ANAK Buah Kapal (ABK) Kapal Tamark 02, Jerianto (23), yang jatuh ke laut di Perairan Tanjung Pinggir, Kota Batam, ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan korban ditemukan pada Minggu (18/01/2026) sekira pukul 16.50 WIB.
“Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada koordinat 01°09.154′ N 103°55.706′ E dalam kondisi meninggal dunia,” ungakap Fazzli dalam keterangannya.
Fazzli mengatakan, pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan luas area pencarian sekitar 4 nautical mile.
Tim melakukan penyisiran permukaan perairan serta pencarian dari udara menggunakan drone, dengan mempertimbangkan arah arus dan kondisi cuaca.
“Upaya pencarian dilakukan secara maksimal, baik melalui jalur laut maupun udara, untuk memperbesar peluang menemukan korban,” ujarnya.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara Batam melalui Pelabuhan Penyeberangan Sekupang-Belakang Padang guna penanganan lebih lanjut.
Usai proses evakuasi, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan secara resmi menutup operasi SAR pada pukul 17.30 WIB.
“Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR kami nyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” tambah Fazzli.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat atas dedikasi dan sinergi selama proses pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang telah berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” ujarnya.
Sebelumnya, dikhabrakan seorang pria jatuh ke laut dari Kapal Tamark 02 di perairan Tanjung Pinggir, Batam, pada Jum’at (16/01/2026). Hingga keesokan harinya, Sabtu (17/1/2026) pagi, korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa itu terjadi saat kapal berada di koordinat 01°09.487′ N 103°56.222′ E atau di perairan Tanjung Pinggir, Batam. Berdasarkan laporan awal, korban diduga terpeleset sebelum akhirnya terjatuh ke laut.
(*)


