HINGGA saat ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bintan masih belum membuka secara rinci besaran pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ketua TAPD Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Ronny Kartika, mengakui bahwa pemotongan TPP pada tahun anggaran 2026 memang akan diberlakukan.
Kendatipun demikian, ia belum bersedia membeberkan angka pasti pemangkasan pendapatan ASN dan PPPK Pemkab Bintan.
Selain itu, Ronny menyampaikan bahwa kebijakan pemotongan tersebut masih berada dalam tahap pembahasan internal. Oleh karena itu, detail besaran pemotongan belum dapat diumumkan ke publik.
Sementara itu, informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa pemotongan TPP ASN dan PPPK Pemkab Bintan diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dari jumlah yang diterima sebelumnya. Namun, angka tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh TAPD.
Menanggapi isu tersebut, Ronny menekankan agar para pegawai tetap bersyukur dan menjaga semangat kerja meski terjadi pemotongan.
“Tetap dipotong. Berapapun disyukuri. Alhamdulillah,” ungkap Rony Kartika, Sabtu (31/01/2026).
Lebih lanjut, Ronny menjelaskan bahwa pemotongan TPP ASN dan PPPK dilakukan demi mendukung berbagai kebutuhan masyarakat.
Salah satunya adalah pengadaan seragam sekolah gratis bagi peserta didik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan.
Ia menegaskan bahwa pengadaan seragam tetap diberikan lima stel seragam sekolah dan tidak mengalami pengurangan.
Selain itu, anggaran transportasi anak sekolah, Bantuan Langsung Tunai (BLT), insentif Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW), petugas masjid, hingga imam masjid juga dipastikan tetap utuh.
“Kami menjaga keberlangsungan masyarakat. Karena cash flow nya terjadi disitu. Perputaran ekonomi terjadi di situ. Ini salah satu menjaga stabilan inflasi juga. Kalau kita tidak melakukan pemotongan dari sini, kita mau ambil uangnya dari mana” tambahnya.
Oleh karena itu, Ronny meminta ASN dan PPPK Pemkab Bintan untuk menerima kebijakan tersebut dengan lapang dada. Menurutnya, pengorbanan ini diperlukan demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.
Ia pun berharap agar pemotongan TPP tidak terlalu besar dan tetap memperhatikan kebutuhan operasional para pegawai.
“Mudah-mudahan tidak terlalu besar sangat (pemotongan anggaran pendapatan TPP). Angkanya masih bisa berpihak kepada kebutuhan operasional pegawai. Berdoa terus, kerjanya harus semangat terus. Intinya rezekinya masih tetap ada,” pungkasnya. (*)


