Terhubung Dengan Kami

Uang

Waspada Fintech Landing Ilegal!

iqbal fadillah

Dipublikasi

pada

Ilustrasi

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan melakukan tindakan tegas terhadap penyelenggara fintech peer to peer lending (P2P) yang telah terdaftar atau berizin jika terbukti melakukan pelanggaran.

Sedangkan untuk P2P ilegal, OJK melalui Satgas Waspada Investasi melakukan sejumlah tindakan untuk memutus mata rantai aliran dana.

“Keberadaan P2P merupakan bentuk alternatif pendanaan yang mempermudah akses keuangan masyarakat. Namun, selain manfaat yang bisa didapat, masyarakat harus benar-benar memahami risiko, kewajiban dan biaya saat berinteraksi dengan P2P, sehingga terhindar dari hal-hal yang bisa merugikan,” kata Deputi Komisioner Humas dan Manajemen Strategis Anto Prabowo melalui rilis beberapa hari lalu.

Sesuai dengan POJK 77/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, OJK mengawasi penyelenggara P2P yang berstatus terdaftar atau berizin dan hingga 12 Desember 2018 telah mencapai 78 penyelenggara. Penyelenggara P2P yang tidak terdaftar atau berizin di OJK dikategorikan sebagai P2P ilegal.

OJK mengingatkan bahwa keberadaan P2P ilegal tidak dalam pengawasan pihak manapun, sehingga transaksi dengan pihak P2P ilegal sangat berisiko tinggi bagi para penggunanya.

OJK melarang penyelenggara P2P  legal mengakses daftar kontak, berkas gambar dan informasi pribadi dari smartphone pengguna P2P serta wajib memenuhi seluruh ketentuan POJK 77/2016 dan POJK 18/2018 mengenai Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

“Sesuai ketentuan POJK 77/2016, OJK dapat mengenakan sanksi sesuai dengan pasal 47, yaitu peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha sampai dengan pencabutan tanda daftar atau izin,” ujarnya.

Mengenai pengaduan atau laporan masyarakat terkait P2P, OJK telah melakukan penelaahan dan telah berkoordinasi dengan P2P legal yang dipublikasikan di media telah melakukan pelanggaran. OJK secara tegas akan mengenakan sanksi jika memang terbukti penyelenggara tersebut melakukan pelanggaran.

Berdasarkan penelahaan OJK, pengaduan masyarakat terkait P2P terdiri dari dua hal yaitu nasabah tidak mengembalikan pinjaman tepat waktu, yang berujung pada perhitungan suku bunga dan penagihan.

Serta perlindungan kerahasiaan data nasabah terkait dengan keluhan penagihan.

Mengenai penanganan P2P ilegal, OJK yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menghentikan kegiatan sejumlah 404 P2P ilegal dan telah melakukan tindakan tegas kepada P2P ilegal berupa mengumumkan ke masyarakat nama-nama P2P ilegal, memutus akses keuangan P2P ilegal pada perbankan dan fintech payment system bekerjasama dengan Bank Indonesia, mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, serta menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar membaca dan memahami persyaratan ketentuan dalam P2P terutama mengenai kewajiban dan biayanya. Hal yang harus dipahami adalah P2P lending merupakan perjanjian pendanaan yang akan menimbulkan kewajiban dikemudian hari untuk pengembalian pokok dan bunga utang secara tepat waktu sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak,” kata dia.

Masyarakat juga dapat mengunjungi website www.ojk.go.id dan menghubungi kontak OJK 157 dan email konsumen@ojk.go.id untuk mendapatkan informasi kegiatan P2P dan  mewaspadai keberadaan dan menghindari interaksi dengan P2P illegal.

Ke depan, OJK juga akan terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat bersama para stakeholders agar literasi masyarakat mengenai kegiatan pinjam meminjam uang berbasis teknologi dapat terus meningkat.

OJK akan terus memonitor dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengawasi perkembangan P2P dalam upaya mewujudkan industri P2P yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

(*)

 

Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!13 jam lalu

Jika Bumi Tidak Memiliki Bulan

MENURUT sebuah laporan astronom Karen Masters yang ditulis pada tahun 2000 lalu, jika Bumi tidak memiliki Bulan maka tidak akan...

Gaptek? Gak Lah!2 hari lalu

Jumlah LIKE, Sebentar Lagi Tidak Bisa Dilihat di Instagram

DIAM-DIAM Instagram sedang menguji coba desain baru, yang di dalamnya media tersebut tak lagi akan membeberkan informasi tentang berapa banyak...

Gaptek? Gak Lah!3 hari lalu

Goodbye BBM!

PT Elang Mahkota Technologi Tbk (EMTK) secara resmi mengumumkan penghentian operasi Blackberry Messenger (BBM). Aplikasi perpesanan yang sempat populer di tahun...

Pilihan gowest.id3 hari lalu

Bayi Lahir Normal dan Caesar Punya Usus Yang Beda

BAGAIMANA cara bayi dilahirkan ternyata memainkan peran penting dalam perkembangan susunan bakteri di dalam usus yang dapat mempengaruhi kesehatan pencernaan...

Histori3 hari lalu

Nomor-Nomor Punggung Yang Dipensiunkan

JIKA kamu melihat klub West Ham bertanding ,carilah pemain yang menggunakan nomor punggung Enam. Niscaya itu hanya membuat kamu lelah....

Pilihan gowest.id3 hari lalu

Tabel Periodik Tertua di Dunia

SEBUAH tabel periodik tertua di dunia disebut-sebut telah menampakkan wujudnya. Sang penemu tak lain seorang ahli kimia bernama Alan Aitken....

Histori6 hari lalu

Tragedi Hillsborough Dalam Kenangan

TANGGAL 15 April adalah tanggal berkabung untuk pendukung klub Liverpool . Di Tanggal 15 April 1989 Liverpool bertanding melawan klub...

Hidup Sehat6 hari lalu

Kebiasaan – Kebiasaan yang Merusak Ginjal

GINJAL punya banyak fungsi penting untuk tubuh. Beberapa fungsi penting ginjal antara lain untuk menyaring dan membuang limbah, mengendalikan keseimbangan...

Pop & Roll6 hari lalu

Album Baru Ahmad Dhani Dari Penjara

AHMAD Dhani tetap berkarya meskipun berada di penjara. Buktinya, musisi 46 tahun itu meluncurkan boxset bertajuk Ahmad Dhani Indonesia Songbook vol...

Ide1 minggu lalu

10 Aplikasi Untuk Buat Logo Tanpa Ribet

LOGO merupakan salah satu aspek paling vital dalam dunia usaha atau organisasi karena mencerminkan identitas dan filosofi. Jika dulu membuat...