Hubungi kami di

Histori

Tentang Kutai Martadipura, Kerajaan Hindu-Buddha Tertua di Indonesia

Terbit

|

Ilustrasi, © kisahsejarah.id

KERAJAAN Kutai Martadipura adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia, terletak di Kutai, Kalimantan Timur. Pusat pemerintahan Kutai diperkirakan terdapat di Muara Kaman, yaitu di tepi Sungai Mahakam.

Peninggalan Kerajaan Kutai yang terkenal adalah tujuh buah Yupa. Berdasarkan bentuk huruf yang dipakai pada prasasti Yupa, dapat diperkirakan bahwa yupa-yupa tersebut berasal dari abad ke-4 Masehi.

Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, atau lebih tepatnya di hulu Sungai Mahakam.

Dilansir dari “Kebudayaan dan Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia” yang ditulis oleh Anton Dwi Laksono, Kutai Martadipura berdiri sejak abad ke-4 Masehi. Keberadaan kerajaan ini dibuktikan melalui penemuan prasasti Yupa di daerah Kutai.

Peta kerajaan Kutai

Huruf pada yupa adalah huruf Pallawa dengan menggunakan bahasa Sansekerta. Isi pada tulisan yupa menceritakan raja-raja Kerajaan Kutai yang meliputi sebagai berikut:

  • Raja pertama Kerajaan Kutai adalah Kudungga.
  • Anak Kudungga bernama Aswawarman.
  • Aswawarman disebut sebagai wamsakarta, yaitu pembentuk keluarga.
  • Aswawarman mempunyai anak bernama Mulawarman.

Tokoh sejarah yang terkenal pada masa Kerajaan Kutai adalah Mulawarman. Raja Mulawarman memerintah dengan cara bijaksana. Ia sangat dicintai rakyatnya. Semasa pemerintahannya rakyat hidup sejahtera dan makmur.

Pada masa kepemimpinan Mulawarman, Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaan. Sang raja meluaskan wilayah kekuasaan hingga ke daerah sekitarnya. Sebagai ungkapan terima kasih kepada raja atas bantuan berupa 20.000 ekor sapi beserta minyak dan lampu, para brahmana mendirikan tugu peringatan.

Kudungga menjadi raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Kutai. Ia diduga sebagai seorang kepala suku yang akhirnya mengubah sistem politik setelah ajaran Hindu-Buddha masuk ke daerah tersebut.

BACA JUGA :  Selamat Ultah, "NIKE"

Masa kejayaan Kutai Martadipura

Berdasarkan kisah yang tertulis di Prasasti Yupa, Kerajaan Kutai berhasil meraih puncak kejayaan di bawah pimpinan Maharaja Mulawarman. Ia naik tahta untuk menggantikan sang ayah, Raja Aswawarman.

Replika Prasasti Yupa, Peninggalan Kerajaan Kutai. © Kompas.com

Mulawarman berhasil memperluas wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai. Di masa jaya ini, Kutai disebut-sebut telah menguasai hampir seluruh bagian Pulau Kalimantan.

Tak hanya itu, penduduk juga hidup dengan tentram dan sejahtera selama masa kekuasaan Mulawarman. Lokasi kerajaan yang begitu strategis juga menunjang perkembangan Kutai secara pesat.

Kerajaan ini terletak di jalur perdagangan antara China dan India. Perniagaan mejandi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan ekonomi masyarkat selain pertanian.

Keruntuhan Kerjaan Kutai Martadipura

Masa kejayaan Kutai ini sayangnya harus berakhir pada masa kekuasaan Maharaja Dharma Setia. Bahkan pada 1365, Sang Maharahaja tewas di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.

Salah satu candi peninggalan Kerajaan Kutaifoto oleh gurupendidikan,com

Dengan tewasnya Dharma Setia, Kerajaan Kutai Martadipura pun runtuh dan dikuasai oleh Kutai Kartanegara. Kerajaan yang juga disebut Negarakertagama ini kemudian berubah menjadi kerajaan Islam.

Sejak tahun 1735, Raja Kutai Kartanegara diubah bergelar sultan. Kerajaan itu pun berubah menjadi kesultanan.

Peninggalan sejarah

Beberapa peninggalan dari Kerajaan Kutai hingga kini masih dapat dijumpai di Museum Mulawarwan. Museum ini terletak di Kota Tenggarong, Kalimantan Timur.

Prasasti Yupa peninggalan Kerajaan Kutai. © kompas.com

Berikut adalah sejumlah peninggalan sejarah Kerajaan Kutai Martadipura yang ditemukan dan dapat disaksikan hingga kini.

  • Prasasti Yupa merupakan jejak sejarah Kerajaan Kutai tertua yang bisa dijumpai hingga saat ini. Prasasti yang berjumlah 7 buah ini merupakan bukti terkuat berdirinya kerajaan Hindu di Kalimantan.
  • Kalung Uncal merupakan seuah kalung emas dengan berat 170 gram. Kalung ini dihiasi sebuah liontin yang bertahtakan ukiran cerita Ramayana. Benda ini diduga menjadi salah satu atribut uang digunakan oleh Sultan Kutai Kartanegara setelah Kutai martadipura ditaklukkan.
  • Kura-kura emas menjadi benda peninggalan Kerajaan Kutai yang cukup unik. Benda ini dipercaya sebagai persembahan dari pangeran kerajaan Cina yang ingin mempersunting putri Kerajaan Kutai
  • Tali Juwira merupakan peninggalan Kerajaan Kutai yang menyimbolkan 7 muara dan 3 anak sungai yang ada di Sungai Mahakam.
  • Keris Bukit merupakan keris yang digunakan oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu.
  • Kelambu kuning menjadi salah satu peninggalan yang dipercaya masyarakat setempat memiliki keuatan magis. Kelambu ini dipercaya dapat menangkal tuah atau bala.
  • Singgasana Sultan yang terjaga hingga kini di Museum Mulawarman.
  • Meriam Kerajaan Kutai.
  • Ketopong Sultan adalah mahkota Sultan Kerajaan Kutai yang kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Berat dari mahkota emas ini mencapai 1,98 kilogram dan ditemukan di daerah muara Kaman pada 1890.
BACA JUGA :  Kenangan Manis Thomas Cup 1984

(*)

Sumber : sejarah-negara.com | kompas.com 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook