KHABAR duka di akhir bulan Maret. Dua petani tersambar petir di kebun depan Mako Yonif 10 Marinir, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, pada Selasa (31/03/2026) .
Dalam kejadian tersebut, seorang petani bernama Suwardjo (62), warga Setokok, dinyatakan meninggal dunia. Sementara seorang korban lain, Suwardi (70), warga Sei Pelunggut, mengalami luka-luka.
Dari informasi di lapangan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh dua saksi bernama Diah Eka Kurniawati dan Ferdi Ariyanto, yang tengah berkebun di sekitar lokasi. Keduanya mendengar teriakan minta tolong setelah sambaran petir terjadi.
Saat didatangi, Suwardi yang masih sadar mengaku dirinya bersama Suwardjo baru saja tersambar petir.
Kedua saksi kemudian segera meminta bantuan kepada personel Yonif 10 Marinir dan menghubungi pihak Kepolisian melalui layanan darurat 110.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Bulang langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Personel piket turun melakukan pengecekan awal,” kata Kapolsek Bulang, Iptu Bobby Pratama dalam keteranganya.
Korban, Suwardjo, sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara Batam. Namun Ia dinyatakan telah meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.
“Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka bakar di bagian perut sebelah kiri dan selangkangan kiri yang diduga kuat akibat sambaran petir,” ujar Bobby.
Sementara itu, korban Suwardi langsung dilarikan ke RS Graha Hermin Batu Aji dan masih menjalani perawatan intensif.
Kepada masyarakat, Bobby mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan ketika cuaca ekstrem seperti hujan disertai petir.
“Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Call Center 110 yang tersedia 24 jam dan bebas pulsa,” tambahnya. (*)


