Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
    23 jam lalu
    Overload Belanja Pegawai, Jumlah P3K Kab. Bintan Terancam Dipangkas
    1 hari lalu
    Volume Air Waduk Menurun, BP Batam Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Terjaga
    2 hari lalu
    Kab. Bintan Alami Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Terdampak
    2 hari lalu
    Dorong Pembiayaan Inovatif, Sekdako Batam Ikuti Rakornas Creative Financing
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    2 minggu lalu
    Aktifitas Kelompok Budidaya Laut Biru di Bintan
    2 minggu lalu
    Bassist God Bless, Donny Fattah Gagola Meninggal Dunia
    3 minggu lalu
    Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 16 Tahun
    3 minggu lalu
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    1 bulan lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    4 minggu lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Siasat Pak Harto Selamatkan Garuda Indonesia yang Hampir Bangkrut

Editor Admin 4 tahun lalu 1.4k disimak

SEBAGAI maskapai penerbangan milik pemerintah, Garuda Indonesia pernah nyaris bangkrut saat krisis moneter.

Daftar Isi
Robby Djohan dipilih jadi Dirut GarudaGaruda Untung Ratusan Miliar

Presiden kedua RI, Soeharto, pernah mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan Garuda Indonesia yang nyaris bangkrut.

Kisah Soeharto mengatasi masalah di maskapai Garuda Indonesia merupakan bagian dari sejarah pada maskapai plat merah itu.

Dikutip  dari Historia, Garuda Indonesia hampir saja bangkrut karena utang yang besar kepada para kreditur asing. Garuda Indonesia  kondisinya menjadi sangat parah ketika krisis ekonomi pada 1998.

Saat itu nilai tukar rupiah meroket menjadi Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat.

Presiden Soeharto mengambil langkah cepat dengan menyelamatkan Garuda dengan menugaskan  Menteri BUMN pertama, Tanri Abeng, untuk menyelamatkan Garuda.

“Ini tentang Garuda yang akan dibangkrutkan oleh krediturnya. Tugas saudara menyelamatkan agar Garuda tidak di-grounded karena Garuda membawa bendera Republik,” kata Soeharto.

Soeharto lalu menyerahkan map berisi berkas Garuda kepada Tanri Abeng. Dia sampai pada  sebuah kesimpulan  bahwa tidak satu pun dari direksi Garuda saat itu yang tahu akar permasalahannya.

Seluruh direksi Garuda  harus diganti meskipun saat itu Dirutnya mantan ajudan Soeharto.

“Mengapa hanya dirutnya? Ganti seluruh direksi, di situ sudah lama ada mafia,” kata Soeharto yang menyerahkan sepenuhnya perombakan direksi Garuda kepada Tanri Abeng.

Robby Djohan dipilih jadi Dirut Garuda

DALAM “No Regrets”, Tanri Abeng mengatakan jika terdapat tiga kriteria dalam memilih Dirut Garuda yang baru.

Pertama,  keuangannya tidak berdarah-darah lagi, maka dia harus tahu keuangan. Kalau bisa dia berasal dari perbankan. Orangnya harus kredibel agar dapat dipercaya kreditur.

Kedua, harus jujur supaya dapat memberantas KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).

Ketiga, kepribadiannya harus kuat sebab dia harus melakukan perubahan.

“Kriteria itu hanya ada di Robby Djohan,” kata Tanri Abeng yang telah mengenalnya selama 20 tahun.

“Robby ketika saya tawari posisi tersebut menyatakan bahwa dia tak butuh kerjaan karena dia sudah kaya dan ingin pensiun.”

Tanri Abeng berusaha  keras membujuknya.

Robby akhirnya bersedia dengan dua syarat, “Beri saya kewenangan mengambil orang-orang yang saya mau dan kasih waktu enam jam per hari.”

Tanri Abeng  mengatakan, “Anda butuh enam, dua atau dua puluh jam sehari terserah asal pekerjaan selesai.”

Kata Rhenald Kasali dalam “Change!” Robby sendiri sebenarnya mengakui tak tahu apa-apa tentang bisnis penerbangan. Pengalaman  yang dia miliki  saat itu hanyalah menjadi penumpang. Sisanya dia habiskan  di dunia perbankan (Bank Niaga) dan perhotelan.

Hutang Garuda  kala itu mencapai 1,2 miliar dolar, lebih besar dari seluruh asetnya. Saat itu, Garuda memiliki karyawan hampir 13.000. Berbanding terbalik dengan kebutuhannya ditaksir hanya sekitar 6.000 orang.

Saat itu banyak rute yang tidak produktif, sepi penumpang tetapi dibiarkan bertahun-tahun. Garuda saat itu juga harus menghadapi citra pelayanannya  sering delay tanpa pemberitahuan.

 Hingga waktu itu Garuda kerap diplesetkan sebagai “Garuda Always Reliable Until Delay Announced“.

“Singkatnya, Garuda telah salah urus,” tulis Rhenald.

Kata  Roby Djohan dalam bukunya, “The Art of Turn Around“, manajemen Garuda tidak pernah diurus secara profesional; pengangkatan CEO tidak berdasarkan keahlian manajerial, keputusan-keputusan strategis tidak diambil oleh direksi tapi oleh siapa saja dari Cendana, BPPT, Menteri Perhubungan, atau Menteri Keuangan. Dampaknya  banyak terdapat kontrak aneh.

Dicontohkannya  pesawat Airbus 330 disewa dengan harga 1,2 juta dolar padahal hasilnya paling tinggi hanya 800 ribu dolar.

Di  hari-hari pertama kerja, Robby mendapat reaksi  demonstrasi karyawan Garuda.

Bagi mereka yang menamakan diri Tim Reformasi, Robby mengatakan, “Kesulitan utama memang adalah tidak adanya acceptance, karena organisasi seperti ini biasanya sudah dikuasai oleh establishment yang kuat.

“Sulit bagi mereka menerima seorang stranger yang dianggap belum tentu mampu atau jangan-jangan akan membubarkan establishment yang sudah dibangun. Tapi saya tidak mau mundur. Saya malah menyatakan bahwa Garuda sebenarnya sudah bangkrut dan saya di sini  berusaha memperbaikinya.”

Garuda Untung Ratusan Miliar

MENURUT Tanri Abeng, untuk menerbangkan Garuda agar bertahan di udara, Robby harus disuntik dana segar dari uang Rp 800 miliar untuk rasionalisasi karyawan. Dia percaya selama satu tahun uang  itu akan kembali.

Robby Djohan  bisa memperbaiki kinerja Garuda setelah genap tiga bulan mengambil alih kepemimpinan.

Melansir dari Kompas.com, dalam laporan yang dirilis, Garuda Indonesia pada Agustus bisa meraup laba hingga Rp 200 miliar. Banyak orang  yang  tidak percaya mengingat selama bertahun-tahun, BUMN ini terkenal selalu merugi.

“Untung! “Uangnya benar ada, bukan rekayasa,” kata Robby dikutip dari Kompas.com ketika ditemui di ruang kerjanya menanggapi respons sumir publik saat ini.

Kata Robby  perolehan laba tersebut sebenarnya bukan hal spesial. Jadi tradisi ketika di  bulan peak season Agustus-September, umumnya Garuda Indonesia memang selalu untung dari penerbangan internasional.

Saat itu rata-rata pada bulan peak season itu, load factor Garuda mencapai 87 persen dibandingkan dengan 55-60 persen pada bulan-bulan lain.

Berdasarkan pendapatan jalur internasional kedua bulan tersebut, bila dikurskan dengan nilai dollar laba Garuda memang jadi lumayan besar sampai Rp 200 miliar.

Meskipun pada   low season, load factor Garuda hanya berkisar 40-55 persen sehingga angka musim peak season bukanlah patokan.

Dirinya bukanlah pesulap yang  mengubah Garuda langsung meraup untung seketika. Namun modal keberanian juga dibutuhkan untuk menghadapi kreditur.

Robby mengerti caranya bagaimana memperlakukan debitur-debitur saat mengalami kesulitan membayar.

Dengan Emirsyah Satar, direktur keuangannya yang juga seorang bankir kemudian berangkat ke London untuk berbicara dengan Bank Exim negara-negara Eropa.

“Benar saja, mereka langsung menggebrak, mengintimidasi dengan suara keras, dan mengancam akan menyita pesawat A330 yang disewa,” tulis Rhenald.

Dengan tenang, Robby menjawab, “Saya datang bukan untuk memecahkan masalah saya tapi masalah Anda. Alasan utama mengapa Garuda kolaps adalah karena bank-bank internasional memberikan pinjaman kepada Garuda yang neraca keuangannya defisit. Dari pengalaman saya selama 30 tahun di bank, saya tidak dapat memahami itu. Dan jika Anda ingin mengambil kembali pesawat Anda, silakan lakukan karena tidak produktif bagi kami.”

“Negosiasi berlangsung alot awalnya, tapi Robby dan Emirsyah Satar tak mau mundur. Dia hanya mau membayar pinjaman dalam tempo 16 tahun dengan bunga satu persen di atas SIBOR (Singapore Interbank Offered Rate). Keras, tapi bisa berakhir dengan baik,” tulis Rhenald.

Kurang dari setahun Robby memimpin, Garuda akhirnya selamat dari kebangkrutan.

“Namun, sekarang Garuda sudah enak, sudah gampang. Enggak ada lagi KKN keluarga Soeharto segala itu,” lanjut Robby di tengah acara penyerahan enam pesawat baru Boeing 737-300/-500 pada 2 Januari 1999.

Lanjutnya, fungsi manajemen telah  berjalan dengan benar. Program golden handshakes (pensiun dini) berjalan dengan lancar sehingga perumahan tahap pertama 1.596 tenaga kerja, dengan total pesangon Rp 110 miliar berlangsung mulus.

(*)

Sumber : Suar.id | Kompas | Historia | Tribunnews

Kaitan bangkrut, Garuda indonesia, histori, Robby Djohan, sejarah, Soeharto, Tanri Abeng
Admin 23 November 2021 23 November 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Upah Pekerja 2022 ; “Terjepit di Antara Aturan dan Tuntutan”
Artikel Selanjutnya 90,17 Persen Warga Batam Sudah Punya Imun Terhadap Covid 19

APA YANG BARU?

Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 23 jam lalu 137 disimak
Overload Belanja Pegawai, Jumlah P3K Kab. Bintan Terancam Dipangkas
Artikel 1 hari lalu 136 disimak
Volume Air Waduk Menurun, BP Batam Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Terjaga
Artikel 2 hari lalu 140 disimak
Kab. Bintan Alami Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Terdampak
Artikel 2 hari lalu 143 disimak
Dorong Pembiayaan Inovatif, Sekdako Batam Ikuti Rakornas Creative Financing
Artikel 2 hari lalu 133 disimak

POPULER PEKAN INI

Terapkan WFA, Rabu 25 Maret ASN Pemko Batam Mulai Bekerja Kembali
Artikel 5 hari lalu 276 disimak
Bandara Hang Nadim Batam Siaga Lonjakan Penumpang Arus Balik Lebaran
Artikel 5 hari lalu 222 disimak
Diskominfo Batam Sosialiasikan Larangan Penggunaan Medsos Anak Dibawah 16 Tahun
Artikel 2 hari lalu 217 disimak
Kantor Imigrasi Batam Tindak Lanjuti Keluhan Pemerasan Kepada WNA di Pelabuhan
Artikel 2 hari lalu 217 disimak
Akhir Maret ini SPPG Batam Mulai Distribusikan Kembali MBG ke Sekolah
Artikel 2 hari lalu 216 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?