Inggris melelang trofi replikanya pada 1997.

Lewat bantuan ahli perhiasan, FIFA lantas melakukan serangkaian pemeriksaan. Namun, hasil yang didapat ternyata menunjukkan bahwa trofi yang dilelang Inggris merupakan replika dan trofi yang hilang di Brazil benar-benar trofi asli.

 

Sumber : ft.com / foxnews / cbc.ca / The Guardian / Mirror / Tirto

 

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Inspirasi2 minggu lalu

Online Shop, Cara Bertahan di Era Digital

USAHA Online shop merupakan alternatif pilihan yang ada bagi pelaku usaha konvensional agar tetap dapat bertahan di era digital seperti...

Pop & Roll2 minggu lalu

“Beautiful Girls” di Piala Dunia 2018

MAGNET perhelatan piala dunia menarik banyak orang untuk menyimaknya. Bukan hanya melalui layar kaca televisi atau perangkat telepon pintar! Tapi...

Pilihan gowest.id2 minggu lalu

Menghasilkan Uang dari Waktu Luang

KAMU punya waktu luang? Selain bisa dimanfaatkan untuk beristirahat sejenak, nggak ada salahnya jika mencoba peluang-peluang bisnis berikut ini. Waktu...

Bincang3 minggu lalu

Angka Perceraian di Batam Melonjak

ANGKA Perceraian di Kota Batam kembali menunjukkan angka yang fantastis. Pelemahan ekonomi yang saat ini sedang dialami di Kota Batam...

Otto Keren!3 minggu lalu

Sensasi Berkendara di Mobil Listrik BMW

MOBIL listrik hadir menjanjikan pengalaman berkendara yang baru dan berbeda dibanding kendaraan konvensional (berbahan bakar bensin atau Diesel) seperti yang...

Pop & Roll3 minggu lalu

5 Emoji yang Sering Disalah Arti

SAAT ini warganet pasti sudah tidak asing lagi dengan aplikasi perpesanan WhatApp. Setiap hari, aplikasi ini digunakan oleh banyak orang...

Hidup Sehat3 minggu lalu

Seruput Kopi untuk Turunkan Resiko Penyakit Jantung

SEBUAH penelitian menyebut resiko penyakit jantung bisa turun bila minum kopi tanpa pemanis atau gula. Baru-baru ini sebuah penelitian mengaitkan...

Pilihan gowest.id3 minggu lalu

Mengapa Anak ada yang Cadel?

APAKAH di keluarga kamu ada yang sulit mengucapkan huruf R? Di Indonesia hal ini biasa disebut cadel. Sebenarnya apa penyebabnya?...

Pop & Roll3 minggu lalu

Cewek Pilih Sneaker atau High Heels?

SEPATU model high heels atau sepatu hak tinggi sering diidentikkan dengan para cewek. Alasannya, karena alas kaki tersebut sering dipakai para...

Pop & Roll4 minggu lalu

Gaya Rambut Para Bintang di Piala Dunia

AJANG Piala Dunia sudah berlangsung beberapa hari ini. Akan terus berlangsung hingga berakhir pada 15 Juli 2018 mendatang. Seperti lazimnya,...