Hubungi kami di

Catatan Netizen

Pokhara dan Mesjid Di Puncak Tertinggi di Dunia

Terbit

|

Imbalo Imam Sakti didepan Masjid Pokhara, Nepal. Poto: Dok. Imbalo Imam Sakti.

TULISAN ini dibuat oleh Imbalo Imam Sakti, seorang penggiat Sosial dan Keagamaan dari Kota Batam. Dikutip dari Akun Facebooknya Imbalo Namaku.

———————

NEPAL adalah negara terakhir kerajaan Hindu di dunia ini. Entah mengapa waris keluarga saling bunuh dan tewas semua.

Sejak itu negara yang melintang dari Timur ke Barat sepanjang rangkaian pegunungan tertinggi di dunia jadi negara Demokrasi.

Ibukotanya Kathmandu, sekitar tiga, empat jam perjalanan menuju Barat terdapat kota Pokhara, kota kedua terbesar di Nepal.

Poto: Dok. Pribadi Imbalo Imam Sakti

Kota berbatasan dengan India ini, tempat kelahiran Sidharta Gauthama, sang Budha.
Pokhara, kota tempat salah satu laluan trek ke puncak Himalaya, jalur selatan di Buthan sebelah utara.

Di Nepal ada tujuh rangkaian puncak Himalaya tertinggi di Dunia selain Mount Everest.

Negara ini terkenal dengan Serpha-nya, gaji serpha di sana selama musim mendaki gunung cukup mahal, lho. Bisa untuk makan bertahun-tahun dan menyekolahkan anak sampai universitas di Amerika.

BACA JUGA :  Ternate Tidore Kesultanan Islam Awal di Nusantara | XPDC TO INDONESIA TIMUR

Nepal juga dikenal dengan tentaranya. Tentara Gurkha tentara terhandal di Dunia. Contoh Negara kaya dan kecil Brunei tentaranya bayaran dari Nepal.

Di Kathmandu meskipun mayoritas Hindu, banyak terdapat masjidnya. Entah sejak bila Islam masuk ke negeri ini.

Di Pokhara tempat laluan orang hendak mendaki gunung Himalaya itu, terdapat masjid sudah berumur ratusan tahun. Masjid tertinggi lokasinya di atap dunia.

Poto: Dok. Pribadi Imbalo Imam Sakti

Tak sanggup mendaki, boleh koq sewa helikopter melihat pemandangan dari puncak sana.

BACA JUGA :  'Paman yang Paling Indah adalah Paman Kikuk"

Jangan lupa beli selendang Pasmina bulunya asli dan tenunannya indah. Beberapa restoran halal ada di Pokhara.

Gimana ya rasanya saat sholat di masjid tertinggi di dunia, dan mengingat para pendakwah yang dulu awal datang ke sana dan mendirikannya.

Tak terasa menitik air mata saat sholat tahyatul masjid di udara yang begitu dingin. Sejuk dada ini terasa hangat, doaku padamu para Syuhada.

(*)

Seperti ditulis oleh Imbalo Imam Sakti di Jejaring Sosialnya.

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook