Hubungi kami di

Pop & Roll

Michael Phelps : Kisah Sukses Raja Veteran Yang Terpuruk

nien bagaskara

Terbit

|

KISAH dari seorang perenang veteran asal Amerika Serikat, Michael (Mike) Phelps. Mike bahkan disebut sebagai Olympians tersukses sepanjang masa. Raihan total prestasinya 28 medali selama berkarir di ajang Olimpiade.

Pada Olimpiade terakhirnya di Rio Jeneiro 2016 baru-baru ini, ada kisah yang sangat inspiratif dari kebangkitan Mike Phelps. Siapa sangka, sebelum mengikuti Olimpiade Rio, ia pernah merasa despresi berat. Bahkan muncul keinginan dalam benaknya untuk mengakhiri hidup.

Sisi Lain Sang Raja Renang Olimpiade

Pencapaian yang sangat besar bagi seorang atlet untuk bisa mendapat medali kemenangan di ajang olahraga tingkat dunia Olimpiade secara berturut-turut. Hal tersebut telah dirasakan oleh perenang asal Amerika Serikat Michael Phelps yang sudah merengkuh kemenangan olimpiade 5 kali berturut-turut. Lebih luar biasa lagi karena ternyata pencapaian tersebut ia raih hanya berselang 2 tahun dari kondisi keterpurukan yang dialami.

Pada penghujung tahun 2014, Mike harus berurusan dengan polisi atas tuduhan mengendara sambil mabuk. Saat itu, ia yang telah menyelesaikan Olimpiade keempatnya dengan hasil cemerlang justru dirundung kegelisahan karena merasa tak mampu untuk kembali bangkit pada Olimpiade berikutnya.

Mike sempat berpikir bahwa dunia akan lebih baik tanpa dirinya. Plihan terbaik adalah dengan mengakhiri hidup. Perkataan yang sangat ironis, karena diucapkan oleh seseorang yang mempunyai kesuksesan luar biasa.

Keinginan itu sebenarnya pernah disampaikannya usai melakoni Olimpiade yang ke-4 bagi dirinya. Phelps sempat berencana untuk menutup karir sebagai perenang. Namun karena dorongan yang besar tidak hanya dalam dirinya namun juga dari orang di sekitar Michael, membuat ia ingin kembali mencoba Olimpiade 2016 di Rio, Brazil.

Namun ternyata ketika mulai mengatakan ingin kembali berkiprah kepada sang melatih, Bob Bowman, sang pelatih pun merasa cukup pesimis melihat usia Phelps yang memang sudah tak muda lagi. Selain itu dari segi persaingan, adanya banyak peserta muda tentu menjadi hal yang sulit untuk diatasi bahkan dengan pengalaman Michael yang telah memenangkan 18 medali kala itu.

Dan ternyata benar, setelah melakoni sejumlah latihan berat, ternyata  pencapaian Michael tidak mampu mencapai kondisi yang prima. Pelampiasan buruk pun ia lakukan dengan sering pergi ke casino untuk berjudi dan minum alkohol. Hal tersebut pulalah yang membuat dirinya sempat hampir mencicipi hotel prodeo akibat mabuk saat berkendara.

Bisa dibayangkan kondisi psikis Michael Phelps yang 2 tahun sebelumnya dianggap sebagai olahragawan Olimpiade tersukses sepanjang sejarah dengan 18 emas, 2 perak dan 2 perunggu, kini menjadi seorang pemabuk berat yang putus asa. Bak roda berputar, dalam 2 tahun ia jatuh tari posisi tertinggi pada jurang terendah.

BACA JUGA :  Antara Syahrini dan Soimah

Masa Kebangkitan Michael Phelps

Tentu banyak yang bertanya apakah rahasia Michael Phelps untuk bisa kembali pada performa terbaiknya bahkan memperpanjang rekor capaian cabang olahraga renang pada Olimpiade Rio 2016.

Jawabnya yakni karena masih ada beberapa orang yang mencintai Michael dan selalu mendukung dirinya di saat kondisi berat. Salah satunya yakni teman dekat yang juga sesama atlet Ray Lewis. Pada waktu itu, setelah mengurung diri selama 72 jam di dalam kamar, ia menelpon Ray dan mendapatkan saran yang luar biasa dari sahabatnya tersebut. Ray memberikan sebuah kopi buku inspiratif berjudul “The Purpose Driven Life” karangan Rick Warren.

Setelah membaca beberapa lembar buku tersebut, batin Michael tersentak dan mulai ingin menata kembali kehidupannya. Dalam masa selama 18 bulan masa percobaan dan juga tidak boleh mengikuti aktivitas kontingen renang Amerika Serikat, ia banyak menghabiskan waktu untuk membaca buku utamanya yang berkaitan dengan motivasi diri.

Di salah satu pusat rehabilitasi, Michael semakin memperkaya diri dengan beberapa buku tambahan seperti buku Viktor E Frankl’s “Man’s Search for Meaning” dan buku Joseph Murphy’s “The Power of Your Subconscious Mind”. Dan  ketika keluar dari pusat rehabilitasi tersebut, Michael Phelps serasa menjadi pribadi yang baru.

Perubahan tersebut juga dilihat oleh sang pelatih dan juga tim renang Amerika Serikat yang lain, dan akhirnya Michael Phelps resmi dimasukkan pada kontingen cabang olahraga renang negara Amerika Serikat pada Olimpiade Rio 2016.

Di cabang nomor estafet 4×100 m, dia bersama tim Ryan Murphy, Cody Miller dan Nathan Adrian bahkan berhasil mencetak rekor terbaru 27,95 detik. Dan selama Olimpiade digelar akhirnya mengukuhkan nama Michael Phelps dengan raihan total 28 medali berupa 23 emas, tiga perak dan dua perunggu.

Kisah di atas mungkin bak roller coaster dalam kehidupan manusia. Bagaimana tidak, dalam kurun 4 tahun saja Michele Phelps merasakan seperti apa berapa di puncak karir dan jurang kehancuran. Yang terpenting dan bisa kita pelajari adalah, meskipun kisah hidup kita tidak se-ekstrem Michele Phelps, kita harus yakin selalu ada kesempatan kedua dari kegagalan atau rasa putus asa. Yang harus kita lakukan adalah menemukan momentum untuk kembali bangkit dan berubah menjadi pribadi baru yang lebih baik. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook