Connect with us

Khas

Waspada Resiko Microsleep!

Mike Wibisono

Dipublikasi

pada

Ilustrasi

MENJELANG Lebaran seperti sekarang ini, tak sedikit para pemudik yang mulai berkendara pada malam hari menuju kampung halaman.

Tak ada yang salah memang dengan aktivitas itu, namun patut dipahami bahwa banyak efek yang akan dirasakan tubuh bila mengemudi sambil begadang.

Salah satunya adalah tertidur sebentar (microsleep) saat sedang beraktifitas.

Tak hanya memangkas waktu istirahat tubuh secara biologis, begadang juga berpotensi menurunkan tinggat kesadaran dan kewaspadaan.

Jam biologis

Hello sehat menulis, jam biologis dikenal sebagai ritme sirkadian yang mengikuti segala perubahan pada aktivitas fisik, mental, dan perilaku manusia dalam siklus 24 jam.

Selain diatur oleh faktor alami di dalam tubuh manusia, seperti saraf suprachiasmatic (SCN) pada otak, biasanya ritme ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Pada jam 00.00–02.59, perubahan hormon pada tubuh mengirimkan sinyal pada otak bahwa sudah saatnya kamu tidur dan beristirahat. Hormon melatonin akan diproduksi semakin banyak sehingga kamu akan merasa lebih lelah dan mengantuk.

Otak juga akan membersihkan diri dari racun dan sisa-sisa zat yang tertimbun seharian penuh akibat berpikir keras seharian penuh. Seluruh informasi yang kamu terima hari itu juga akan disimpan otak ke dalam memori jangka pendek dan jangka panjang.

Selain itu, sebaiknya menghindari makan atau minum pada jam ini karena usus sedang menjalani proses pembersihan atau detoksifikasi.

Sementara pada jam 03.00 – 05.59, suhu tubuh akan mencapai titik terendah. Hal ini terjadi karena energi akan dialihkan dari menghangatkan badan ke fungsi penting lainnya seperti memperbaiki kulit atau melawan infeksi.

Tubuh kamu masih terus memproduksi hormon melatonin, tetapi akan segera berkurang menjelang pagi hari.

Sementara waktu tidur yang ideal pada usia dewasa (26–64 tahun) menukil Tribun kesehatan adalah 7 hingga 9 jam setiap harinya.

Seperti ditulis laman Alodokter, efek mengantuk akibat begadang dan kurang tidur dapat menurunkan kemampuan bereaksi spontan dalam berkendara, serupa dengan perilaku orang mabuk akibat minuman beralkohol. Hal itu tentunya memicu potensi kecelakaan lalu lintas.

Padahal reaksi spontan dan waspada diperlukan pengendara, terutama yang berkendara pada malam hari. Terlebih Anda harus awas dan berhitung pada 6 titik potensi bahaya saat berkendara.

Dalam laman Vemale bahkan pernah diceritakan seorang wanita yang karena kelelahan, lalu berkendara sambil tertidur sejauh 300 km, hingga akhirnya mobilnya terperosok di sisi jalan.

Ragam dampak

Begadang atau kurang tidur saat berkendara, dalam pandangan Jusri Pulubuhu tentunya akan berdampak pada beragam akibat.

Dalam kamus KBBI daring, kata persepsi merupakan pengertian dari tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu atau juga bisa bermakna serapan.

Itu mengartikan bahwa pengemudi yang mengendarai kendaraannya saat begadang berpotensi lambat merefleks ketika ada kejadian spontan.

Kemudian efek lain terkait waktu reaksi motorik yang melambat. Tentunya ini sangat berbahaya jika Anda berkendara dalam kecepatan tinggi.

Saat begadang, pastinya juga mengalami rasa kantuk karena faktor jam biologis. Padahal, saat berkendara, kamu butuh konsentrasi dengan fisik yang fit.

Selain itu, dengan kondisi itu tentunya kamu akan rentan pada emosi yang kurang stabil. Efeknya tentu akan merubah cara berkendara kamu yang tentunya membuat potensi kecelakaan semakin terbuka.

Begadang saat berkendara tentunya juga akan membuat kamu cepat lelah, karenanya disarankan jangan dipaksakan.

Berhentilah pada kedai makanan atau cafe, sekedar untuk istirahat sejenak atau menyesap kopi. Pahami pula durasi berkendara yang idealagar stamina kamu tak terkuras.

 

Sumber : hellosehat / vemale / tribun / beritagar

 

Lanjutkan
Advertisement
Klik untuk memberi komentar

Advertisement

Kami di Facebook

Rupa Rupa

Jalan-Jalan Plesir4 jam lalu

Di Kesejukan Hutan dan Air Terjun Pongkar

APA yang tersirat dalam benak anda saat berpikir mau melakukan wisata ke wilayah Kabupaten Karimun di Provinsi Kepulauan Riau? Kami...

Jalan-Jalan Plesir4 jam lalu

Sensasi Keindahan Kepri Dari Angkasa

KEPULAUAN Riau yang secara Geografis hampir 90 % wilayahnya dikuasai oleh lautan, memiliki keindahan tersendiri. Terutama alamnya. Keindahan alam Kepulauan...

Hidup Sehat3 hari lalu

Makanan Yang Bisa Tangkal Proses Pikun

SALAH satu masalah penuaan paling umum terjadi adalah penurunan daya ingat atau pikun. Hasil penelitian terbaru menemukan cara pencegahannya yang...

Gaptek? Gak Lah!3 hari lalu

Robot Pembuat Ayam Goreng

TOKO retail Lawson di Jepang punya cara unik agar penyajian ayam gorengnya jauh lebih mudah dan cepat. Mereka memanfaatkan robot Karaage-kun, robot pembuat...

Pop & Roll4 hari lalu

Pernikahan Mewah Nick Jonas dan Priyanka Chopra di Delhi

PRIYANKA Chopra, aktris ternama film India serta serial televisi AS, dan Nick Jonas dari Jonas Brothers merayakan pernikahan mereka pada...

Pilihan gowest.id5 hari lalu

Punya Pengasuh Instagram? Kenapa Tidak

PARA turis kini bisa benar-benar menikmati liburan jauh dari gawai tanpa perlu sibuk memikirkan nasib akun media sosial telantar. Urusan...

Pilihan gowest.id1 minggu lalu

Golongan Darah Yang Dikenal Berkepribadian Introvert

BUKAN hanya zodiak. Golongan darah juga bisa digunakan untuk membaca kepribadian seseorang. Nah, golongan darah ini dikenal berkepribadian introvert lho....

Pop & Roll1 minggu lalu

Keturunan raja Samurai yang Meriahkan Ajang Miss World 2018

AJANG Miss World 2018 segera digelar Desember ini. Menuju ajang kecantikan tersebut, ada banyak cerita menarik dari para kontestan, salah...

Otto Keren!1 minggu lalu

Mengapa Busi Perlu Diganti Berkala ?

SAAT pertama kali membeli kendaraan baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4), pastinya dilengkapi komponen yang masih baru. Selain...

Pop & Roll1 minggu lalu

Irfan Hakim ; Singapore to Batam

BAGI warga kota pulau Batam, beraktifitas ke negeri seberang Singapura menggunakan kapal ferry sudah lumrah. Tapi, tidak dengan artis yang...