KEBAKARAN lahan di Kota Batam menjadi sorotan utama belakangan ini. Polda Kepri melaporkan kejadian serupa terjadi tiga kali hanya dalam waktu kurang dari sebulan.
Data terbaru menunjukkan bahwa pihak kepolisian telah berupaya maksimal dalam penanganan kebakaran, dengan mengerahkan kendaraan taktis dan personel untuk mendukung petugas pemadam kebakaran setempat.
Kombes Pol. Joko Adi Nugroho, Direktur Samapta Polda Kepri, mengungkapkan bahwa sepanjang bulan Januari hingga awal Februari, pihaknya telah berkontribusi dalam lima insiden kebakaran, di mana tiga di antaranya adalah kebakaran lahan.
“Kami menurunkan armada pemadam kebakaran yang terdiri dari rantis Karhutla dan armoured water cannon untuk membantu penanganan,” ujarnya di Batam.
Salah satu insiden yang paling signifikan terjadi di kawasan hutan lindung Taman Lestari, Batu Aji, di mana kebakaran berlangsung selama lebih dari 24 jam. Api baru bisa dipadamkan pukul 05.00 WIB pada 9 Februari setelah melibatkan hingga lima mobil pemadam dan peralatan tambahan dari Polda Kepri.
Kebakaran lain mencuat di TPA Punggur pada 6 Februari, di mana pemadam kebakaran memerlukan 8.000 liter air untuk menanggulangi kobaran api. Penyebab dari kebakaran lahan ini, menurut pengamatan, berkaitan dengan suhu udara yang tinggi serta kondisi kering di wilayah tersebut.
Tidak hanya lahan, Polda Kepri juga terlibat dalam menangani kebakaran bangunan, termasuk insiden di bengkel dekat Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dan kios UMKM di Pasar Mega Legenda yang hangus akibat kebakaran pada bulan Januari.
Sehubungan dengan kejadian ini, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau.
Ia juga menjelaskan bahwa meskipun curah hujan ringan masih berpotensi terjadi, kebakaran lahan tetap bisa meluas akibat angin kencang yang menyertai musim angin Muson Barat ini.
Pihak kepolisian dan BMKG mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dan proaktif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, demi menjaga lingkungan dan keselamatan bersama di Kepulauan Riau.
(dha)


