Hubungi kami di

Catatan Netizen

“Andi Ibrahim Pendiri Perguruan Tinggi Pertama di Batam”

Terbit

|

H. Andi Ibrahim tahun 2019. © Imbalo Iman Sakti


Catatan Imbalo Imam Sakti tentang Alm. Andi Ibrahim yang ditulis pada tahun 2019 lalu …

Oleh : Imbalo Imam Sakti

SAAT Batam masih Kelurahaan, kelurahannya pun di Nongsa, ibukota Kecamatannya di Belakang Padang, belum ada kantor Pos di Batam, surat surat masih terkirim melalui Liasion Office di Singapura, dan ada yang dibawa kapal dari Tanjung Pinang ke Pulau Sambu.

Kemudian ada kantor pos pembantu di Sekupang.

Rumah penduduk lebih banyak di perkampungan Sei Jodoh. Jarak Sekupang dengan Sei Jodoh sekitar 20 kilometer, jalan darat belum selesai dibangun, Boat Pancung demikian namanya transport yang dipakai dari dan ke dua tempat itu.

Di pangkal pelantar tempat bot bot itu berlabuh terdapat sebuah kios menjual buku dan sebagian alat tulis, dan benda benda pos lainnya, disitu juga bergantungan amplop surat surat ada yang masih baru ada yang sudah bebulan bulan tak diambil oleh nama yang tercantum dalam alamat surat itu.

Seorang pemuda asal Palopo Sulawesi dengan ramah melayani orang yang membongkar dan merapikan kembali buku buku dan surat yang bergantungan di jendela kios itu.

Aku acap membawa surat surat dari Sekupang ke Sei Jodoh, kebetulan kerja di Sekupang kusempatkan mengambil surat di kantor pos pembantu dan membawanya ke kios pak Andi Ibrahim. Iya yang pemilik kios itu pak Andi Ibrahim.

BACA JUGA :  Mengunjungi Masjid dan Quran Tertua di Nusantara | XPDC TO INDONESIA TIMUR

Tak jauh dari kios itu berdiri sebuah mushola, aku acap tidur di langgar itu, orang terkadang menyebutnya langgar, karena tidak diadakan sholat jumat.

Di Langgar itu sholat subuh tidak dibacakan doa qunut, dan sholat taraweh saat ramadhan hanya sebelas rakaat saja.

Pak Andi Ibrahim adalah aktifis HMI Jakarta, tahun 1965 an, pria kelahiran tahun 1935 ini, hanya menyelesaikan pendidikannya sampai BA saja. Itulah sebabnya ia lebih dikenal dengan Andi Ibrahim BA.

Setelah Gestapu, pak Andi melanglang buana ke Singapura, di Singapura, Johor, dan Batam banyak orang dari Sulawesi. Tetapi setiap tiga bulan sekali harus mengurus visa ke Batam yang terdekat.

Sebagai aktifis dan kader Muhammadiyah pak Andi terpanggil mendirikan sekolah.

Saat itu baru ada satu sekolah dasar di daerah Sei Jodoh, sementara penduduk terus berdatangan. Sekolah SD Ibnu Sina yang didirkan pak Andi, sangat sederhana sekali tiang mejanya dari kayu bulat menyatu dengan kursinya, lantainya masih tanah.

Sekolah itu terus berkembang, dari TK, SD, SMP, SMEA kini SMK hingga terus berkembang ke Perguruan Tinggi, dan Perguruan Tinggi Teknik Ibnu Sina adalah yang pertama di Batam.

Kini ada Stikes ada Stie ada Sekolah Tinggi Tarbiyah. Mula awal organisasi Muhammadiyah terbentuk di Batam kampus Ibnu Sina menjadi tempat pertemuan anggota Muhammadiyah dan pak Andi salah seorang ketuanya.

BACA JUGA :  Mengunjungi Tempat Tertinggi Lokasi Masjid di Dunia

Kebakaran Sei Jodoh

SEI Jodoh terbakar. Kios dan mushola pun ikut terbakar. Mushola itu kini berdiri mega di Pelita, jadi masjid Al Falah namanya, sekolah di Kampung Boyan itu pun ikut pindah.

Beribu ribu orang sudah jadi sarjana dari sekolah itu, didirikan nyaris tanpa fasilitas negara.

Pernah kami berbincang dan acap pula, sesama pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta, juga sesama kader Muhammadiyah, Batam yang waktu itu masih dibawah provinsi Riau, yang ingin merdeka masih ingat DR Tabrani Raf.

Pak Andi Ibrahim yang sangat jarang tersenyum saat itu tertawa terbahak bahak, ketika kuutarakan kalau Riau Merdeka yang jadi Menteri Pendidikannya beliau.

Pak Andi Ibrahim masih sehat terkadang ia dipapah untuk berdiri, kini usianya sudah 84 tahun, tetapi masih juga ke Kantor Yayasan yang didirikannya (catatan penulis di tahun 2019).

Berjejer piala dan piagam berpigura menghiasi ruang kantornya. Kita rada kuat sedikit kalau berbicara.

” Datang ya imbalo hari raya ini.” Pintanya padaku.

Semoga sehat selalu pak Andi panjang umur kita berjumpa lagi.

(*)

Seperti ditulis oleh Imbalo Imam Sakti di Jejaring Sosialnya.

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook