Hubungi kami di

Tanah Air

Tanggapan Kemenkes Soal RI Jadi Episentrum Covid-19 Dunia

Terbit

|

Ilustrasi, virus Corona melanda dunia

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) angkat bicara soal Indonesia dinilai menjadi episentrum COVID-19 dunia. Ia menepis penilaian tersebut dengan dalih Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tak pernah mengungkap suatu negara menjadi episentrum COVID-19.

“Jadi WHO tidak pernah mengatakan sebuah negara episenter penyebaran COVID-19, bahkan varian saja dari nama negara, angka lalu huruf yunani,” jelas dr Nadia kepada detikcom, Senin (19/07).

“Pernyataan yang keliru dan tidak berdasar”

Alih-alih ditetapkan sebagai episentrum COVID-19, dr Nadia menjelaskan kegawatan situasi setiap negara didefinisikan dengan level transmisi atau penularan COVID-19 di masing-masing negara. Berdasarkan pedoman WHO, dijelaskan dalam situational level 0 hingga 4.

Penilaian tersebut yang juga diterapkan di Indonesia. Maka dari itu, ia kembali menegaskan pernyataan Indonesia sebagai episentrum COVID-19 dunia keliru dan tidak berdasarkan pernyataan WHO.

BACA JUGA :  Kepala Daerah Diminta Percepat Penyaluran Bansos dari APBD

“Tingkat kegawatdaruratan WHO dijelaskan dalam situational level 0-4 yang diadopsi menjadi transmisi komunitas 0-4 di Indonesia,” tutur dr Nadia.

“Panduan penyesuaian respons kesehatan masyarakat dan mobilitas tersebutlah yang menjadi ukuran penerapan PPKM darurat di Jawa Bali dan 15 kab/kota di luar Jawa Bali. Jadi istilah tersebut tidak pernah digunakan WHO,” pungkas dr Nadia.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu dr Nadia menyebut seluruh provinsi Jawa dan Bali berada di level 4 transmisi komunitas kasus COVID-19. Artinya kasus penularan corona sangat tinggi.

Data kasus harian COVID-19 per satu juta penduduk di beberapa negara di dunia. © Deutsche Welle

Ramai diberitakan media internasional

Sebelumnya, media asing ramai-ramai menyoroti Indonesia sebagai episentrum COVID-19 dunia baru. Misalnya, laporan yang dimuat surat kabar Amerika Serikat yaitu The New York Times berjudul The Pandemic Has a New Epicenter: Indonesia.

BACA JUGA :  Positif Corona di Kepri Bertambah 2, Jadi 3 Orang

Menurut mereka, catatan infeksi harian COVID-19 dan kasus kematian sudah melampaui India dan Brasil. Pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman juga pernah mengutarakan hal serupa.

“Kita sekarang sudah menjadi epicentrum di Asia, bahkan menurut saya, sudah di dunia karena namanya epicentrum itu adalah negara, wilayah, yang memiliki kasus pertambahan kasus aktif paling tinggi pada hari itu, pada waktu itu,” jelas Dicky dikutip dari detikcom Kamis (15/07).

(*)

Sumber : DW | DETIK

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook