Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
    9 jam lalu
    Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
    18 jam lalu
    Tidak Memiliki Izin, Satpol PP Bintan Hentikan Aktivitas Penimbunan Lahan
    20 jam lalu
    Atasi Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Akan Bangun 3 Unit Sumur Bor
    23 jam lalu
    Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    1 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    4 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    4 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    5 hari lalu
    Debut Manis Herdman, Timnas Menang 4-0 Atas Saint Kitts
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
VOA Indonesia

Mahasiswa Pimpin Protes ‘Indonesia Gelap’, Menentang Pemangkasan Anggaran

Editor Admin 1 tahun lalu 583 disimak
Mahasiswa Indonesia meneriakkan slogan saat protes terhadap efisiensi anggaran dan kebijakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto baru-baru ini di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025. (Achmad Ibrahim/AP)Disediakan oleh GoWest.ID

RIBUAN mahasiswa melancarkan protes “Indonesia Gelap” di sejumlah kota besar di Indonesia, Kamis (20/2), menentang pemangkasan anggaran dan kebijakan-kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Para demonstran khawatir kebijakan-kebijakan tersebut akan merusak sistem dukungan sosial dan masa depan mereka.


DENGAN mengenakan pakaian berwarna hitam, sekitar seribu mahasiswa berpawai di Yogyakarta melalui sebuah jalan raya yang sibuk. Mereka mengusung poster-poster dan spanduk-spanduk sambil meneriakkan tuntutan-tuntutan perubahan, empat bulan setelah Prabowo menjabat presiden setelah menang telak dalam pemilu.

Protes serupa juga berlangsung di kota-kota besar lain, termasuk ibu kota Jakarta; Medan, Sumatera Utara; dan Makassar, Sulawesi Selatan.

“Indonesia Gelap” yang menyuarakan kekhawatiran soal pemangkasan anggaran juga mendapat sorotan di media sosial. Popularitasnya menyaingi tagar “Kabur Aja Dulu”, yang menampilkan orang-orang yang berbagi saran tentang cara melarikan diri untuk bekerja dan tinggal di luar negeri.

Herianto, pemimpin mahasiswa di Jakarta, mengatakan bahwa para mahasiswa memrotes pemangkasan anggaran pendidikan setelah Prabowo memerintahkan penghematan lebih dari Rp310 triliun. Dana itu dikatakan akan digunakan untuk membiayai kebijakan-kebijakannya, termasuk progam makan siang gratis di sekolah-sekolah yang akrab disebut program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para mahasiswa menggelar aksi “Indonesia Gelap” sambil memegang plakat bergambar Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan anggota kabinetnya, menentang kebijakan efisiensi anggaran baru-baru ini, di dekat istana presiden di Jakarta, 20 Februari 2025. (Willy Kurniawan/REUTERS)

Herianto, seperti banyak orang Indonesia yang hanya menggunakan satu nama, mengatakan bahwa Indonesia sedang mamasuki masa gelap karena banyak kebijakan yang tidak jelas bagi masyarakat. Pemangkasan anggaran, menurutnya, dimaksudkan untuk menutup biaya program makan gratis, dan pendidikan adalah salah satu hal yang mungkin terdampak.

Mustufa, yang hanya menyebut nama panggilannya, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, mengatakan, “Kami melakukan pembacaan itu berdasarkan satu poin tuntutan utama bahwa anggaran pendidikan dan kesehatan masyarakat terpangkas karena program makan gratis, sebuah program yang bahkan belum dapat diakses oleh semua orang secara merata.”

Sementara itu, Hasrul, yang namanya hanya terdiri dari satu kata, ketua Serikat Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, mengungkapkan, “Evaluasi total terhadap program makan gratis ini perlu dilakukan, karena kami menilai program ini tidak efektif dan memerlukan biaya yang besar. Program makan gratis inilah yang menjadi penyebab fatal terjadinya pelanggaran APBN.”

Para mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menuntut peninjauan ulang pemotongan anggaran pemerintah dan program makanan bergizi gratis untuk sekolah di Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, 20 Februari 2025. (Yasuyoshi Chiba / AFP)

Rahman Hakim, seorang mahasiswa Universitas Bung Karno, Jakarta, mengungkapkan, “Kami ingin Presiden Prabowo turun ke bawah dan lihatlah tangisan masyarakat. Harga pangan sedang naik, harga BBM naik, kesenjangan sosial semakin meningkat, dan pendidikan semakin sulit dijangkau. Ini menjadi catatan serius bagi kita semua.”

Berbicara pada aksi protes di Jakarta pada hari Kamis, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah telah menerima tuntutan-tuntutan mahasiswa dan akan mempelajarinya.

Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan bahwa perubahan pendanaan tidak akan berdampak pada sektor pendidikan dan kesejahteraan guru, namun dengan banyaknya kementerian yang mengurangi belanja negara, muncul kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat mengganggu layanan pemerintah.

Para mahasiswa juga berdemonstrasi menentang peralihan peran militer ke sipil dan kurangnya subsidi gas untuk kebutuhan memasak.

Prabowo tetap populer di seluruh Indonesia. Peringkat dukungan terhadapnya mendekati 80 persen dalam survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei independen, termasuk yang dilakukan bulan lalu oleh Indikator Politik Indonesia.

Direktur eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa popularitas Prabowo bisa menurun seiring dengan penerapan kebijakan tersebut, mengingat jumlah warga kelas menengah di Indonesia menyusut.

“Jika pemerintah tidak menyikapi permasalahan ini dengan baik, maka akan timbul kecemasan dari kalangan kelas menengah dan bisa menurunkan popularitasnya,” ujarnya.

Demonstrasi tersebut merupakan yang terbesar sejak Agustus lalu, sebelum Prabowo menjabat, ketika DPR menunda rencana untuk merevisi undang-undang pemilu setelah ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan, melakukan pembakaran dan menghadapi semprotan gas air mata dan meriam air. 

[ab/ka]

Kaitan Anggaran, apbd, apbn, demo, mahasiswa, Pemangkasan
Admin 21 Februari 2025 21 Februari 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kepala Daerah Dilantik, Urgensi Retret Dipertanyakan
Artikel Selanjutnya Pemko Batam Anggarkan Rp 16,7 M untuk Pembangunan Gedung-Pagar Rumdis Kejari

APA YANG BARU?

Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
Artikel 9 jam lalu 93 disimak
Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 18 jam lalu 188 disimak
Tidak Memiliki Izin, Satpol PP Bintan Hentikan Aktivitas Penimbunan Lahan
Artikel 20 jam lalu 70 disimak
Atasi Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Akan Bangun 3 Unit Sumur Bor
Artikel 23 jam lalu 76 disimak
Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
Artikel 1 hari lalu 121 disimak

POPULER PEKAN INI

Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 6 hari lalu 267 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 4 hari lalu 265 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 4 hari lalu 251 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 4 hari lalu 242 disimak
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Catatan Netizen 4 hari lalu 240 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?