OTORITAS Arab Saudi mengeksekusi mati 81 terpidana dalam sehari. Mereka yang dieksekusi mati pada Sabtu (13/3) adalah terpidana teroris.
“Semua dinyatakan bersalah melakukan sejumlah kejahatan biadab,” ujar seorang pejabat Saudi saat mengonfirmasi kabar tersebut, seperti dilaporkan Badan Pers Saudi (SPA).
Pejabat itu kemudian menjabarkan, puluhan narapidana yang dieksekusi mati itu memiliki kaitan dengan ISIS, Al-Qaeda, kelompok pemberontak Houthi di Yaman, atau sel-sel teror lainnya.
Sebagaimana dilansir AFP, pejabat itu mengatakan bahwa beberapa terdakwa merencanakan serangan terhadap situs-situs ekonomi vital di Saudi.
Ada pula yang berencana menyerang atau membunuh pasukan keamanan Saudi. Sebagian lainnya dinyatakan bersalah atas dakwaan penyelundupan senjata.
Seperti dilansir dari Reuters, seluruh terpidana yang dihukum mati berjenis kelamin laki-laki. Dari keseluruhan terpidana yang dieksekusi, 73 di antaranya merupakan warga negara Saudi, tujuh dari Yaman, dan satu berkebangsaan Suriah. Berdasarkan laporan SPA, 81 orang itu menjalani proses sidang di pengadilan Saudi.
Eksekusi kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah moderen Saudi. Angka ini terpaut jauh dari eksekusi pada 2021 yang mencapai 69 orang dalam satu tahun, dan 2020 sebanyak 27 orang.
Laporan hari ini mengalahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada Januari 1980, ketika Saudi mengeksekusi 63 terpidana kasus pendudukan Masjidilharam.
(*)
sumber: Cn Indonesia.com


